Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 84 ~ Kembali Sekolah


__ADS_3

Dengan pakaian rapi, tas bermerek dengan harga puluhan juta rupiah, tak ketinggalan kecantikan yang selama ini tak terlihat, kini tampak begitu mengagumkan. Saat memasuki halaman sekolah, semua mata hanya tertuju pada Cleona.


Jika dulu semua mata memandang rendah dirinya karena penampilan yang amat lusuh. Maka kini sebaliknya. Semua mata tertuju pada Cleona karena terpesona oleh kecantikan dan keseksian tubuh Cleona yang indah dengan lekukan yang melebihi gitar spanyol.


Meski sudah sesempurna itu, tapi Cleona tetaplah Cleona. Gadis yang lemah, pemalu, pendiam yang berjalan sambil menundukkan kepala. Lihatlah bagaimana geramnya Nana yang menyaksikan pemandangan itu.


Ingin sekali ia berlari ke sana, lalu mencongkel semua mata yang membuat nonanya tak nyaman. Namun, apa boleh buat, ia belum bisa melakukan hal itu karena harus ....


"Mari ikut bapak, Nak," ajak seorang guru yang bertugas mengurus siswa baru. Nana pun terpaksa ikut terlebih dahulu karena memang ia harus menyerahkan berkas pemindahannya.


Sedangkan Cleona akhirnya berhasil tiba di kelas lamanya. Saat masuk ke dalam kelas, semua murid tercengang melihat kedatangannya. Salah satu dari mereka melangkah maju mendekati Cleona.


"Kalian semua lihatlah, sang aktris kita sudah kembali dengan penampilan barunya. Sepertinya dia sudah terkenal sekarang," tuturnya mengelilingi Cleona dengan berpangku tangan.

__ADS_1


Murid lainnya tersenyum merendahkan, bagi mereka Cleona sama saja meski sudah berpenampilan sangat rapi dan bersih. Namun, berbeda dengan murid laki-laki. Lihatlah bagaimana mereka tak mengedipkan mata sedetik pun kala memandang Cleona.


Salah satu murid perempuan lainnya ikut bangkit, meraih dan memainkan rambut panjang Cleona sambil berkata, "Hai Cleona, apa kabar? Bagaimana film dewasa yang kamu bintangi? Apa sukses? Sepertinya sukses besar, ya? Lihatlah kamu bahkan sudah menemukan om-om yang tepat. Bisa kembali sekolah padahal sudah dikeluarkan dengan tak terhormat. Sekaya apa om-om itu?"


"Selain kaya, apa dia sudah tua dengan tubuh pendek, perut buncit, kepala botak, bukan?" sahut lainnya ikut berdiri mendekati Cleona. Cleona hanya diam, menundukkan wajah tanpa mampu menyangkal apa yang dikatakan teman sekelasnya.


"Ekhm!" dehem seorang gadis dengan tubuh serba mini, baik pepaya, bamper belakang, wajah, lengan dan kaki. Meski kurus, tapi kakinya sangat jenjang. Tinggi tubuhnya mencapai 175 cm, berbeda 10 cm dengan Cleona yang hanya memiliki tinggi 165 cm.


Semua mata tertuju pada gadis berparas cantik itu. Apalagi keberaniannya terpancar begitu jelas dan terlihat dari raut wajahnya yang arogant.


Dengan penuh keberanian serta raut wajah arogant, Nana mendekati tiga gadis yang berdiri mengelilingi Cleona. Ia berpangku tangan, memandang rendah ketiga gadis itu. Yang berucap paling terakhir menjadi sasaran mata tajamnya.


"Om-om tua, bertubuh pendek, perut buncit dan kepala botak. Ciri-ciri yang kau sebutkan tadi, bukankah ciri-ciri ayahmu sendiri?" ungkap Nana membuat heboh seisi kelas karena menertawakan gadis sebelumnya yang mengatai Cleona. Nana tidak salah, gadis itu memang menyebut ciri-ciri ayahnya sendiri.

__ADS_1


"Pantas kau juga pendek, haha...." balas murid laki-laki membuat tawa seisi kelas kembali pecah.


"Berati ayahnya berselingkuh dengan Cleona, Cleona adalah calon ibu tirinya, haha ...." sahut murid laki-laki lainnya.


Sementara Nana tetap pada posisi semula dan senyuman miringnya.


Tak terima dengan fakta yang Nana beber. Gadis bertubuh pendek itu dengan lancang mengangkat tangan, mengayunnya cepat, siap memberikan cap lima jari di pipi Nana.


"Beraninya kau mengatai ayahku!"


PLAK!


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2