
"Ck! Kamu tidak salah beli? Ini barang mahal, orang miskin sepertimu tidak akan sanggup membayarnya," ucap sang kasir merendahkan.
Cleona menghela napas kasar. "Maaf, Kak. Saya tidak punya masalah dengan kakak. Jadi, jangan mencari gara-gara dengan saya!" balas Cleona dengan nada suara yang tinggi sambil mengulurkan sebuah kartu berwarna hitam.
Ketahuilah, Cleona merasa ingin pingsan saat itu juga, karena itu adalah pertama kalinya ia mencoba memberanikan diri membentak seseorang, walau dengan nada suara yang masih tergolong biasa.
Wanita berpakaian seksi dengan dandanan menor itu tampak tercengang kala melihat kartu hitam yang Cleona keluarkan. Sepersekian detik kemudian, ia kembali tersenyum licik tanpa rasa takut, "Yakin itu kartu milikmu," ucapnya meminta Cleona untuk mengetikkan sandi.
Cleona mematung, "Astaga, dia tidak memberitahuku apa sandinya," batin Cleona panik.
"Coba pakai namanya saja," batin Cleona mulai mengetikkan nama Castin. Namun, sandi salah.
"Apa mungkin namaku?" tanya Cleona dalam hati, kemudian langsung mengetikkan namanya. Dan lagi-lagi sandi salah.
"Tidak mungkin—"
Pada akhirnya Cleona mengetikkan nama Castin didampingi dengan namanya sendiri. Cleona bernapas lega karena sandi yang ia ketikkan telah benar. Wanita di hadapannya seketika ketar-ketir, sementara Cleona berpikir keras tentang apa maksud Castin menyandingkan nama mereka berdua sebagai sandi.
Author : Itu KODE, Cleona!😩. Heran dah, bodoh amat!🤬. Lempar juga nih🤾🏋️🤸
Usai mendapatkan apa yang ia cari, Cleona langsung keluar dari Apotek dengan terburu-buru. "Jalan sekarang, Pak. Cepat!" desak Cleona.
Beberapa menit di perjalanan, mobil pun berhenti di depan pintu utama mansion. Cleona segera turun dari mobil, kemudian berlari masuk ke dalam mansion.
"Nona cepatlah, tuan muda kecil terus menangis!" desak seorang pelayan yang menghampiri Cleona.
"Di mana dia sekarang?" tanya Cleona sambil berlari.
"Di kamar Tuan Castin, Nona," jawabnya membuat Cleona kaget.
"Tuan Castin sudah pulang?" tanya Cleona yang kini sudah berada di dalam lift menuju kamar Castin.
"Sudah, Nona," sahut pelayan yang mengantar Cleona.
Habislah nasib Cleona, Castin pasti akan memarahi dirinya karena tega meninggalkan baby d hingga kelaparan.
__ADS_1
Ting!
Lift terbuka, Cleona langsung berlari menuju kamar Castin. Cleona langsung masuk ke dalam kamar Castin karena pintu kamar yang sudah terbuka lebar.
Saat masuk, Cleona langsung merebut bayinya yang tengah menangis histeris di dalam gendongan kepala pelayan Gina.
"Kalian sudah boleh pergi," usir Castin dan para pelayan pun langsung keluar dari kamar, tak lupa mereka juga menutup pintunya.
Sementara Cleona langsung membelakangi Castin, lalu menyusui baby d dengan berdiri. Castin berdiri di belakang Cleona, ia menatap punggung Cleona dengan geram.
"Dari mana saja kamu?" tanya Castin tentu saja kesal.
"Apotek, Tuan," jawab Cleona pelan.
"Apa selama itu?" Castin mengintrogasi Cleona dengan nada suara yang jelas terdengar murka.
"Sebelum ke Apotek, saya lebih dulu ke rumah sakit," jawab Cleona lagi.
"Kamu sakit?" nada suara Castin berganti khawatir.
"Apa?" tanyanya menuntut jawaban yang serius dan jujur.
"Pa-payu da-ra," jawab Cleona terbata-bata karena malu.
"Pepaya?!" bentak Castin kaget.
"Payu dara," ralat Cleona pelan.
"Dokter perempuan atau laki-laki?" tanya Castin murka.
"Apa itu penting?" tanya balik Cleona sambil menolehkan kepalanya ke belakang.
"Tentu saja penting, aku harus tahu karena pepayamu itu adalah milikku! Maksudku milik putraku!"
"Apa maksud, Tuan?" tanya Cleona bingung dan tak mengerti.
__ADS_1
"Sudah! Jawab saja apa sulitnya! Dokter laki-laki atau perempuan?"
"Dokter laki-laki," balas Cleona langsung duduk di pinggi ranjang milik Castin. Ia duduk tapi tetap membelakangi Castin yang masih berdiri di belakangnya.
"Aku akan membunuhnya!"
"Siapa?" tanya Cleona bingung.
"Dokter yang melihat pepayamu!"
.
.
.
Pov Castin ketemu rakyatnya : (Stay Cool)
Pov Castin ketemu Cleona : (Nafsu Naik, Bertegangan Tinggi dan Langsung Meleyot)
Pov Castin ketemu Readers : (Biasa Aja dan Tidak Tergoda)
Sabar, Guys. Positif thinking aja, ya😌. Mungkin karena belum lihat pepaya kalian aja🤣🤣🤣
Othor becanda, Guys. Ampun🙏🏻😭
Terima kasih untuk doa kalian semua yang Othor cintai😍, sehat-sehat juga untuk kalian semua😘.
__ADS_1