Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 28 ~ Dikeluarkan Dari Sekolah


__ADS_3

Cleona berjalan gontai menuju ruangan kepala sekolah, beberapa murid yang ia lewati, saling berbisik sambil melihat ponsel mereka masing-masing.


Setetes buliran bening yang mengalir langsung Cleona tepis dengan kasar, kala sudah mengetahui kalau berita buruk tentangnya sudah beredar di grup chat sekolah. Mereka semua tak henti bergosip dan terus memberi nilai paling rendah pada diri seorang Cleona Chaves.


Mereka tampak senang karena berita yang beredar membuktikan bahwa tuduhan yang berikan kepada Cleona selama ini adalah sebuah kenyataan. Bukti yang ada terlalu kuat untuk dihindari. Kini, nama Cleona benar-benar sudah hancur. Ia tak hanya terkenal miskin, tapi juga seorang wanita murahan yang sesungguhnya.


Tiba di depan ruangan kepala sekolah, Cleona tak langsung masuk ke dalamnya, melainkan berdiri di depannya. Menyatukan kedua tangan dan berdoa kepada Tuhan. Cleona meminta agar semuanya baik-baik saja. Cleona berdoa agar kepala sekolah mau mendengarkan penjelasan dan mau mempercayainya. Meski kemungkinan itu hanya halu semata.


Tok, tok, tok ....


Cleona mengetuk pintu pelan.


"Masuk!" seru kepala sekolah di dalam sana. Cleona menghirup napas, kemudian menghembuskan perlahan. Setelahnya, ia pun memutar ganggang pintu dan langsung masuk ke dalamnya.


"Kemarilah," titah kepala sekolah dengan suaranya yang khas. Cleona melangkah ragu.

__ADS_1


"Duduk!" titahnya lagi, Cleona pun langsung duduk tepat di hadapan bapak kepala sekolah yang wajahnya terlihat tak bersahabat.


"Yang ada di dalam foto-foto dan video ini adalah kamu, bukan? Jawab jujur!" tegas kepala sekolah to the point. Ia memperlihatkan layar laptopnya ke arah Cleona.


Cleona tak dapat mengelak apalagi membantah. Video begitu akurat dan lengkap, ada scane di mana ia pulang sekolah, lalu berangkat bekerja bersama baby Dizon yang beruntung wajahnya tak terekspos.


Tak hanya itu saja, video itu juga menayangkan semua kejadian di Castil. Kecuali saat ia kabur, karena video langsung berhenti tepat setelah ia dilemparkan ke atas ranjang.


Cleona langsung menundukkan wajahnya dalam karena malu, sedih, marah, semua rasa bercampur jadi satu. Cleona bingung harus menjelaskan darimana. Lututnya terus bergetar ketakutan.


"Tapi, Pak—'


"Jangan kurang ajar, dengarkan bapak bicara sampai selesai baru kamu boleh bicara!"


Cleona menundukkan wajahnya lagi. Kalau yang disebutkan oleh kepala sekolah adalah sebuah fakta mungkin Cleona tak akan berani membela diri. Tapi, yang kepala sekolahnya sebutkan adalah fitnah. Apakah salah dirinya membela diri?

__ADS_1


"Bapak tidak mau nama baik sekolah tercoreng karena dua skandal sekaligus yang sudah kamu lakukan. Sebelum berita ini menyebar sampai keluar, dengan berat hati bapak harus mengeluarkanmu dari sekolah ini."


"Tapi semua itu fitnah, Pak. Seorang bayi di video bersama saya adalah seorang bayi yang saya temukan di tempat sampah. Kalau bapak tidak percaya, saya berani melakukan test DNA. Atau silahkan periksa karena sayan masih gadis perawan," terang Cleona menjelaskan.


"Siapa yang peduli, Cleona. Walau terbukti itu bukan bayimu. Lalu, bagaimana dengan film dewasa yang kamu perankan?"


"Itu ... saya ...."


"Keputusan bapak dan para guru sudah bulat. Kamu harus KELUAR DARI SEKOLAH."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2