
Keesokan harinya, Cleona bangun pagi-pagi sekali. Ketika Nana masuk ke dalam kamar, Cleona telah siap dengan pakaian camping serta telah selesai memompa banyak asi hingga merasa lemas.
"Astaga, Cleona," Nana panik kala melihat wajah pucat Cleona, Cleona bergegas mengambil liptint, kemudian mengaplikasikan ke bibirnya karena tak ingin Castin melihat wajah pucatnya, dan berakhir melarangnya pergi camping.
"Tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja setelah sarapan nanti," tutur Cleona membuka pintu ranjang baby d, kemudian masuk ke dalam ranjang bayi yang luasnya sama dengan ranjang miliknya. Hanya saja ranjang baby d dikelilingi pagar dari kayu.
Di dalam ranjang itu, Cleona menyusui baby d yang sebenarnya memang telah bangun dari tadi, hanya saja ia tak rewel sama sekali dan asik bermain sendiri dengan mainannya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan bantu siapkan tasmu."
"Terima kasih, Nana."
"Sama-sama."
Setelah selesai dengan segala urusan, Cleona menuju ruang makan sambil membawa baby d. Kepala palagan Gina segera mengambil alih baby d. Cleona dan Nana duduk di meja makan.
Tak lama menunggu, Castin pun tiba dengan setelan kerjanya. Cleona menundukkan wajahnya kala Castin meledeknya dengan senyuman nakal.
__ADS_1
"Makanlah yang banyak," Castin duduk di hadapan Cleona, Cleona mengangguk dan langsung melahap berbagai macam makanan sehat di hadapannya.
Saat sudah berada di luar pintu utama, Castin dibuat bertanya-tanya karena mobil mewah yang akan ia naiki adalah mobil yang lain. Bukan mobil yang biasanya dibawa oleh Asisten Helder.
Ketika masuk ke dalam mobil, Castin kembali dibuat heran karena yang mengemudikan mobil bukan Asisten Helder.
"Di mana Helder?" tanya Castin singkat.
"Asisten Helder berpesan agar tuan membuka pesan darinya, Tuan." jawab sang supir sopan. Castin langsung melihat chat yang masuk.
Asisten Helder : Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena tidak bisa mengantar tuan pagi ini. Saat ini saya sedang berada di rumah sakit, semalam nona Anna berbuat ulah. Tapi, tuan tidak perlu khawatir karena nona Anna sudah baik-baik saja. Saya akan datang ke perusahaan setelah mengantar pulang nona Anna.
Tak lama kemudian, mobil pun berhenti di depan sekolah Cleona. Beberapa bus telah menunggu di depan sana. Cleona dan Nana segera pamit, Castin meminta Nana untuk menjaga Cleona dengan baik. Setelah keluar dari mobil, Nana dan Cleona segera berlari menuju bus yang sudah menunggu mereka. Sedangkan Castin masih menunggu karena tidak akan ada yang mengenalinya, dengan mobil yang berbeda.
Ketika bus Cleona mulai melaju, barulah Castin memberi perintah kepada supir untuk melanjutkan perjalanan menuju perusahaan.
Di dalam bus, Nana dan Cleona duduk berdampingan. Tiga gadis yang biasanya mem-bully Cleona, tampak menyunggingkan senyuman licik. Tapi, Cleona dan Nana tak peduli. Keduanya sibuk melahap makanan ringan yang disiapkan oleh pelayan kerajaan. Sementara Tisya dan genknya berada di mobil lainnya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, para murid pun tertidur karena perjalanan masih panjang. Mereka akan camping di salah satu hutan yang jaraknya sangat jauh dari kota. Tapi, masih berada di negara Oesteria tentunya.
"Bangunlah semuanya, kita sudah sampai!"
Seruan itu membangunkan Cleona dan Nana, keduanya keluar lebih dulu. Selama ada Nana di sisi Cleona, siapa pun tak ada yang berani mengganggu Cleona. Bahkan, Nana tak segan-segan menatap tajam siapa pun yang menatap Cleona lama.
Perjalanan dilanjutkan dengan melewati hutan lebat, semakin jauh mereka masuk, cahaya pun semakin menghilang. Mereka berjalan cukup jauh hingga akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk membangun tenda.
Beberapa guru mengumpulkan semua murid dan mengecek satu persatu. Setelah semuanya lengkap, mereka pun dibuat perkelompok. Nahasnya, Cleona dan Nana malah satu kelompok dengan tiga gadis yang mem-bully Cleona.
Meski begitu, Cleona sama sekali tak khawatir apalagi takut, karena Nana berjanji akan selalu menjaganya dengan baik apa pun yang terjadi. Cleona begitu mempercayai Nana, karena ia tahu Nana sangat kuat, hebat dan tak terkalahkan.
"Kalian bertiga bangun tenda kalian sendiri," ucap Nana membawa Cleona ke tempat lain, cukup berjarak dari tiga gadis itu. Nana dan Cleona mulai memasang tenda mereka bersama. Masalah memasang tenda, Nana adalah ahlinya. Keduanya tampak sangat bahagia, terutama Cleona, karena pergi camping adalah impiannya sejak dulu.
"Lihat saja nanti, aku pastikan senyuman bahagia itu akan berganti dengan tangisan histeris."😏
.
__ADS_1
.
.