
"Memalukan!" jerit Cleona dalam hati, kedua pipi dan telinganya sudah semerah tomat.
"La-lalu apa yang terjadi selanjutnya, Tuan? Sa-saya tidak melakukan apa pun, bukan?" tanya Cleona dari dalam selimut. Castin kembali menolah pada Cleona yang sudah bersembunyi di balik selimut. Castin justru semakin tergoda dengan tingkah Cleona yang malu-malu.
"Karena kamu terus menggodaku dan aku pun hampir melakukannya. Namun—" Castin menghentikan ucapannya kala merasa tersiksa, ketika bayangan tragedi semalam melayang-layang memenuhi pikirannya.
"Namun?" tanya Cleoan membuka selimut hanya seukuran wajahnya.
"Aku kaget karena kamu masih virgin, aku tidak melakukannya karena kamu masih virgin. Maaf karena selama ini aku mengira kamu sudah tidak virgin. Aku mengira kamu dikeluarkan dari sekolah karena hamil di luar nikah," terang Castin jujur terhadap Cleona.
"Tapi, tuan memang tidak salah. Saya dikeluarkan dari sekolah karena hamil di luar nikah dan baby d adalah anaknya," terang Cleoan dengan air mata yang mengalir begitu saja.
"Maksudmu, kamu difitnah?" tanya Castin merasa iba dengan tangan yang mengepal membentuk tinjuan.
Cleona menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Lalu, bagaimana dengan asimu? Bukankah hanya wanita yang pernah melahirkan—yang memiliki asi?" tanya Castin penasaran. Sebab pepaya jumbo lah yang menjadi faktor utama kesalahpahamanya terhadap Cleona.
"I-ini kelainan, Tuan," jawab Cleoan apa adanya.
"Maksudnya?" Castin menutut penjelasan dari Cleona, lantara ia tak mengerti apa yang Cleona maksud dengan kelainan.
"Kelainan, Tuan. Kelainan yang terjadi setelah saya mendapatkan menstruasi pertama," jawab Cleona untuk pertama kalinya memberitahu seseorang tentang kelainan yang ia alami.
"Semua perempuan mengalaminya?" tanya Castin melanjutkan introgasinya.
"Kata dokter, kasus langkah ini ada banyak yang mengalami."
__ADS_1
"Apa berbahaya?" tanya Castin tampak khawatir.
"Tidak berbahaya, hanya saja sering sakit ketika bengkak bila tidak dipompa," jawab Cleoan pelan karena malu, tapi masih terdengar oleh Castin.
"Maaf aku baru tahu masalah ini. Oh iya, bekas jahitan di perutmu itu kenapa?"
"Itu karena—"
Tok, tok, tok!
Castin segera bangkit untuk membukakan pintu kamar.
"Maaf mengganggu, Tuan. Tapi, ratu dan nona muda Anna sudah menunggu di ruang makan," tutur ramah seorang pelayan perempuan.
"Baik," jawab Castin singkat dan langsung menutup pintu kamarnya.
"Tuan mau ke mana?" tanya Cleona turut bangkit.
"Aku juga mau mandi. Kenapa? Mau mandi bersama? Aku tidak masalah mandi berdua denganmu," ledek Castin dan Cleona langsung bersembunyi di balik selimut tebal.
Castin tersenyum kecil, kemudian segera menuju walk in closet untuk mengambil pakaian. Setelah mendapatkan pakaiannya, Castin pun keluar dari kamar meninggalkan Cleona seorang diri yang masih berbaring di atas ranjang. Castin akan mandi di kamar sebelah.
Cleoan baru turun dari ranjang ketika Castin sudah benar-benar pergi. Cleona bergegas menuju kamar mandi guna membersihkan diri. Setengah jam berlalu, Cleona meraih handuk untuk menyudahi mandinya.
Keluar dari kamar mandi, Cleona pun menuju walk in closet untuk mencari pakaian di sana, "Handuk ini terlalu pendek," protes Cleona karena handuk yang saat ini melilit di tubuhnya memang sangatlah pendek.
__ADS_1
Tentu saja pendek, karena jelas handuk itu bukan untuk perempuan, melainkan handuk khusus yang didesain desainer kerajaan untuk Castin.
"Astaga, pakaian, sepatu, dan aksesoris di sini lebih banyak daripada di mansion Castin sendiri. Semuanya juga terbuat dari emas, mereka apa tidak memikirkan nasib-nasib orang kecil di luaran sana," oceh Cleona yang kebingungan mencari pakaian Castin yang cocok untuknya kenakan.
"Bra tidak mungkin ada, semoga saja cd-nya cocok," Cleona mengambil salah satu cd milik Castin, lalu mencoba mengenakannya.
"Ya Tuhan, kenapa tidak masuk," keluh Cleona kala cd milik Castin tak bisa menutupi bemper balakangnya yang memiliki ukuran tak biasa.
"Huff ... Apa yang harus aku kenakan sekarang?" Cleona semakin kebingungan.
Tak menemukan pakaian dalam, Cleona pun bermaksud mencari kemeja dan akan memakainya langsung. Namun, lemari di bagian bawah dan tengah hanya diisi oleh dalaman dan juga jas, sementara kemeja dan piyama kemungkinan tersusun di lemari bagian atas.
Untuk menggapai lemari bagain atas, Cleona harus naik dengan menggunakan tangga karena tinggi tubuhnya tak bisa menggapainya.
Cleona tersenyum senang kala melihat ada sebuah tangga lipat yang tersimpan di sela-sela lemari besar. Cleona mengambilnya, kemudian membentangnya bersusah payah.
"Akhirnya bisa, tapi aku berkeringat lagi," keluh Cleona karena tubuhnya kembali berkeringat setelah membentang tanggal yang ia temukan.
"Kemeja, aku datang!" seru Cleona mulai menaiki anak tangga satu persatu. Selangkah lagi Cleona akan sampai. Namun, tanpa sengaja Cleona menginjak handuk dan ....
"Aaaakkkhhh!....
.
.
__ADS_1
.