Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 45 ~ Biji Pepaya Gantung


__ADS_3

"Bayar dengan apa?"


"Dengan ....


OEK!


Tangis baby d terdengar begitu histeris. Castin pun urung menjawab pertanyaan Cleona. Ia langsung bergegas menuju sang putra lalu menggendongnya.


"Sepertinya dia lapar," ucap Castin membaringkan putranya di samping Cleona. Castin beralih mengambil kotak p3k lalu membersihkan pergelangan kaki Cleona yang terluka.


Sementara Cleona yang khawatir langsung menyamping lalu membuka selimutnya tanpa ragu. Ia menyusui baby d sambil menutupi pepayanya dengan selimut agar Castin tak melihat.


Castin memang tak dapat melihat, tapi ia dapat membayangkan. Karena hanya dengan membayangkan senapannya di bawah sana semakin menegang, benar-benar membuatnya menderita. Dan anehnya hal tidak wajar seperti yang dialaminya saat ini hanya berlaku pada Cleona, alias ia akan biasa saja saat melihat wanita yang bahkan telan jang di hadapannya.


"Aw! Aah! Pelan-pelan, Tuan," ringis Cleona memejamkan mata.


"Astaga, apa yang aku pikirkan? Sadarlah Castin, dia mende sah karena merasa perih," batin Castin berperang melawan hasratnya. Usai membersihkan luka Cleona hingga tak lagi ada darah, Castin pun langsung membalutnya dengan perban.


"Tuan jangan mendekat!" cegat Cleona melarang Castin mendekat padanya yang tengah menyusui baby d.


"Jangan kepedean. Aku ingin melihat putraku, bukan melihat pepayamu," keukeuh Castin tetap mendekat. Cleona pun pasrah, ia hanya berusaha menutupi pepaya gantung seadaanya.


"Lahap sekali," goda Castin sambil mengusap pipi baby d yang tak mempedulikannya.

__ADS_1


"Tuan," panggil Cleona pelan.


"Hem," jawab Castin masih menatap gemas putranya.


"Kenapa memanggilku?" Castin menatap tajam Cleona, karena Cleona hanya diam saja usai memanggilnya.


Cleona menelan saliva bersusah payah, lalu menjawab, "Tidak jadi, Tuan."


Castin kembali fokus menatap putranya yang masih melahap pepaya jumbo milik Cleona. Namun, tiba-tiba saja baby d menjauhkan mulut dari pepaya jumbo. Hal itu tentu saja membuat Castin dapat melihat bijinya yang berwarna pink muda.


Cleona langsung menutupinya dengan selimut. Tapi, sudah terlambat karena mata tajam Castin sudah merekam bentuk dan warna, lalu mengirimkan hasil rekaman ke memori otaknya yang paling kuat. Hingga benda indah nan menggoda itu terus menari-nari dalam benaknya.


Castin menggelengkan kepala, lalu mengambil kemudian menggendong putranya yang sepertinya telah kenyang. "Kau istirahatlah, Aku akan membawa baby d tidur bersamaku," ucap Castin langsung membawa putranya keluar dari kamar Cleona.


Cleona ingin menahan kepergian Castin, tapi urung karena baby d pasti juga membutuhkan sosok Papa yang menjaga dan menyayanginya.


Tok, tok, tok!


Tengah malam entah jam berapa, Cleona dibangunkan oleh ketukan pintu. Samar-samar ia juga mendengar tangisan baby d, karena tangisan itulah Cleona langsung bangkit, berjalan tertatih-tatih hingga akhirnya tiba di pintu kamar dan langsung membukanya.


"Astaga," Cleona kaget akan kedatangan Castin yang menggendong baby d dengan rambut dan wajah yang acak-acakan, sangat berbeda dengan penampilan biasanya, yang selalu rapi dan jantan.


"Sepertinya dia lapar," ujar Castin sambil menyerahkan baby d kepada Cleona. Cleona langsung menyambutnya dengan tubuh terhuyung-huyung. Beruntung Castin langsung memeluk pinggang rampingnya hingga tak berakhir jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Maaf, aku lupa kakimu terluka," Castin pun membantu Cleona berjalan hingga tiba di ranjang.


"Gunakan kartu ini, beli alat apa pun yang bisa memindahkan asimu ke dalam botol dot," lanjut Castin sambil menyerahkan balck card tanpa batas limit kepada Cleona.


Cleona menerimanya dengan wajah kebingungan, sementara Castin langsung pergi usai memberikan kartu tersebut kepada Cleona.


"Kartu apa ini? Bentuknya seperti ATM, tapi kenapa warnanya hitam?" tanya Cleona dengan polosnya.


Sementara itu, Castin berjalan gontai menuju kamarnya, ia kembali mengacak-acak rambut frustasi. Ia tidak bisa tidur bukan karena ulah baby d. Tapi ....


"Hallo, ada apa, Castin?" sapa Dokter Calvin di seberang sana.


"Cepatlah pulang dan segera periksa aku," balas Castin kesal karena benar-benar tak bisa tidur dan terus terbayang-bayang akan pepaya gantung dengan biji berwarna pink.


"Kau kenapa lagi?"


"Sepertinya AKU GILA!"


.


.


.

__ADS_1


Huwaaaa 😭 Komen bab atas banyak banget. Othor terharu 😭. Cayang kalian pokoknya, kalau hari ini bisa masuk 20 besar rangking vote, Othor update sebab lagi😘😘😘. Meski nggk bisa masuk, tetap Othor update deh, kan Othor cayang kalian, CALANGEO😘❤️❤️❤️


Sampai ketemu lagi sore nanti 👋


__ADS_2