
Ting!
Lift tiba-tiba terbuka.
Cekrek!
Castin yang tengah melingkarkan bibirnya di biji pepaya jumbo langsung menengadah ke sumber suara, dengan posisi bibir yang masih bertengger di biji pepaya jumbo milik Cleona.
Sementara Cleona tak tahu apa pun karena matanya masih terpejam dan wajah masih ia tutup dengan kedua telapak tangan.
"Yeay dapat! Langsung kasih lihat Papa dan Mama ah!" seru seorang wanita berparas cantik yang langsung berlarian usai memotret aksi Castin yang saat itu tengah beraksi. Castin yang kaget langsung beranjak dari posisinya.
"Anna!" teriak Castin langsung bangkit. Kemudian reflek menutupi kedua gundukan Cleona agar tak terlihat oleh para pengawal yang tampak berlari ke arah lift yang sudah terbuka lebar.
"Tuan terluka," ucap Asisten Helder khawatir kala melihat punggung tangan Castin yang masih mengalirkan darah segar.
Castin tak peduli, ia langsung mengangkat tubuh Cleona ke udara, lalu berlarian menyusul Anna yang juga berlari menjauh sambil berseru, "Tidak sia-sia Anna ngikutin Kak Castin seharian!" Anna masih berlarian dengan gembira.
"Sensor dulu, Anna!" teriak Castin berharap sang adik kesayangan memberikan sensor pada gambar yang ia dapat, sebelum diperlihatkan kepada kedua orangtuanya.
"Iya-iya! Takut amat!" sahut Anna yang sudah masuk ke dalam mobilnya sendiri dan langsung tancap gas untuk pulang dan memberitahu kedua orangtuanya tentang berita menggemparkan yang ia dapatkan.
__ADS_1
Castin menghela napas kasar dengan perasaan tak karuan.
"Tu-tuan," panggil Cleona dengan wajah merah merona. Castin mengerti bagaimana perasaan Cleona saat ini.
"Tenang saja, dia adalah Anna adikku," jawab Castin menjelaskan sambil tetap menggendong Cleona ala bridal hingga tiba di mobil yang sudah siap siaga.
Anna Afson, seorang gadis yang sudah berusia dua puluh tahun. Tak jauh berbeda dengan Harles, Anna juga terkenal akan sikapnya yang tak mencerminkan seorang putri kerajaan.
Bila Harles suka keluar masuk penjara, maka Anna suka bolos sekolah. Yang ia pikirkan dan inginkan hanyalah menikah, padahal ia tak memiliki seorang kekasih.
Salah satu alasannya menguntit sang kakak adalah agar ia mendapat kesempatan seperti saat ini. Mendapatkan gambar aksi mesum sang kakak, kemudian akan ia perlihatkan kepada kedua orangtuanya, agar Castin dipaksa segera menikah.
Bila Castin sudah menikah, maka tak akan ada lagi alasan untuknya dilarang menikah. Entah apa yang akan Anna lakukan, tapi yang pasti ia ingin segera menikah meski tidak tahu siapa yang akan menjadi pasangannya. Apakah Asisten Helder mau menerima cinta gadis bar-bar sepertinya?
Saat Castin menoleh ke arahnya, Cleona langsung membuang muka sambil menutup dadanya dengan kedua tangan. Terlalu memalukan bagi Cleona untuk menatap Castin, apalagi adegan panas di dalam lift terus membayanginya.
Belum lagi adik perempuan Castin yang sudah mengabadikan momen memalukan tersebut. Cleona benar-benar tak tahu apa yang harus ia lakukan, Cleona merasa lebih baik kalau dirinya menghilang dari muka bumi saking malunya.
"Apa masih sakit?" tanya Castin lembut. Cleona menggelengkan kepala meskipun ia masih merasa sakit.
"Syukurlah kalau begitu," sahut Castin bernapas lega.
__ADS_1
"Kemarikan punggung tangan, Tuan," pinta Asisten Helder, Castin pun langsung mengulurkan punggung tangannya pada Asisten Helder. Cleona menoleh pada punggung tangan Castin yang saat ini tengah Asisten Helder obati. Cleona baru sadar kalau Castin terluka.
Deeerrtt
Ponsel Castin berdering, Castin langsung mengangkatnya sambil berkata, "Soal gosip saja pasti cepat," omelnya yang ditujukan untuk adik perempuannya, siapa lagi kalau bukan Anna.
"Hallo, Ma," sapa Castin pada sang Mama tercinta.
"MANA MENANTUKU!?"
.
.
.
Votenya jangan lupa, ya, Guys🤗 Happy reading😘
Castin Afson (ekspresi usai merasakan pepaya jumbo)
__ADS_1
Anna Afson