
Castin mendorong kursi roda hingga masuk ke dalam mansionnya yang luas, tepatnya di ruang tamu. Cleona mengedarkan pandangan, menatap kagum kemewahan desain interior yang terpajang.
"Tunggu!" tahan Cleona saat netranya tak sengaja menatap sebuah foto ukuran jumbo yang terpampang jelas di dinding beton. Cleona menajamkan matanya melihat sosok yang tak asing di dalam foto tersebut.
"Ada apa?" tanya Castin langsung menghentikan langkah dan mengurungkan niatnya untuk membawa Cleona ke kamar.
"Foto di sana," Cleona menunjukkan jari telunjuk ke arah foto yang menarik perhatiannya.
"Oh," Castin mendorong kursi roda hingga mendekati dinding di mana ada banyak fotonya di sana.
"Itu kan—" Cleona memandang foto itu lama, lalu mengalihkan pandangannya pada Castin, kemudian berganti memandang baby d di pangkuannya.
"Seperti yang kamu lihat, baby d adalah putraku," ujar Castin dengan santai.
"Jadi, karena itulah Tuan menolong saya? Tuan menolong saya karena baby d adalah putra Tuan?" Cleona memang tak dapat menyangkal, selain ada banyak kemiripan pada visual keduanya, foto di hadapannya kini telah membuktikan segalanya.
"Salah satunya itu."
"Tapi saya menemukannya dan saya telah merawatnya selama ini," tegas Cleona tak rela bila harus berpisah dengan bayi yang sudah ia perjuangkan hingga rela bertaruh nyawa menjual ginjal.
"Tapi aku adalah ayahnya dan aku yang membuatnya."
"Saya menyusuinya, Tuan. Dia tidak akan mau makan apa pun tanpa asi dari saya," balas Cleona tak ingin kalah.
"Tak perlu khawatir, aku tidak akan memisahkanmu dengannya," tutur Castin yang mengerti bagaimana perasaan Cleona saat ini. Lagi pula ia juga berhutang budi pada Cleona, kalau bukan karena perlindungan Cleona. Kemudian ia sudah kehilangan bayinya sendiri.
"Tuan serius?" tanya Cleona tak percaya.
"Aku tidak pernah bermain-main tentang apa yang aku ucapkan," tegas Castin membuat Cleona sedikit merasa percaya, meski belum sepenuhnya.
"Terima kasih banyak, Tuan. Tapi—"
"Tapi apa?"
"Tapi, bolehkan saya minta foto baby d dengan setelan kerajaan itu. Auranya terlihat sangat berbeda, persis seperti putra mahkota sesungguhnya. Desain pakaian khas kerajaan itu benar-benar seperti nyata. Saya mohon, berikan saya satu saja foto itu sebagai kenangan," mohon Cleona yang terpesona akan ketampanan baby d dalam balutan pakaian khas kerjaan.
"Wanita ini, dia belum juga tahu siapa aku," oceh Castin dalam hati sambil mengambil foto berukuran 5R itu.
__ADS_1
"Ambillah," Castin mengulurkan foto itu, Cleona menerimanya dengan antusias.
"Terima kasih banyak, Tuan."
"Hem," dehem Castin sebagai jawaban. Kemudian, Castin kembali mendorong kursi roda dan membawa Cleona ke kamar.
"Tuan ini orang kaya, ya?" tanya Cleona dengan polosnya, ia tercengang melihat betapa megah dan mewahnya rumah milik Castin.
"Menurutmu?" tanya balik Castin, Cleona hanya fokus melihat sekeliling hingga kursi roda berhenti di sebuah kamar luas di lantai dasar.
"Tuan benar-benar memberikan saya tumpangan?"
"Bukankah kamu tidak punya rumah?" tanya Castin mengambil baby d dari atas pangkuan Cleona, lalu meletakkannya ke dalam sebuah ayunan bayi yang sudah tersedia di kamar itu.
"Di mana tas saya, Tuan? Saya punya uang, besok saya akan pindah ke apartemen," tukas Cleona.
"Apa tas yang ini," Castin menunjukkan sebuah tas lusuh kepada Cleona.
"Iya, Tuan. Ini tas saya!" seru Cleona langsung merebutnya, kemudian membuka dan memeriksa isinya.
Castin sudah melihatnya, ia sudah melihat pakaian lusuh Cleona di dalam tas itu, termasuk cd dan bra yang sudah sobek dan tak layak pakai.
"Di mana apanya?" ulang Castin.
"Cek milik saya!" tekan Cleona.
"Cek? Cek apa?"
"Cek! Uang saya! Cek dua milyar milik saya!" jawab Cleona dengan nada suara yang semakin tinggi.
"Aku tidak menemukan cek apa pun di dalamnya."
"Bohong, Tuan pasti sudah mengambil uang saya, bukan!?"
"Sudah aku katakan aku tidak melihat apalagi mengambilnya. Untuk apa orang kaya raya sepertiku mencuri?" keukeuh Castin.
"Pokoknya saya tidak mau tahu! Tuan harus kembalikan uang saya sebesar dua milyar. Cepat berikan!"
__ADS_1
"Pilih aku, baby d atau uangmu?"
"Baby d dan uang."
"Salah satu!"
"Tidak bisa. Baby d butuh asi saya dan saya butuh uang."
"Dan aku butuh pepayamu."
"Hah!" Cleona langsung menutupi dadanya.
"Berhenti bermain-main Tuan, saya mohon berikan uang saya."
"Aku akan meminta asisten Helder untuk mencari uangmu," jawab Castin santai.
"Apa!" Cleona langsung bangkit dengan mata berkaca-kaca.
"Jadi, uang dua milyar saya benar- hilang. Saya bertaruh nyawa untuk mendapatkannya. Dan sekarang, uang itu hilang tanpa tersisa sepeser pun, apa yang harus saya lakukan sekarang? Saya tidak punya uang, tidak punya tempat tinggal, bahkan tidak punya keluarga," tangis Cleoan langsung pecah.
Castin kasihan sekaligus merasa bersalah, "Aku punya solusi untukmu."
"Apa? Tuan mau mengganti uang saya?" Cleona menengadah dengan pipi yang basah.
" Tentu saja tidak."
"Lalu solusi apa yang Tuan maksud?"
"Menikah denganku saja."
.
.
.
Dukungannya jangan lupa, ya, Guys😘
__ADS_1
Untuk Give Away, pemenangnya akan diambil dari Rangking umum hadiah🤗 Pemenang akan ditentukan dan diumumkan saat novel ini tamat. Masih banyak kesempatan, Guys 😍