
Biasanya Castin pulang kerja pada pukul sembilan malam. Namun, kali ini ia pulang awal yaitu pada pukul lima sore. Castin pulang lebih awal karena mengkhawatirkan keadaan putranya dan juga takut Cleona membawa kabur putranya.
Saat mobil berhenti tepat di depan pintu utama mansionnya, Castin langsung keluar dari mobil dan melanjutkan langkahnya masuk ke dalam mansion dengan terburu-buru. Para pengawal sampai keheranan melihat apa yang tuan mereka lakukan.
Tanpa berkata apa pun, Castin langsung melangkah masuk ke dalam kamar Cleona yang kebetulan tidak dikunci. Saat masuk, Castin menghampiri sang putra yang masih berada di dalam keranjang ayunan super mewah. Wajah Castin seketika berubah kecewa kala melihat baby D yang masih saja terlelap dengan nyenyaknya.
"Nyenyak sekali tidurnya, Sayang. Apa selama ini tidurmu tidak nyenyak?" Castin mengajak bicara putranya sambil mengusap pucuk kepala sang baby dengan penuh kelembutan.
"Aakh!" jerit seseorang dari dalam kamar mandi sampai-sampai membuat baby D terbangun dan menangis histeris.
Semula Castin ingin mengecek langsung ke sumber suara jeritan, tapi ia lebih memilih menepuk-nepuk pelan putranya hingga kembali terlelap.
Setelah itu, Castin langsung mendekat pada pintu kamar mandi. Tak melihat Cleona dari awal masuk ke dalam kamar, Castin pun yakin kalau di dalam kamar mandi adalah Cleona dan Cleona juga yang barusan berteriak.
"Kau di dalam?" tanya Castin sambil mengetuk pintu.
"Iya, Tuan," jawab Cleona pelan.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Castin lagi.
"Saya terjatuh, Tuan," jawab Cleona lagi.
"Terluka?"
"I-iya, aw!" jawabnya dengan ringisan kesakitan.
"Menjauhlah sedikit, aku akan mendobrak pintunya," pinta Castin.
__ADS_1
"Ja-jangan, Tuan!"
"Kenapa?"
"Saya tidak berpakaian," jawab Cleona dengan suaranya yang semakin melemah, tanpa sadar Castin dibuat khawatir.
"Ya bagus," sahut Castin dengan bayangan tubuh polos Cleona mulai mengganggunya. Castin menggelengkan kepala cepat.
"Sebentar, Tuan," di dalam kamar mandi, tepatnya di lantai dingin dan licin, Cleona yang terluka di pergelangan kaki tengah berusaha meraih handuk.
Beberapa detik kemudian, ia pun berhasil mendapatkan handuk mini yang semula ia gantung. Cleona langsung melilitkan handuk mini itu di tubuhnya yang semok, walau tak bisa menutup sepenuhnya. Tapi, setidaknya itu lebih baik dari pada Castin melihatnya benar-benar polos.
"Masih lama?" tanya Castin di luar sana.
"Sudah, Tuan," jawab Cleona dan Castin langsung mendobrak pintu kamar.
BRAK!
"Tuan," panggil Cleona heran. Cleona tak tahu bahwa saat ini Castin tengah menderita karena menahan betapa sesak dan pusing efek dari pistol airnya yang kaget dan langsung berubah menjadi senapan.
Castin menarik napas, lalu menghembuskan perlahan. Saat sudah merasa lebih baik, ia pun kembali mendekati Cleona. Sesekali Castin memejamkan mata, memang sangat indah dipandang. Tapi, juga sangat menyakitkan karena tak dapat merasakan.
Meski demikian, Castin berhasil mengontrol diri. Ia menggendong Cleona yang semok, lalu membaringkannya perlahan ke atas ranjang. Cleona meraih selimut, lalu segera menyelimuti tubuhnya yang hanya berbalut handuk mini.
"Tuan mau ke mana?" tahan Cleona saat Castin akan pergi.
"Panggil Dokter."
__ADS_1
"Tidak perlu, Tuan. Hanya terluka sedikit saja, saya minta tolong ambilkan kotak p3k saja kalau ada," pinta Cleona dengan suara yang begitu lembut dan sopan. Castin pun segera mengambil kotak p3k dan memberikannya kepada Cleona.
"Terima kasih banyak, Tuan. Maaf sudah merepotkan."
Castin berdehem lalu berkata, "Tentu saja tidak gratis," Cleona merasa ada yang tidak beres dengan tatapan mata menginginkan serta senyuman mesum yang Castin tunjukkan padanya.
"Jadi, saya harus membayar jasa Tuan?" tanya Cleona mengerutkan alis heran.
"Tentu saja."
"Bayar dengan apa? Saya belum punya uang."
"Dengan ....
DENGAN VOTE KARENA HARI INI ADALAH SENIN🙌😘
.
.
.
Author Mode Curhat : Ada yang tahu nggk berapa pendapatan novel ini? Recehan, GuysðŸ¤. Ya recehan, tetap Alhamdulillah dong🤲. Tapi coba tebak apa yang bikin author semangat nulisnya? Jawabannya ... ya kalian semua, Guys😘. Kalian yang baca, kalian yang like, kalian yang komen, kalian yang kasih hadiah, vote dan bintang limanya. Dukungan-dukungan kalian semualah yang membuat Othor semangat nulisnya.
Awal publish, novel ini rencananya bakal slow Update, kayak semingu satu atau dua bab gitu. Tapi, saat melihat banyaknya komen di novel ini, semangat Othor langsung menggebu-gebu🙈. Karena biasanya novel ongoing author, paling banyak komen satu bab itu sekitar 20an. Sedangkan di novel ini bisa tembus 90an lebih. Terharu banget sih, rasanya pengen datangin kalian satu persatu, terus kita ngomongin pistol air, senapan dan pepaya gantung🙈🤣🤣🤣
Luv banget ama kalian semua, calangeo-calangeo pokoknya mah😘
__ADS_1
Castin Afson