Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 70 ~ Jangan Menyesal!


__ADS_3

"Sangat mudah, kau tinggal tiduri saja wanita itu," jawab Dokter Calvin dengan santainya.


"Cara lain?" sahut Castin cepat.


"Mandikan dengan air dingin, kalau tidak berpengaruh. Itu berarti dosis yang diberikan sangat tinggi. Jika dosisnya tinggi, maka kau tidak punya pilihan atau pun jalan lain, selain menidurinya," terang Dokter Calvin sejelas-jelasnya.


"Baiklah," jawab Castin langsung memutuskan panggilan sepihak.


***


"Maaf, Castin. Aku belum siap meninggalkan Oesteria," gumam Dokter Calvin yang rupanya telah diancam lebih dulu oleh ratu Diona.


***


Setelah memutuskan panggilan, Castin bergegas membuka pintu kamar dan segera menghampiri Cleona yang bersimpuh di lantai sambil membekap pangkal pahanya.


Tali gaun sebelah kiri sudah turun, membaut pepaya jumbo bagian kiri terlihat nyata, beruntung ditambal pasties sehingga bijinya selamat dan isinya kemungkinan tetap mengalir namun tak merembes keluar.


"Sial!" umpat Castin kesal. Kesal karena pusing dan tak nyaman yang ia rasakan sudah sampai ke ubun-ubun dan butuh mendapatkan pelepasan.


Sebenarnya Castin ingin meniduri Cleona. Bohong bila tidak ingin, jelas Cleona adalah wanita yang ia damba. Namun, tidak dengan kondisi Cleona yang seperti sekarang ini. Bila ia khilaf dan benar-benar melakukannya, maka ia tak hanya akan merasa bersalah, tapi juga kehilangan kepercayaan Cleona pada dirinya. Lebih parahnya, baby d akan kehilangan sumber kehidupannya yaitu asi Cleona.

__ADS_1


Meski tak sabar, tapi Castin berusaha untuk tetap menahan agar Cleona tak pergi darinya hanya karena kecewa pada tingkah dan kelakukan bejatnya. Beruntung Castin masih punya akal sehat. Namun, untuk sekarang, Castin tak tahu sampai berapa lama ia akan bertahan, mengingat godaan di depan mata benar-benar menggairahkan.


"To-long saya, Tu-an. Gatal ...." de sah Cleoan dengan napas yang sudah tak beraturan sama seperti Castin.


"Sialan! Sebanyak apa dosis yang Anna berikan!" oceh Castin langsung mengangkat Cleona ala bridal.


Cleoan tanpa ragu memeluk Castin dengan erat, tubuhnya benar-benar menempel dengan tubuh kekar Castin. Bahkan, Castin dapat merasakan sesuatu yang kenyal menekannya.


"Nya-man," lirih Cleona masih memeluk Castin erat. Sementara Castin berusaha menahan diri dan tetap menggendong Cleona hingga tiba di dalam kamar mandi.


Castin bersusah payah meletakkan Cleona ke dalam buthub. Namun, Cleona menolak dilepaskan pelukannya. Castin pun terpaksa turut masuk ke dalam buthub bersama dengan Cleona.


Setelah berhasil masuk, barulah Castin menghidupkan keran air khusus air dingin. Castin kedinginan kala air super dingin dari keran mulai mengucur membasahi tubuhnya dan juga tubuh Cleona yang kini duduk di atas tubuhnya.


"Hem ... panas ..." jawab Cleona akan melepaskan gaun terakhir yang melekat di tubuhnya.


"Jangan lakukan atau kamu sendiri yang akan menyesal," ancam Castin menahan tangan Cleona yang masih duduk di atas pangkuannya.


Walau gaun tipis itu tak dilepaskan, tapi samar-samar Castin dapat melihat tubuh polos Cleona karena gaun tipis yang basah seketika berubah transparan, melihat pemandangan indah itu, Castin masih tetap berusaha menahan hasrat yang sudah diujung tanduk.


Cleona yang sudah kehilangan kendali tak dapat mengontrol diri. Tanpa sadar, kedua tangannya menepis tangan Castin, lalu bergerak sendiri melepaskan gaun terakhir yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


"A-aku tidak ta-han lagi, ku-mohon laku-kan se-suatu," tutur Cleona langsung memeluk Castin setelah berhasil menyingkirkan kain terakhir dari tubuhnya.


Tak hanya menempelkan tubuh polosnya ke tubuh kekar Castin, tapi Cleoan juga menggesek-gesekkan tubuhnya. Membuat Castin memejamkan mata dan tanpa sadar menikmati.


"Akh!" teriak Castin kesal, kemudian menjauhkan Cleona dengan paksa dari tubuhnya.


"Ti-dak ta-tahan," lirih Cleona dengan wajah merah padam dan mata berbinar penuh harap. Cleona terlihat begitu menyedihkan dan Castin benar-benar tak tega melihat Cleona menderita.


"Kamu yang menginginkannya, jadi jangan menyesal," balas Castin kembali menggendong tubuh polos Cleona yang hanya berbalut pasties dan juga cd. Castin menggendong Cleona keluar dari kamar mandi, lalu meletakkan tubuh basah itu ke atas ranjang.


"Jangan menyalahkanku, Cleona."


Castin melepaskan pakaian basahnya satu persatu, lalu ....



.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa hadiahnya, Guys🙌. Calangeo 😘


__ADS_2