
DOR!
Belum sempat bibirnya menyatu dengan bibir Cleona, pria tersebut telah tersungkur ke rumput yang mulai kering, satu peluru menembus belakang kepalanya, pria tersebut langsung meregang nyawa.
Semua yang ada di lokasi langsung menoleh ke sumber tembakan, ketika menengadah ke atas, mereka semua dibuat kaget dengan kehadiran dua helikopter yang siap mendarat.
Genk kurcaci, tiga orang temen Tisya dan lima orang pria suruhan Tisya langsung lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri. Hanya Tisya yang diam mematung di sana, mengenali yang datang adalah Castin, yang tak lain adalah sahabat dari kakaknya, Tisya langsung berlari menghampiri Cleona dan berpura-pura menjadi korban.
Ketika helikopter mendarat, Castin langsung turun.
Jika tak melihat secara langsung, Tisya tak akan percaya bahwa seorang pria yang menjadi penyokong Cleona adalah seorang Prince Castin Afson. Tubuh Tisya bergetar ketakutan.
Benar-benar di luar dugaan. Namun, senjata api yang Cleona punya seolah menjadi bukti kuat yang tak bisa diganggu gugat.
"Tangkap mereka semua hidup-hidup!" titah Castin membentak, lalu segera berlari menuju Cleona.
"Minggir!" bentak Castin menyingkirkan Tisya dengan senapan M-16 nya, seakan jijik bila menyentuh Tisya secara langsung.
"Kak Castin, Cleona akan baik-baik saja, bukan?" tanya Tisya berpura-pura.
Castin tak peduli, ia langsung melepaskan jas, kemudian menutup dada Cleona yang terekspos.
"Pengawal!" teriak Castin sambil menggendong tubuh Cleona.
__ADS_1
Beberapa orang pengawal mendekat, salah satu diantara mereka mengamankan Tisya, Tisya langsung berontak dan mengaku tidak bersalah. Sementara para tentara sudah menemukan semua pelaku yang tadinya melarikan diri. Sedangkan Nana yang tak sadarkan diri telah diamankan.
"Tuan prince Castin, saya tidak bersalah dan saya adalah korban. Ayah saya adalah pemilik DN Grup, tolong lepaskan saya," mohon salah satu genk kurcaci.
"Oh, jadi ayahmu pemilik DN Grup?" Castin menyeringai.
"Iya, Tuan prince Castin. Tolong lepaskan saya," mohonnya.
"Periksa satu-persatu latar belakang mereka semua, setelah itu hancurkan keluarga mereka," titah Castin, genk kurcaci dan ketiga teman Tisya berteriak histeris.
"Diapakan mereka semua, Tuan?" tanya salah satu tentara kerajaan.
Castin tersenyum smirk persis seperti seorang Psycho. "Kuliti tangan dan kaki mereka semua, pastikan tidak langsung mati. Setelah itu, ikat di pohon dengan menggunakan tali besi, kemudian bakar hidup-hidup. Jangan lupa buat rekaman, lalu kirimkan padaku," teriakan semua pelaku semakin histeris.
"Nona Tisya bagaimana, Tuan?" tanya seorang pengawal yang mengamankan Tisya yang terus berontak dan memohon agar dilepaskan.
"6x6\=36. Bawa dia ke markas dan kumpulkan tiga puluh enam pengawal lalu perkosa dia," titah Castin dengan santainya.
Jika yang akan memperkosa Cleona ada 6 orang, maka untuk memperkosa Tisya adalah 36 orang. Bagi Castin, itu adalah hukuman yang paling ringan, mengingat Tisya adalah adik dari sahabatnya.
Setelah itu, Castin langsung membawa Cleona masuk ke dalam helikopter yang di dalamnya juga sudah ada Nana, helikopter kembali mengudara menuju rumah sakit kerajaan. Sementara helikopter satunya membawa Tisya yang akan dieksekusi oleh tiga puluh enam pengawal di markas.
***
__ADS_1
"Bagaimana, Dokter?" tanya Castin khawatir.
"Nona Cleona baik-baik saja, Tuan. Nona pingsan karena mengalami shock dan trauma. Setelah sadar nanti, tuan harus membuat nona merasa aman lebih dulu. Oh ya satu lagi, untuk saat ini jangan meminta nona untuk menceritakan apa yang terjadi," terang dokter kerajaan yang sebelumnya juga menangani infeksi Cleona.
"Baiklah," jawab Castin singkat.
"Kalau begitu saya akan memantau perkembangan nona Nana," dokter pamit.
"Pastikan Nana juga baik-baik saja," pinta Castin karena kondisi Nana memang cukup parah. Nana diberikan racun yang membuatnya otot tubuhnya tak bekerja. Racun terbaru itu dapat membuat lumpuh seluruh tubuh selamanya bila tak ditangani dengan baik.
"Baik, Tuan."
Setelah kepergian dokter, Castin duduk di pinggir ranjang. Lalu menitikkan air mata karena merasa menyesal karena membiarkan Cleona pergi camping hingga lepas dari pengawasannya.
Hampir ia kehilangan calon istrinya bila terlambat sedikit saja. Hanya Cleona yang dapat membuatnya menitikkan air mata. Castin merasa bersalah, karena apa yang terjadi pada Cleona adalah karena kebodohannya.
"Aku tidak bisa menunda waktu lagi, aku harus menikahimu. Kemudian mengumumkan ke seluruh dunia kalau kamu adalah istriku, agar tak ada seorang pun yang berani melukaimu bahkan menyentuhmu."
.
.
.
__ADS_1