Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 11 ~ Meminta Bantuan


__ADS_3

"Aw! Perih sekali Tuhan." Cleona terpaksa menghentikan kegiatan mandinya karena rasa perih itu benar-benar menyiksanya.


Cleona langsung meraih handuk, kemudian dia balutkan ke tubuh bagian bawahnya, hanya bagian bawah. Sedangkan bagian atasnya ia biarkan terbuka, karena akan terasa semakin perih bila terkena gesekan kain.


Cleona melangkah gontai keluar dari kamar mandi, Cleona kebingungan apa yang harus dilakukan pada kedua gundukannya yang memerah. Ia tak punya satu obat pun yang disimpan. Jangankan untuk membeli obat, ia bahkan sering menahan lapar seharian.


Sepersekian detik kemudian, Cleona ingat bahwa ia punya tanaman lidah buaya di depan kontrakan. Cleona meraih selimut dan ia tutupi ke seluruh tubuhnya yang polos, kemudian Cleona membuka pintu kamar.


Cleona melirik ke kiri dan ke kanan, sepi, benar-benar tak ada satu pun orang. Setelah memastikan aman, Cleona segera keluar, menuju pot tanaman lidah buaya. Cleona mengambil satu yang paling tua, setelah itu Cleona langsung membawanya masuk kembali ke dalam kamar kontrakannya.


Cleona mencuci tanaman lidah buaya hingga benar-benar bersih dan Cleona pastikan bebas dari getahnya. Karena sisa getah di tanaman lidah buaya justru akan membuat luka bakarnya infeksi.


Setelah tanaman lidah buayanya benar-benar aman, Cleona langsung membelahnya, Cleona hanya mengambil dagingnya saja, kemudian ia hancurkan dengan sendok garpu.


Setelah tanaman lidah buayanya hancur, Cleona pun langsung mengoleskannya secara perlahan. Cleona memejamkan kedua mata, sensasi tanaman lidah buaya membuatnya merasa tenang dan rasa perihnya pun mulai berkurang.


Karena merasa sangat lelah, Cleona pun langsung berbaring dan beristirahat. Harinya begitu berat, Cleona dipaksa keadaan untuk menjadi wanita kuat.


Keesokan paginya, Cleona bangun pagi-pagi sekali walau hari itu adalah hari minggu. Cleona berencana pergi ke rumah wali kelasnya untuk memberikan rekaman cctv dan juga uang yang wali kelasnya pinjamkan.

__ADS_1


Karena sudah tak punya uang, Cleona terpaksa berjalan kaki. Tak main-main, Cleona berjalan sangat jauh. Hampir siang barulah ia sampai di rumah sang wali kelas.


Sebelum mengetuk pintu rumah, Cleona mengistirahatkan dirinya terlebih dahulu, membuka tas dan mengambil air minum yang selalu ia bawa. Setelah merasa lebih baik, Cleona pun mulai mengetuk pintu.


"Cleona, ayo masuk dulu," sang wali kelas mempersilahkan Cleona untuk masuk ke dalam rumahnya yang sederhana.


"Duduklah, Nak." Cleona duduk dengan patuh.


"Apa kata dokter tentang payu daramu, Nak? Apa baik-baik saja?" tanya wali kelasnya penasaran.


"Baik-baik saja, Buk. Hanya perlu terus dipantau setiap minggunya," terang Cleona jujur.


"Cleona datang kemari karena mau balikin uang Ibu. Tapi, sudah Cleona pinjam sedikit, Cleona akan kembalikan nanti kalau sudah punya uang," ucap Cleona sambil mengulurkan uang yang sebelumnya diberikan padanya.


"Tidak. Ini sudah menjadi milikmu, Nak. Kamu lebih membutuhkannya, ambilah, " sang wali kelas menolak dengan lembut, mata Cleona berkaca-kaca karena terharu.


"Ibu serius?" Cleona memastikan.


"Tentu saja, Sayang. Gunakan uang itu untuk keperluanmu sehari-hari."

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Buk. Semoga Tuhan segera membalas kebaikan Ibu."


"Amin. Sekarang, coba katakan tentang alasan kamu datang berkunjung? Tidak mungkin hanya ingin mengembalikan uang, bukan?" sepertinya wali kelas dapat melihat beban besar yang dipikul Cleona seorang diri.


"Kalau bisa, Cleona mau minta bantuan sama ibu," tutur Cleona pelan.


"Apa itu, Nak. Kalau ibu bisa, pasti akan ibu bantu."


Cleona membuka tasnya, kemudian mengulurkan sebuah flashdisk kepada wali kelasnya, "Apa ada sesuatu di dalamnya?" Cleona langsung menganggukan kepalanya.


"Sebentar."


Wali kelasnya pamit dan masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah laptop. Dengan tak sabaran ia menyambungkan flashdisk milik Cleona ke laptopnya. Ia membuka bagian file, lalu memutar sebuah video di dalamnya.


"Astaga!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2