
Kekhawatiran besar terhadap bayinya itulah yang membuat Cleona langsung menerobos hujan. Cleona berlari kencang tanpa memikirkan keselamatannya sendiri dan ....
Ckit!
Suara mobil yang menginjak rem mendadak, nyaris menghantam Cleona yang membatu di depan mobil sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Tin!
Klakson mobil yang berbunyi sekali menyadarkan Cleona bahwa dirinya baik-baik saja. Cleona langsung memeriksa tubuhnya, ia menghembuskan napas lega kala tak melihat ada luka di tubuhnya yang basah.
"Apa Nona baik-baik saja?" tanya seorang pria berpakaian formal dengan dasi berbetuk kupu-kupu.
Cleona menatap pria itu dengan wajah pilunya, kemudian mengangguk sebagai jawaban. "Nona mau ke mana? Akan saya antar," Cleona kembali menatap sang pria berdasi kupu-kupu sambil mendekap tubuhnya kedinginan.
Cleona ragu untuk ikut, ia takut kalau pria yang hampir menabraknya adalah seorang penjahat. Akan tetapi, ia harus secepatnya pulang, takut terjadi sesuatu pada bayi yang ia tinggalkan sendiri seharian.
Berlari di tengah hujan dan gelapnya malam, setidaknya tiga puluh menit kemudian barulah ia akan sampai di kontrakan. Tapi, bila naik mobil, maka Cleona hanya butuh waktu sekitar lima menit untuk tiba di kontrakan.
"Saya mau pulang ke kontrakan yang berada di jalan mawar, apakah saya boleh menumpang, Tuan?" balas Cleona yang pada akhirnya memutuskan untuk menumpang pada mobil pria yang barusan hampir menabraknya.
__ADS_1
"Tentu saja, mari ikut saya Nona," pria berdasi kupu-kupu itu membukakan pintu bagian belakang. Cleona kaget kala melihat ada pria lainnya yang duduk anteng di kursi bagian belakang.
Rasa takut yang mendatangi membuat Cleona mundur beberapa langkah.
"Masuklah." Bulu-bulu halus di tubuh Cleona seketika berdiri kala mendengar suara berjenis bass sejati yang terbilang langka. Seakan sangat seksi kala melewati telinga, suara berat rendah namun kaya.
Setahu Cleona, suara jenis bass sejati adalah suara yang benar-benar langka. Pria beruntung pemilik suara langka ini terkesan macho dan berwibawa. Macho artinya jantan dan berani, sedangkan berwibawa artinya dewasa dan mengayomi. Secara insting wanita cendrung memilih pria yang jantan berani serta bisa mengayomi karena wanita butuh dilindungi dan diayomi.
Dan pria tampan, bertubuh atletis, berkumis tipis, dengan rambut rapi yang duduk di dalam mobil adalah pemilik suara macho tersebut. Tak salah memang, suara itu benar-benar mencerminkan fisiknya yang sempurna bak pangeran dari negeri dongeng. Entah mimpi apa Cleona, hingga akhir-akhir ini selalu bertemu dan dikelilingi pria tampan bersuara macho dan jantan.
Tiga pria sebelumnya yaitu Dokter, CEO dan Polisi adalah pria tampan dengan suara berjenis baritone. Tak disangka kali ini adalah puncaknya. Bass sejati. Cleona semakin ragu untuk masuk ke dalam mobil. Mobil bersih nan rapi itu pasti sangatlah mahal. Cleona takut bajunya yang basah dan tubuhnya yang kotor serta bau akan merusak mobil mewah tersebut.
"Apa ada masalah, Nona?" tanya pria berdasi kupu-kupu yang menunggu Cleona masuk ke dalam mobil.
"Saya juga basah. Lagian, Tuan muda sudah mempersilahkan Nona untuk masuk. Jadi, masuklah sekarang, kami tidak punya banyak waktu karena harus mencari seseorang," tuturnya membuat Cleona langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pria yang tubuhnya begitu wangi. Cleona dibuat minder. Cleona merasa dirinya adalah bunga bangkai, sedangkan pria di sampingnya adalah bunga mawar paling wangi di dunia.
Setelah Cleona masuk dan duduk menyendiri, pintu pun langsung ditutup. Cleona menelan saliva saat tak sengaja menatap pria rupawan yang tengah memainkan tab-nya dengan serius.
Mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang, AC di mobil membuat tubuh Cleona bergetar kedinginan. "Matikan ac-nya, Helder," titahnya tanpa menolah.
__ADS_1
"Baik, Tuan." jawab pria berdasi kupu-kupu yang rupanya bernama Helder.
Meski AC telah dimatikan, tapi tubuh Cleona tetap bergetar dengan sendirinya, Cleona sudah berusaha menahan karena tak ingin getaran tubuh dan giginya yang bergemeretak mengganggu pria maskulin di sampingnya.
"Bra-mu terlihat," mendengar ucapan suara bass itu, Cleona langsung Cleona memeriksa dadanya, benar saja, bra-nya terlihat jelas dari balik bajunya yang tipis. Cleona menutupi seadanya kedua kedua telapak tangan, wajah Cleona memerah semerah tomat karena malu.
Cleona waspada ketika pria kekar itu membuka jasnya, lalu mendekati Cleona, semakin dekat dan semakin dekat.
"Tu-tuan mau a-pa!?"
.
.
.
SENIN, Guys🙃. Jangan lupa votenya ya, Sayang😘😘😘
Duren Prince (Castin Afson)
__ADS_1
No debat, pokoknya ini Visual Abang Duda yang terakhir😌 (kalau kalian nggk setuju boleh haluin yang lain). Macho dan Berwibawa, tak sangar macam tiga duda lainnya 🙊