Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 16 ~ Dilecehkan Teman Sekelas


__ADS_3

"Suara itu ... Mirip seperti suaranya ...."


Cleona mengerutkan dahi, ia mengenali suara yang tak asing itu. Untuk memastikan serta memuaskan rasa penasarannya. Cleona segera bangkit perlahan, turun dari ranjang dan melangkah keluar dari kamar.


Tiba di luar kamar Cleona tak melihat siapa pun. Suara tak asing itu kembali terdengar, Cleona melangkah menuju sumber suara. Dari balik tiang besar Cleona bersembunyi dan mengintip.


"Tisya ini adik kakak!" terdengar suara teriakan Tisya yang menggelegar, tampaknya mereka sedang bertengkar.


"Ternyata benar-benar Kak Tisya," air mata Cleona meluncur dari pipinya. Baru saja ia berharap polisi yang menolongnya dapat kembali membantunya. Namun, harapan itu harus ia buang jauh-jauh.


Cleona pun segera pergi secara diam-diam, "Nona mau ke mana?" seorang pria berpakaian serba hitam menghentikan langkah Cleona ketika ingin keluar dari gerbang.


"Saya mau pulang, Pak. Tolong bukakan gerbangnya," pinta Cleona.


"Nona datang kemari dibawa oleh Tuan Jendral. Maka, Nona boleh pulang kalau Tuan Jendral yang mengantarkan," terangnya menolak keinginan Cleona.


"Tuan Jendral itu sedang sibuk karena ada tamu. Sedangkan saya harus pulang secepatnya karena ada urusan penting yang tidak bisa ditunda, saya mohon buka gerbangnya, Pak," mohon Cleona sambil menyatukan kedua telapak tangannya.


"Kalau begitu akan saya antar, mari ikut saya," pria itu memaksa Cleona untuk ikut dengannya, Cleona pun terpaksa menurut. Diantar oleh siapa pun tidak masalah, yang terpenting bukan Elmer. Cleona tak mau berurusan dengan keluarga Tisya yang kaya raya. Walau sesusah dan sesulit apa pun hidupnya, Cleona masih tetap ingin menjalaninya.


"Stop, Pak!" seru Cleona.


"Sudah sampai di rumah Nona kah?" tanya pria itu sambil melihat sekeliling.

__ADS_1


"Sudah, Pak. Hanya saja rumah saya tidak bisa dilalui mobil karena masuk ke dalam lorong yang kecil," terang Cleona sambil melepas safety belt.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan Nona."


"Baik. Terima kasih untuk tumpangannya," Cleona membungkukkan badannya.


Di perjalanan menuju kontrakan, Cleona mampir ke sebuah warung terlebih dahulu untuk membeli beberapa bungkus mie instan.


Sampai di kontrakan, Cleona langsung merebahkan tubuhnya karena merasa lelah. Sayangnya perut yang lapar membuatnya tak bisa tertidur. Malam itu Cleona kembali menyantap sebungkus mie instan.


***


Keesokan harinya, Cleona bangun pagi-pagi sekali karena hari itu adalah hari senin. Yang pertama Cleona lakukan di pagi itu adalah menyedot ASI guna mengurangi rasa sakit. Setelahnya barulah Cleona membersihkan diri dan bersiap-siap.


"Semangat Cleona. Mungkin uang sepuluh juta itu bukan rejekimu, Tuhan pasti akan memberikanmu rejeki dengan cara yang lain," Cleona menenangkan dirinya sendiri.


"Eh Nyonya Marilyn Monroe kw sudah datang," Marilyn Monroe merupakan Legend perfilman Hollywood di awal abad ke-20. Nama itu menjadi ejekan untuk Cleona karena sama-sama memiliki payu dara yang besar. Hanya sebuah ejekan sudah biasa bagi Cleona. Ia hanya perlu menebalkan telinga.


"Widih, makin gede aja," seorang murid laki-laki tergoda oleh kedua gundukan Cleona.


"Lo mau pegang, nggak?" tanya seorang murid perempuan di sebelah Cleona.


"Pegang doang, re mas dong," seorang murid laki-laki lainnya muncul.

__ADS_1


Dua orang murid perempuan bangkit dari duduknya lalu mendekati Cleona dengan senyuman licik mereka. Cleona langsung berdiri karena perasaannya mulai tak enak.


"Mau lari ke mana kamu, Sayang?" seorang murid laki-laki menahan Cleona.


"Jangan! lepaskan!" Cleona berontak, tapi terlambat karena dua orang murid perempuan sudah mencengkram tangan Cleona di sisi kiri dan kanan, membuat Cleona tak dapat melakukan apa pun.


"Bim, jangan lepaskan katanya, haha ..." ejek mereka.


"Lepaskan! Aku mohon lepaskan!" Cleona berusaha berontak kala kedua murid laki-laki sudah siap mere mas kedua gundukannya.


"Sok jual mahal Lo!" tangan mereka semakin dekat pada gundukan Cleona.


Cuih! Cuih!


Cleona meludahi mereka semua, mereka pun melepaskan Cleona dan menghindar karena merasa jijik.


Namun, seorang murid laki-laki sudah terlanjur emosi, dia mendekati Cleona lalu ....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2