
"Tidak mau. Saya hanya mau menjual ginjal, bukan menjual diri!" Tegas Cleona.
"Tubuh Kakak bagus banget, loh. Wajah kakak juga cantik banget. Aku yakin pengusaha-pengusaha kaya raya itu akan memperebutkan kakak, mereka pasti akan memberikan harga yang sangat tinggi untuk Kakak," kata seorang gadis seusia Cleona yang sudah mengenakan pakaian seksi.
"Benar, coba saja dulu. Sayang loh punya tubuh dan wajah bagus tapi tidak digunakan," sahut gadis lainnya. Cleona ingin menangis mendengar perkataan gadis-gadis yang terlihat polos itu.
Entah apa yang mereka pikirkan, dan entah sesulit apa pula kisah yang mereka alami, hingga rela menjual diri kepada pengusaha-pengusaha kaya raya.
Cleona tak ingin menghakimi mereka, meski terdengar bodoh dan rendahan, Cleona yakin mereka pasti punya alasannya sendiri-sendiri. Sama sepertinya, jika saja organ tubuh tidak laku, kemungkinan ia juga akan melakukan hal yang sama, yaitu menjual diri.
"Maaf, saya hanya mau menjual ginjal," balas Cleona menolak bergantian menatap kedua gadis yang tadi membujuknya untuk turut menjual diri.
"Sayang sekali," ucap mereka menggelengkan kepala.
"Buk, tolong. Saya hanya mau menjual ginjal, saya mohon," Cleona memohon kepada wanita paruh baya yang membawanya.
"Baiklah," jawabnya membuat Cleona merasa lega.
"Ryan!" teriaknya memanggil seseorang. Tak berselang lama, seorang pria tulen pun datang mengagetkan Cleona. Tentu saja Cleona kaget, karena pria yang datang tak sesuai ekspektasinya.
Tadinya, Cleona mengira yang datang adalah seorang bawahan dengan tubuh kekar dan menyeramkan. Tidak disangka yang datang justru sebaliknya. Kehadiran pria tulen itu mampu mengurangi rasa takut yang tadinya melanda.
"Ryanti datang, Nyonya," jawabnya. Cleona tak menyangka di tempat seperti ini juga ada seorang pria tulen. Dari dandanan dan penampilannya, Cleona tahu kalau tugas pria tulen itu adalah bertanggung jawab atas penampilan gadis-gadis yang siap dipasarkan.
"Kamu bawa gadis ini periksa ginjal, dia akan menjual ginjalnya," terang wanita paruh baya.
__ADS_1
"Baik, Nyonya."
"Mari, Nona," ajaknya, Cleona pun mengikuti pria tulen hingga tiba di sebuah ruangan yang sama persis seperti ruangan di rumah sakit. Tak hanya itu saja, juga ada banyak peralatan canggih serta seorang dokter dan dua orang suster yang bertugas.
Pria tulen menjelaskan bahwa Cleona akan menjual ginjalnya. Sang dokter dan suster mulai bersiap untuk memeriksa kondisi dan menyocokkan ginjal Cleona dengan data ginjal dari beberapa orang pengusaha yang mengajukan.
"Berbaringlah," titah seorang suster, Cleona pun naik dan langsung berbaring di atas brankar yang tersedia. Kemudian, Dokter mulai memeriksanya dengan segala macam alat canggih.
Setelahnya, Cleona diarahkan kembali ke tempat sebelumnya oleh seorang suster yang bertugas. Suster memberikan sebuah dokumen berisikan data pengusaha-pengusaha yang ginjalnya cocok dengan ginjal Cleona.
"Ikutlah," ajak wanita paruh baya membawa Cleona hingga tiba di sebuah ruangan lainnya. Di dalam ruangan itu ada beberapa pengusaha yang tengah berbincang dengan dikelilingi wanita-wanita tanpa busana, yang bertugas menyuapi mereka anggur dan hal intim lainnya.
Kedatangan Cleona membuat semuanya menghentikan kegiatan mereka masing-masing. Bahkan, mereka mengabaikan wanita mereka demi menatap Cleona yang mempesona walau dengan panampilan lusuhnya. Cleona menelan saliva bersusah payah, ia kembali waspada.
"Lebih tepatnya ginjal baru, Tuan. Ginjal wanita ini cocok dengan data ginjal Tuan Nick, Tuan Juan, Tuan Arkan, Tuan Zayn, dan Tuan Toto. Harga kami buka senilai satu milyar rupiah," tutur wanita paruh baya sambil membaca dokumen di tangannya.
Sementara Cleona lega mendengarnya, karena itu artinya wanita paruh baya itu benar-benar membantunya menjual ginjal, bukan menjual diri.
"1,2 milyar!" seru salah satu pengusaha sambil mengacungkan tangannya. Cleona pun baru tahu kalau harga satu ginjal bisa lebih dari satu milyar. Tapi, tidak masalah bagi Cleona. Satu milyar saja sudah lebih dari cukup baginya.
"Ada yang lain?" tanya wanita paruh baya.
"1,3 milyar!"
"1,5 milyar!"
__ADS_1
"1,7 milyar!"
"2 milar!"
"2,1 milya!"
"Apa ada yang lain?" sunyi, tak lagi ada pengusaha yang menawarkan harga yang lebih tinggi.
"7 milyar!" sahut seseorang pengusaha tersenyum licik menatap Cleona.
"Tuan serius?" tanya wanita paruh baya.
"Serius. 7 Milyar kalau dia menjadi wanitaku."
.
.
.
Nggak lama lagi kok, Guys🙈. Mohon bersabar demi kebahagiaan tingkat dewa😍
Reader : Kepada nggak dikasih temen, Thor?
Author : Sengaja😌. Karena akan langsung Othor kasih .......... (isi sendiri) 🤸
__ADS_1