Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 59 ~ Shopping With Castin


__ADS_3

Mobil Lamborghini keluaran terbaru dan satu-satunya itu mulai melaju dengan kecepatan sedang. Asisten Helder mengemudikan mobil sambil memberi pesan kepada para orangnya untuk mengosongkan mall, kemudian memastikan keamanannya sebelum didatangi oleh seorang Prince Castin Afson.


Di dalam mobil super mewah itu, Cleona hanya duduk mematung sambil mengarahkan pandangan ke luar jendela, sibuk melihat satu persatu gedung dan pohon yang dilewati.


Cleona sedikit merasa heran, karena saat mobil Castin lewat. Semua kendaraan di jalan mendadak berhenti, seakan yang lewat adalah mobil ambulance yang membawa orang sakit.


Tak hanya kendaraan lain yang tiba-tiba berhenti. Tapi, juga lampu lalu lintas yang setiap dilewati selalu hijau. Aneh, Cleona dibuat kebingungan. Apa yang sebenarnya terjadi dan siapa Castin?


"Apa yang kamu tunggu? Keluarlah."


Cleona kaget saat Castin sudah membukakan pintu mobil untuknya. Saking banyaknya pertanyaan di benaknya, Cleona sampai tak sadar kalau ia sudah tiba di sebuah Mall paling besar dan paling populer di kota Oesteria.


Saat keluar dari mobil, Cleona dibuat semakin tercengang karena kedatangannya dan Castin disambut oleh banyak staf mall yang berjejer memanjang menyambut kedatangan mereka.


"Tuan ... Ini ...."


"Ayo masuk," ajak Castin langsung menarik pergelangan tangan Cleona. Sementara Cleona melirik kiri dan kanan, ia tak menemukan siapa pun, apa yang terjadi? Apa mall memang sepi begitu? Kenapa tidak ada seorang pengunjung pun selain dirinya dan Castin.


"Bawa dia dan pilihkan semua pakaian yang cocok untuknya," titah Castin kepada seorang staf mall ketika sudah tiba di dalam sebuah toko baju.


"Se-semua?" tanya Cleona menahan kakinya saat diseret oleh karyawan mall menuju ruang ganti.


"Iya, SEMUA!" sahut Castin langsung menjatuhkan tubuhnya duduk di sofa dengan penuh kewibawaan. Beberapa karyawan menyiapkan minuman dan cemilan mewah ke atas meja di hadapan Castin.


Sementara Cleona hampir pingsan ketika dihadapkan dengan beberapa karyawan, yang merekomendasikan pakaian yang semuanya terbuka.

__ADS_1


"Kak, apa tidak ada gaun yang modelnya biasa saja? Jangan yang untuk pergi ke pesta seperti ini. Tapi, gaun biasa yang bisa dipakai untuk sehari-hari, bukan yang seperti ini," protes Cleona menolak semua gaun berharga fantastis yang berjejer di hadapannya kini.


"Semua dress ini bisa dipakai untuk sehari-hari, Nona. Sementara gaun pesta, gaun malam, gaun formal dan gaun ke acara penting lainnya yang di sebelah sini," tunjuk sang karyawan pada jejeran gaun mewah di sebelah kirinya.


"Baiklah kalau begitu. Tapi, apakah tidak ada yang tertutup, jangan yang seksi," keluh Cleona lagi.


"Bagaimana kalau kita coba semua, yang seksi dan yang tertutup. Gaun mana yang Tuan Castin sukai, akan menjadi pilihan," sahut pelayan yang paling depan. Tampaknya ia adalah pemimpin dari para pelayan lainnya.


"Tapi yang memakainya aku, bukan Tuan Castin. Tunggu ... Kalian mau apa? Eh, jangan buka! Jangan sentuh! Aaakhh!" teriak Cleona heboh ketika para karyawan mengerumuninya.


"Selesai!" seru karyawan tersebut.


"Kak, ini terlalu terbuka," keluh Cleona sambil menurunkan rok dan menutupi belahan dadanya yang terbuka.


Set!


Tirai langsung mereka buka, Cleona tak berani mengangkat wajahnya. Ekspresi Castin seakan sangat menakutkan baginya. Lenggang beberapa saat, Cleona tak mendengar apa pun, bahkan ia tak mendengar langkah kaki Castin. Cleona lega, setidaknya Castin jauh darinya. Tubuhnya yang terekspos tidak akan terlalu terlihat.


Cleona mengangkat wajahnya perlahan, dan betapa kagetnya ia saat ....


.


.


.

__ADS_1


Bantu Author pilih ekspresi Castin saat melihat Cleona, yuk😍



Stay cool (padahal tegang)





Berikan Jas sambil ngomel (Castin gak rela berbagi)





Senapan berontak, pelayan diusir (gak bisa ditahan lagi)



__ADS_1


__ADS_2