Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 31 ~ Satu Milyar


__ADS_3

Sore itu Cleona mengekor di belakang seorang wanita paruh baya, yang mengaku punya cara untuk mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat.


Penasaran, Cleona pun ikut, tapi kali ini Cleona lebih waspada dan sangat berhati-hati. Bila ada sesuatu yang janggal, maka Cleona akan langsung melarikan diri. Cleona tak ingin kejadian-kejadian menyedihkan sebelumnya terulang lagi.


"Kita akan ke mana, Buk?" tanya Cleona.


"Kamu bilang mau dapat uang dalam waktu singkat, jadi ya ikut saja, nanti kamu juga akan tahu," balasnya membuat Cleona merasa ragu dan tak yakin cara itu aman.


"Saya tidak mau menjual diri!" tegas Cleona langsung menghentikan langkahnya. Wanita paruh baya itu pun turut menghentikan langkah dan membalikkan badan menghadap pada Cleona yang siap mengambil ancang-ancang untuk kabur.


Cleona melirik kiri dan kanan, di jalanan cukup ramai kendaraan lalu-lalang. Rasanya tidak mungkin wanita paruh baya itu akan melakukan kejahatan padanya di tengah-tengah keramaian.


"Satu ginjal satu milyar rupiah, bagaimana?" tawarnya membuat Cleona kaget.


"Siapa anda?" tanya Cleona mundur beberapa langkah.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Yang pasti, aku bisa membantu menjual satu ginjalmu di pasar gelap. Terserah kamu mau atau tidak. Mau, aku bantu. Tidak, ya sudah," balasnya membalikkan badan dan langsung pergi begitu saja, meninggalkan Cleona yang kini membatu dengan pikiran yang jauh melayang ke mana-mana.


"Satu ginjal seharga satu milyar. Aku tidak hanya dapat membayar hutang dengan uang sebanyak itu. Tapi, aku juga dapat hidup dengan layak bersama bayiku. Membuka usaha dan kembali sekolah, aku juga bisa membeli rumah dan membayar seorang asisten untuk menjaga baby Dizon selama aku di sekolah," batin Cleona menimbang-nimbang dalam kebimbangan.


Tidak salah memang, dengan uang sebanyak satu milyar, hidup Cleona dan bayinya benar-benar akan terjamin. Ia tidak akan hidup susah, tidak akan dibully, dilecehkan, dan direndahkan lagi oleh orang-orang di sekitarnya.


Lagi pula, bukankah tidak masalah hidup dengan satu ginjal? Ia tidak akan mati bila hidup hanya dengan satu ginjal. Hanya ginjal, bukan harga diri.


Setelah mempertimbangkan segalanya matang-matang. Cleona mengangkat wajahnya penuh keyakinan, menepis air mata dengan kasar, kemudian menerbitkan senyuman kecil di bibir ranumnya.


"Kemalangan ini harus berakhir!" tegas Cleona melangkah mantap menyusul wanita paruh baya sebelumnya, yang sudah jauh di depan sana.


Cleona menghela napas kasar, lalu mengutarakan kalimatnya dengan mantap. "Saya mau menjual salah satu ginjal saya, saya mohon bantu saya."


Wanita paruh baya di depan sana menyeringai, lalu membalikkan badannya. "Ikutlah," ajaknya dan Cleona pun kembali mengekor di belakang wanita paruh baya itu hingga tiba di sebuah gedung mewah dua tingkat.

__ADS_1


"Tempat apa ini, Buk?" tanya Cleona karena merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Lelang pasar gelap," jawab wanita paruh baya itu, Cleona menelan saliva. Ia baru tahu ada pasar semacam itu. Lagi dan lagi Cleona ragu. Tapi, itu sudah menjadi keputusannya, maka Cleona tetap melangkah masuk ke dalam gedung dua tingkat yang jika dilihat agak misterius dan mengerikan.


"Cepatlah!" Cleona mempercepat langkahnya hingga tibalah ia di sebuah ruangan di mana ada banyak wanita muda seusianya yang berpakaian sangat seksi. Bahkan lebih seksi daripada lingerie yang Cleona kenakan saat bekerja sebagai pemeran pengganti.


Cleona pun sadar kalau ia telah dibohongi. Apalagi saat melihat bagaimana wanita muda berpakaian seksi, begitu menghormati wanita paruh baya yang membawa Cleona.


"Ganti pakaian dengan ini."


Pakaian katanya? Yang Cleona lihat hanya bra dan cd yang saling bersatu dengan tali transparan.


"Tidak mau. Saya hanya mau menjual ginjal, bukan menjual diri!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2