
"Sa ... Saya baik-baik saja, Tuan," jawab Cleona dengan suara yang seakan tak bertenaga.
"Tetap di sini, akan aku panggilkan dokter," Castin akan langsung pergi memanggilkan dokter, tapi Cleona justru menahannya.
"Ada apa?" tanya Castin heran.
"Tidak perlu panggil Dokter, Tuan. Saya baik-baik saja, kalau boleh, saya minta makanan saja," lirih Cleona dengan suara lemahnya.
"Baiklah, tunggu sebentar," jawab Castin langsung pergi menuju ruang makan. Castin meminta para chef terbaik untuk menyiapkan makanan terbaik yang bagus untuk ibu menyusui.
Meski Cleona melarangnya memanggil Dokter, tapi Castin tetap menelpon sahabatnya yaitu Dokter Calvin.
"Calvin," panggil Castin ketika panggilannya tersambung.
"Maaf, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Castin tak heran meski panggilannya ke ponsel Calvin malah diangkat oleh seorang wanita, karena wanita itu tak lain adalah Asisten pribadi Dokter Calvin.
"Di mana Calvin?" tanya Castin to the point.
"Saat ini Tuan Calvin dan dokter lainnya sedang menangani banyak pasien karena baru saja terjadi kecelakaan masal. Kalau Tuan Castin punya urusan penting dengan Dokter Calvin, saya akan panggilkan dia sekarang," tutur Asisten Calvin yang berprofesi sebagai dokter umum. Karena profesinya itulah ia jarang berada dekat dengan Dokter Calvin meski ia adalah seorang Asisten.
"Tidak perlu Calvin, kau saja kalau begitu," balas Castin cepat. Lebih bagus lagi Dokter Nara daripada Calvin. Karena Dokter Nara adalah seorang wanita, Castin tak perlu khawatir.
"Baik, Tuan. Saya akan segera ke sana," jawab Dokter Nara. Sebagai seorang Asisten Dokter Calvin. Dokter Nara selalu siap siaga menggantikan tugas Dokter Calvin yang lebih ringan. Karena saat ini Dokter Calvin tengah sibuk di meja operasi.
__ADS_1
Setelah menghubungi Dokter Nara dan makanan siap, Castin pun langsung membawanya masuk ke dalam kamar Cleona.
Sementara Cleona tengah berusaha memperbaiki posisi berbaringnya. Cleona serba salah karena rasa sakit luar biasa ia rasakan pada bekas luka operasinya. Jelas luka itu sudah lama kering dan sembuh, tapi entah kenapa ia terus saja merasa kesakitan.
"Kau benar-benar pucat, Cleona," ucap Castin yang datang sambil membawa minuman. Sementara di belakangnya ada seorang pelayan yang mendorong meja berisi makanan lezat khusus untuk Cleona.
"Saya baik-baik saja, Tuan," jawab Cleona mencoba bangkit, tapi gagal. Ia benar-benar kehabisan tenaga usai disedot ASI-nya.
Castin sigap membantu Cleona bangkit, lalu memposisikan meja canggih itu di atas ranjang Cleona, hingga Cleona dapat meraihnya dengan mudah.
"Sekarang makanlah."
"Terima kasih, Tuan," ucap Cleona tulus dan mulai menambah energinya dengan makanan sehat yang disiapkan untuknya.
"Istirahatlah, aku akan membawanya keluar saja," Castin siap pergi.
"Tapi sepertinya baby d lapar, Tuan."
"Asimu sudah dipindahkan ke dalam botol ini, kau tidur saja agar tenagamu kembali pulih," Castin pun keluar dari kamar Cleona sambil membawa putranya dan juga sebotol dot asi Cleona yang sudah dipindahkan.
Tepat saat tiba di luar kamar, Dokter Nara yang ia panggil akhirnya datang. Castin menyerahkan baby d kepada kepala pelayan Gina, sedangkan dirinya langsung mengantar Dokter Nara masuk kembali ke dalam kamar Cleona.
"Tuan," ucap Cleona kaget dengan kedatangan Castin bersama dengan seorang dokter wanita cantik.
__ADS_1
"Apa keluhannya, Nona?" tanya Dokter Nara langsung mendekat.
"Tidak adβ"
"Pepaya, Nara." potong Castin membuat kedua pipi Cleona merona.
"Pepaya?"
R : Pepaya mulu, Thor. Apa nggak ada pembahasan lain?
A : Yang dilihat baru pepaya doang, yang dibahas ya pepaya doangπ. Ntar kalau udah lihat yang lain, baru lain lagi pembahasannya ππ
.
.
.
Makasih banyak atas sarannya, ya, Guys ππ» Kalau Othor agak mendingan, ntar agak malam sebab lagi. Tapi gak janji yaππ»
Bajunya dipakai Bang Castin, kasian readers jadi gerahππ
__ADS_1