Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 46 ~ Rumah Sakit


__ADS_3

Keesokan harinya.


Castin benar-benar tak bisa memejamkan matanya semalaman, sekitar pukul lima pagi barulah ia terlelap. Namun, ia kembali terbangun ketika jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.


Siluet tubuh seksi Cleona tak kunjung berhenti membayanginya. Membuatnya terpaksa mandi dengan air dingin di pagi hari yang cuacanya sudah dingin.


Usai mandi dan siap dengan setelan jas, Castin pun segera keluar dari kamarnya. Rencananya ia akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Dokter Calvin sahabatnya.


Karena terburu-buru, Castin tak sempat menemui putranya lebih dulu. Castin tak mau semakin menderita bila harus melihat Cleona yang selalu berhasil membuatnya tergoda tanpa melakukan apa pun.


Saat di perjalanan menuju rumah sakit, Castin menghubungi Dokter Calvin lebih dulu. Sekedar untuk memastikan apakah sahabatnya sedang berada di rumah sakit atau tidak


"Hallo, bagaimana keadaanmu? Jadi gila tidak?" goda Dokter Calvin di seberang sana.


"Sialan!" umpat Castin membuat Dokter Calvin tertawa puas.


"Katakan ada apa?" tanyanya mendesak.


"Kau sudah di rumah sakit?"


"Sudah, cepatlah kemari sebelum pasienku berdatangan. Pelayanan VIP tidak berlaku untukmu," ocehnya langsung Castin putuskan panggilan itu.


Beberapa menit di perjalanan, Castin pun telah tiba di rumah sakit. Kedatangannya tentu saja menghebohkan seisi rumah sakit. Pengawal yang menjaga Castin melarang siapa pun mengambil gambar tuannya.


Castin berjalan cepat menuju ruangan Dokter Calvin. Saat masuk ke dalam ruangan, Castin langsung duduk di kursi yang tersedia di hadapan sahabatnya, yang juga berdarah bangsawan, yaitu Duren Dokter Calvin Adis. Ya, tentu saja sang dokter Calvin juga seorang Duda.


"Apa keluhanmu selain GILA?" tanya Calvin selalu memancing amarah sahabatnya itu. Meski berbeda kelas dengan Castin yang adalah keturunan raja. Tapi, persahabatan mereka sudah tak perlu diragukan lagi. Hanya ketiga sahabatnya lah yang bisa memaki Castin sesuka hati.

__ADS_1


"Lebih sakit dan lebih sesak lagi yang sekarang daripada yang kemarin," tutur Castin to the point.


"Karena melihat Pepaya gantung lagi? Aku penasaran pepaya gantung jenis apa yang mampu direspon senapanmu, hingga membuat seorang calon raja hampir menggila," balas Calvin penasaran.


"Bila kau melihatnya, kau pasti juga akan gila sama sepertiku," sahut Castin cepat.


"Setiap hari aku selalu melihat berbagai macam dan ukuran pepaya gantung. Tapi, sampai detik ini aku baik-baik saja. Memang kau saja yang mesum," ejek Calvin tampak puas.


"Daripada banyak bicara, lebih baik periksa aku sekarang!"


"Baiklah yang mulia Castin. Silahkan berbaring di atas brankar dan lepas celanamu," pinta Calvin dan Castin langsung melakukannya.


"Bagaimana? Aku masih normal apa tidak?"


"Astaga! Kau mengalami ....


Sekitar pukul 06:31, barulah Cleona membuka matanya perlahan. Saat membuka mata, ia disambut oleh baby d yang tengah bermain sendiri dengan celotehannya tak jelas.


"Bangun pagi-pagi sekali pasti karena lapar, ya," tutur Cleona dengan suara yang seakan mengajak bayinya bermain. Senyuman manis baby d membuat rasa mengantuknya langsung menghilang.


Cleona mendekat, kemudian menyusui baby d dengan penuh kasih sayang. Usai menyusui baby d hingga kenyang, Cleona pun bangkit dan segera turun dari ranjang. Saat menginjakkan kakinya ke lantai, Cleona senang karena tak lagi sakit seperti semalam.


Karena harus membersihkan diri, Cleona menggendong lalu membaringkan baby d di dalam ayunannya. "Anak baik ditinggal dulu, ya. Ibu mau mandi dulu, oke," baby d menjawab dengan tawanya yang menggemaskan.


Usai mandi dan mengenakan pakaian lusuh miliknya sendiri. Cleona pun membawa keluar bayinya, "Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah kepala pelayan Gina.


"Tuan pemilik rumah ini ada di mana, Buk?" tanya Cleona yang belum hapal nama Castin.

__ADS_1


"Tuan Castin?" tanya balik kepala pelayan Gina.


"Iya, Tuan Castin," balas Cleona membenarkan.


"Tuan Castin sudah berangkat ke perusahaan pagi-pagi sekali. Kalau boleh tahu, Nona ada perlu apa dengan Tuan Castin?" tanya lagi kepala pelayan Gina dengan penuh kesopanan.


"Saya ingin menitipkan baby d karena saya mau ke apotik sebentar," kata Cleona dengan jelas.


"Berikan saja kepada saya, Nona. Saya dan pelayan lain akan menjaga dan merawat tuan mahkota. Saya harap Nona tidak pergi terlalu lama," tutur kepala pelayan membuat Cleona bingung dengan julukan tuan mahkota untuk baby d.


"Kalau begitu maaf merepotkan, saya tidak akan lama," balas Cleona langsung memberikan baby d kepada kepala pelayan Gina.


"Pelayan Mumu, tolong antarkan Nona sampai ke mobil," perintah sang kepala pelayan. Cleona pun diantar oleh pelayan Mumu hingga tiba di pintu utama mansion. Di sana, sudah tersedia sebuah mobil mewah yang juga sudah ada seorang supir berpakaian serba hitam dengan tubuh yang kekar.


"Silahkan masuk, Nona," supir membukakan pintu bagian belakang dan mempersilahkan Cleona masuk. Mendapatkan pelayan istimewa itu, Cleona merasa sedikit aneh.


"Ke mana dulu, Nona?" tanya supir dengan ramah sambil mengemudi dengan kecepatan sedang.


"Ke rumah sakit dulu, Pak," jawab Cleona yang ingin menemui Dokter Calvin lebih dulu untuk mengucapkan terima kasih sekaligus memeriksa kondisi payu daranya.


.


.


.


Yeay novel ini masuk 20 besar rangking vote, meski cuma sebentar tapi kalian semua keren, Guys😍. Makasih banyak sudah mewujudkan impian author, semoga kelak novel ini bisa rame, Amin🤲. Semoga kalian diberikan kesehatan dan dimudahkan rejekinya🤲. Terima kasih atas dukungan kalian semua. Calangeo semuanya😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2