
Oeeekkk!
Sang bayi menangis dengan mata terpejam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia terlihat sangat ketakutan. Cleona berusaha menenangkannya.
"Jangan menangis, ya, Sayang. Ibu harus bekerja dan kamu sudah berjanji tidak akan menyusahkan ibu, jadi ibu mohon tenanglah, ya," bujuk Cleona.
Karena sang bayi tak kunjung tenang, Cleona pun membawanya ke kursi taman, lalu berusaha menenangkannya. "Kamu tidak boleh ibu bekerja?" tanya Cleona dan bayinya seketika tenang.
"Apa itu artinya boleh?" baby mungil itu mendadak tersenyum padahal pipinya masih basah oleh air mata.
"Syukurlah kalau boleh, jangan menangis lagi, ya," Cleona mengusap kening bayinya dengan lembut, itu adalah cara ampuh untuk menidurkannya. Setelah bayinya terlelap, Cleona kembali menatap brosur di tangannya.
Cleona sudah membulatkan tekadnya untuk mencoba mengambil pekerja itu. Test dilakukan di sebuah gedung yang tak jauh dari taman, Cleona segera menuju ke sana. Sampai di sana, Cleona dikejutkan dengan banyaknya wanita-wanita yang mengikuti test tersebut.
Dan anehnya, semua wanita itu tampak berpakaian serba seksi. Sepertinya semua wanita itu adalah wanita pekerja malam. "Sepertinya mereka mau mengganti pekerjaan," pikir Cleona yang kini mengantri. Beberapa wanita menatapnya tak suka.
Setelah menunggu sambil berdiri cukup lama, akhirnya giliran Cleona untuk di test. Cleona langsung masuk ke dalam ruangan dengan penuh semangat, ia membawa bayinya bersama.
"Letakkan dulu bayimu," titah seorang juri, Cleona pun langsung meletakkan bayinya di lantai ruangan itu. Setelahnya, Cleona kembali berdiri mengharap tiga orang juri yang duduk di harapannya.
__ADS_1
"Perkenalkan dirimu," titah satu-satunya juri perempuan.
"Perkenalkan nama saya Cleona Chaves, usia saya enam belas tahun dan masih duduk di bangku kelas dua SMA," terang Cleona membuat para juri kaget.
"Kamu masih sekolah? Kamu tahu kami hanya merekrut pemeran pengganti yang sudah putus sekolah?" tanya juri perempuan. Cleona terdiam, dia tidak tahu tentang hal itu, ia tak sempat membaca semua yang tertulis di brosur.
"Tapi tunggu dulu," seorang juri pria berdiri lalu mendekati Cleona.
"Dari tubuhnya sangat mirip seperti aktris kita walau ukurannya lebih besar. Sepertinya hanya dia yang cocok untuk peran pengganti, karena aku lihat wanita di luar semuanya memiliki bentuk tubuh yang rata-rata. Tapi, kalau dia justru lebih seksi. Wajahnya juga bahkan lebih beraura padahal belum di make up," juri itu memutari Cleona dan memberikan penilaian. Juri lain termasuk yang perempuan juga mengakui hal itu.
"Tapi dia masih sekolah, bagaimana kalau orang tua atau gurunya menuntut kita?" tanya juri pria satunya lagi.
Ketiga juri pun tampak mempertimbangkan. Mereka bertiga berdiskusi, Cleona berdoa semoga ia diterima.
"Kamu diterima!" seru seorang juri perempuan, Cleona meloncat gembira saking senangnya. Untuk pertama kalinya Cleona bersyukur dengan ukuran tubuhnya
"Terima kasih," ucap Cleona tulus.
"Ikut saya untuk menandatangani surat kontrak," ajak juri perempuan dan Cleona langsung mengambil bayinya, kemudian mengekor di belakang juri hingga tiba di ruangan kerjanya.
__ADS_1
Cleona dipersilakan duduk di hadapannya, "Bacalah baik-baik surat ini karena di sana juga tertulis bahwa apa pun yang terjadi kamu tidak akan bisa menuntut pihak pertama.
"Baik, Bu." untuk hal itu Cleona tak peduli. Lagian, siapa yang peduli kepadanya. Apa pun yang Cleona lakukan selalu salah di mata mereka, walau yang ia lakukan hal baik sekali pun.
Cleona tak butuh hinaan orang-orang. Ia hanya perlu fokus tentang melanjutkan hidup, pendidikan dan juga hutangnya.
Karena terburu-buru, Cleona hanya membaca halaman pertama dan ke dua, sementara halaman terakhir yaitu halaman ke tiga langsung ia bubuhkan tanda tangan tanpa dibaca. Fokusnya hanya kepada gaji yang tertera sebesar lima ratus ribu perhari, itu adalah poin pentingnya.
"Sudah, Bu." Cleona kembali menyerahkan surat kontrak itu.
"Besok datanglah kemari karena kamu akan mulai bekerja besok. Sekarang kau boleh pergi."
"Baik, Bu. Terima kasih." Cleona bangkit lalu membalikkan badannya, juri di belakangnya menyunggingkan senyuman licik.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih banyak untuk yang sudah memberikan bintang limanya🙏🏻😍. Sehat dan sukses selalu untuk reader semua😘. Jangan lupa berikan like, komen, hadiah dan votenya. Karena dukungan reader semua sangat berarti bagi Author🥰