
Baru saja selangkah Cleona pergi, tapi sang bayi sudah menangis histeris seakan tak ingin ditinggalkan. Cleona menoleh ke belakang, air mata dan wajah yang menggemaskan membuatnya benar-benar merasa tak kasihan dan tega.
Namun, Cleona harus kembali melangkah pergi, ia tak punya apa-apa selain asi. Tangisan itu semakin histeris, Cleona berusaha menutup telinganya dan berjalan dengan cepat. Walau sudah jauh, tapi tangisan itu terus terdengar.
Pada akhirnya, Cleona pun kembali berlari menuju tempat di mana dia meninggalkan bayi menggemaskan tadi. Tepat saat Cleona tiba, tangisan histerisnya langsung berhenti digantikan dengan tawa yang sangat imut, bayi itu seakan mengatakan kalau ia ingin diasuh oleh Cleona tak masalah walau hidup susah.
Dengan air mata yang mengalir, Cleona pun kembali menggendong bayi tampan itu, "Kenapa harus aku, hem? Apa kamu tahu seperti apa menderitanya hidupku?" Cleona kaget karena sang bayi malah tertawa dan mengoceh tak jelas, ia seakan menjawab pertanyaan yang Cleona utarakan.
"Hei, apa boleh semenggemaskan itu?" tawa sang bayi semakin menjadi.
"Wajah tampan dan ekspresi menggemaskan ini sangat curang," sang bayi mengoceh menggemaskan, Cleona tak kuasa meninggalkan sang bayi sendirian.
"Usiaku masih enam belas tahun dan masih seorang murid SMA, aku juga harus bekerja, lalu bagaimana caraku merawatmu?' Cleona dibuat tercengang kala sang bayi tiba-tiba terdiam dan tak melakukan apa pun, selain mengedipkan mata dan tersenyum manis.
"Kamu mengerti apa yang aku tanyakan?" sang bayi kembali mengoceh seakan menjawab pertanyaan Cleona.
"Baiklah-baiklah, aku menyerah. Aku akan merawatmu seperti anak sendiri." keputusan Cleona membuat sang bayi kegirangan, ia menggelepar kesenangan dengan senyuman lebar yang menggemaskan.
__ADS_1
"Orangtua kita memang bodoh karena sudah menelantarkan kita berdua. Jadi, mari kita tunjukkan kepada mereka, kalau kita berdua ini sangat kuat dan tidak merepotkan," oceh Cleona sambil melangkah menuju ke kontrakan karena pada akhirnya ia memutuskan untuk merawat bayi yang dia temukan di tempat sampah.
Beberapa menit kemudian, Cleona telah sampai di kontrakannya yang sempit dan lusuh. Ia segera membaringkan bayi mungil itu di atas kasurnya. Ketika dibaringkan, bayi mungil itu langsung mununjukkan kebisaanya yaitu posisi merangkak. Cleona dibuat terharu seakan merasa sangat bangga dengan kecerdasan bayinya.
"Berapa usiamu, hem? Kenapa kau selalu menunjukkan kepintaranmu kepadaku? Apa begitu menginginkan hidup susah bersamaku? Baiklah-baiklah, mari kita hidup bersama," Cleona meraih sang bayi menggemaskan, bayi mungil itu tak sabaran ingin disusui.
"Baiklah, sekarang aku adalah ibu susu untukmu," Cleona menyusui sang bayi hingga terlelap dalam pelukannya.
"Apa ini hadiah darimu untukku, Tuhan? Kenapa aku bisa sebahagia ini saat merawatnya?" Cleona melepaskan sang bayi yang telah terlelap nyenyak, kemudian membaringkannya di atas ranjang.
Cleona mengganti pakaiannya, hari itu ia harus mencari pekerjaan. Karena tidak mungkin ia hanya berdiam diri di rumah saja. Kontrakkan perlu dibayar, SPP bulanan sekolah, hutang, dan biaya hidupnya juga bayinya.
"Kamu mau ikut ibu susu pergi mencari pekerjaan, ya,?" goda Cleona dan bayinya merespon dengan tawa girangnya. Cleona langsung mengendong bayinya dengan kain panjang sebelumnya.
Dengan penuh semangat, Cleona berjalan menyusuri jalanan. Beberapa tetangga melihat Cleona dengan tatapan elang mereka, Cleona tahu bahwa mereka sedang menggosipinya dengan segala fitnah. Cleona tak peduli, lagian selama ini mereka juga tidak menyukai Cleona.
Meski para tetangga memperlakukannya tak baik, tapi Cleona sama sekali tidak menaruh dendam, Cleona sadar mereka semua melakukan itu karena takut suaminya Cleona rebut. Pria mana yang tidak tergoda oleh kecantikan dan keseksian tubuh Cleona?
__ADS_1
Di depan orang banyak para pria biasanya akan menunjukkan ketidaksukaan padanya, beda lagi bila sudah sepi. Maka, pelecehanlah yang akan Cleona dapatkan.
Saat melewati sebuah taman, Cleona menghentikan langkahnya saat melihat beberapa wanita berlari menuju sebuah tempat yang ramai. Seorang wanita yang berlari membuang sebuah brosur. Cleona langsung memungutnya.
"Pemeran Pengganti," itulah yang tertulis pada bagian paling atas brosur. Cleona kembali membaca penjelasan dan persyaratan yang tertulis.
"Bayaran lima ratus ribu rupiah perharinya," Cleona membulatkan matanya sempurna.
"Menjadi pemeran pengganti sebuah film, seharinya lima ratus ribu. Aku harus mencobanya!"
Oeeekkk!
.
.
.
__ADS_1
Bintang limanya jangan lupa ya guys. Alhamdulillah walau cuma 16 orang🥺. Tapi makasih banyak untuk like, komen, hadiah dan votenya. Sehat-sehat untuk kalian semua, dimudahkan rejekinya dan semoga suka novel amburadul ini😘🥰