Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 90 ~ Aku Ingin Pergi


__ADS_3

Sore menjelang malam, Cleona yang baru sampai di rumah langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Nana memilih pergi ke rumah sakit untuk menemani ayahnya yang dirawat.


Usai mandi dan bersiap, Cleona segera keluar dari kamar. Ia berjalan cepat menghampiri bibi Gina yang tengah bertugas menyiapkan makan malam.


"Kak Castin kapan pulang, bi?" tanya Cleona yang sudah mulai akrab dengan beberapa pelayan di mansion.


"Tuan sedang di jalan, Nona. Sebentar lagi pasti pulang," jawab bibi Gina.


"Baik, terima kasih." Cleona langsung bergegas menuju pintu utama untuk menyambut kepulangan Castin.


"Kak Cleona," sapa Anna yang rupanya sudah lebih dulu berdiri di depan pintu utama.


"Anna," balas Cleona ramah. Meski Cleona lebih muda darinya. Tapi, Anna lebih suka menjadi adik, karena itulah ia memaksa Cleona untuk memanggilnya Anna, bukan Kak Anna.


"Nungguin Kak Castin, ya? Tumben," goda Anna, pipi Cleona langsung merona.


"Kamu nungguin siapa?" tanya balik Cleona.


"Nungguin calon suami," jawab Anna dengan bola mata berbinar. Cleona menggeleng kepala, Anna tergila-gila pada Asisten Helder. Karakter Anna yang cerewet, disatukan dengan Asisten Helder yang dingin. Entah apa yang akan terjadi dengan kisah cinta mereka.


"Kak Cleona," panggil Anna mendekat.


"Hem," jawab Cleona penasaran.


"Bantuin aku nikah sama Asisten Helder dong," bujuknya.


"Asisten Helder sudah jadi kekasihmu?" tanya Cleona, Anna menggeleng cepat.


"Lalu, bagaimana caranya kakak membantumu? Menikah harus didasari atas dasar saling cinta."


"Oh, itu artinya Kak Cleona cinta dong sama Kak Castin," ledek Anna membuat Cleona tersenyum malu meski ia meragukan perasaannya terhadap Castin.


"Aku sudah menyatakan perasaanku padanya, dia tidak menjawab tidak ataupun iya. Dia hanya bilang akan memikirkan pasangan setelah Kak Castin benar-benar sudah bahagia dengan pasangan yang dia cinta. Untuk itulah, Kak Cleona bujuk kak Castin agar menikahi kakak secepat mungkin," desak Anna memohon.


"Ba-bagaimana mungkin," balas Cleona gugup.

__ADS_1


"Ayolah, Kak. Tolong bantu aku."


"A-akan kakak coba," jawab Cleona terpaksa. Mana mungkin dia berani mendesak Castin untuk menikahinya.


"Terima kasih, Kak Cleona," Anna memeluk Cleona erat. Cleona tersenyum kecut.


Tak lama kemudian, mobil sport yang dikendarai Asisten Helder berhenti tepat di hadapan mereka. Keduanya bersiap menyambut pria mereka masing-masing.


"Kak Castin," panggil Cleona kaku, memanggil Castin dengan panggilan kakak membuatnya sedikit risih. Rasanya seperti ia sudah melakukan tindakan kurang ajar, karena bagaimana pun Castin adalah seorang pangeran.


Castin tersenyum puas, karena itu adalah pertama kali Cleona menyambut kepulangannya. Seakan beban pekerjaan yang ia pukul langsung sirna kala mendengar suara lembut dan senyuman manis Cleona.


Cleona ingin membantu membawakan tas kerja Castin. Tapi, Castin menolak bantuannya. Castin justru meraih pinggang ramping Cleona, dan membawanya menuju kamar.


Castin tak mempedulikan nasib sang Asisten yang seakan terjebak situasi dan kondisi. Asisten Helder tak beranjak dari mobil dan tetap berdiam diri di kursi kemudinya. Sementara Anna terus menggedor-gedor jendela mobilnya.


Asisten Helder menghela napas kasar, lalu terpaksa membuka kaca jendela. "Buka pintunya, aku ingin bicara empat mata," pinta Anna memaksa.


"Maaf, Nona. Saya harus pulang secepatnya," sahut Asisten Helder.


"Sebentar saja," keukeuh Anna memasukkan kepalanya, membuat Asisten Helder tak punya pilihan lain, selain membukakan pintu mobil.


"Aku ingin ikut ke apartemenmu," paksanya.


"Nona, saya—"


Brrum....


Mobil langsung melaju ketika Anna tanpa ragu menekan sebuah tombol berkedip merah.


***


Castin membawa Cleona hingga masuk ke dalam kamarnya. Cleona dengan telaten membantu melepaskan dasi yang melingkar di leher Castin. Tak hanya Cleona yang gugup melakukan hal yang tak pernah ia lakukan tersebut. Tapi, Castin juga nampak gugup. Gugup karena menahan sesuatu yang tanpa ia sebut reader pasti sudah tahu jawabannya.


"Apa sedang latihan jadi istri yang perhatian?" ledek Castin, Cleona tersenyum kecil dengan dengan pipi yang merah merona.

__ADS_1


"Baby d bagaimana?" tanya Castin lembut.


"Saat aku pulang dia sedang tidur, sekarang juga masih tidur. Setelah dari sini, aku akan membangunkannya dan menyusuinya," terang Cleona beralih membuka kancing kemeja Castin satu persatu.


"Biar aku saja, kamu duduklah," Castin tampak sudah tak lagi sanggup menahan hasratnya. Hampir saja ia pingsan kalau tak mengakhiri adegan intim tersebut. Berada di dekat Cleona membuat insting kelelakiannya langsung bangkit.


Ketika Castin bertelanjang dada, Cleona langsung mengalihkan pandangan. Tubuh Castin membuatnya malu sekaligus terpesona tentunya.


"Tunggulah sebentar, aku tidak akan lama," Castin pamit menuju kamar mandi.


Cleona bangkit, kemudian menyiapkan piyama untuk Castin. Beberapa menit kemudian, Castin keluar dari kamar mandi. Lagi dan lagi Cleona mengalihkan pandangan.


Tubuh kekar dan wajah tampan Castin, semakin mempesona ketika setengah basah. Cleona merasai dadanya yang berdebar lebih kencang, melihat Castin yang seperti itu sangat berbahaya untuk kesehatan jantungnya.


Castin tersenyum simpul, lalu dengan cepat mengenakan pakaian agar Cleona tak menunggunya lama. Begitu selesai, Castin pun segera duduk di sebelah Cleona. Tangan kekar itu meraih tubuh ramping Cleona, kemudian memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" tanya Castin tentu tahu isi hati Cleona. Perhatiannya yang ia berikan dengan tulus, tentu ada harga yang harus Castin bayar.


"A-aku ingin pergi—"


"APA!? PERGI? SAMPAI KAPAN PUN, AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU, CLEONA!"



Author : Sabar weh, jan ngegas dulu napa🙄.



Author : RUN BESTI RUN, Babang Castin ngamok malah buka baju💃💃💃. Mau kalian dibanting, dihajar di atas kasur💃💃💃


Reader : (sibuk ngitung jumlah rambut)


.


.

__ADS_1


.


Ramaikan juga dong novel Othor di sebelah FAKE AFFAIR🥺. Biar semangat nulis yang di sini, kalau yang di sana juga ramai🥲. Makasih, Guys. Othor hug satu satu😘


__ADS_2