Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 37 ~ Gelagat Aneh Baby D


__ADS_3

"Wanita ini—" batin Castin mengenali Cleona, karena ini adalah kedua kalinya ia menabrak gadis malang itu.


"Ba ... yi ... ku....," ucap Cleona terbata sambil mengangkat tangan ingin meraih bayinya yang kini menangis histeris dalam gendongan Castin. Setelah mengucapkan kata itu, Cleona pun kehilangan kesadarannya.


"Bawa gadis itu ke rumah sakit," titah Castin.


Asisten Helder langsung mengangkat tubuh lemah Cleona lalu meletakkannya ke dalam mobil. Asisten Helder tancap gas dengan kecepatan tinggi.


Sementara Castin menghubungi orangnya untuk mengatur lampu lalu lintas, agar bisa melaju tanpa hambatan.


Hanya butuh hitungan menit, mobil mewah milik Castin sudah berhenti tepat di depan pintu utama ruang UGD. Para mantri yang berjaga di luar langsung memindahkan Cleona naik ke atas Brankar, kemudian Brankar mereka dorong hingga masuk ke dalam ruangan.


Urusan Cleona, Castin serahkan pada dokter hebat yang tentu saja langsung berdatangan usai mengetahui kemunculan Castin.


Di ruang terpisah, Castin menemani putranya. Meski hanya mengalami luka lecet, tapi Baby D diperiksa dan ditangani secara detail oleh dokter khusus. Baby d adalah putra mahkota. Putra mahkota tidak dibolehkan terluka sedikit pun. Sedikit saja ia terluka, jika satu negara tahu, maka satu negara ikut terluka.


Tangisan sang baby semakin histeris meski sudah selesai diperiksa dan diobati oleh dokter. Bayi mungil yang telah bersih tubuhnya itu, melambai-lambaikan tangannya pada Castin.

__ADS_1


Castin pun langsung mendekat dan menggendong bayinya yang tak berhenti menangis, bahkan ia menepis dan menggelengkan kepala saat diberikan susu.


"Bagaimana ini? Kalian yakin putraku sudah baik-baik saja?" tanya Castin emosi.


"Su-sudah, Tuan." jawab dokter bergetar tubuhnya.


"Lalu kenapa dia tidak berhenti menangis?" tanya Castin lagi.


"Maaf, Tuan." Takut salah bicara dalam memberi saran, dokter lebih memilih minta maaf.


Castin yang kesal langsung membawa bayinya keluar dari ruangan, beberapa pengawal yang telah datang sudah memastikan rumah sakit aman. Castin mengerutkan dahi kala bayinya membentang tangan ke arah ruang operasi, Castin pun melangkah sedikit. Ia dibuat kaget karena tangisan baby d tiba-tiba saja berhenti saat ia melangkah.


"Benar, Tuan. Gadis sebelumnya tengah di operasi di ruangan itu dan sepertinya Tuan muda kecil ingin ke sana," tutur Asistem Helder.


Castin kembali melangkah, saat sudah tiba di depan pintu ruang operasi, tangisan baby D benar-benar berhenti. Ia diam sambil menatap pintu ruang operasi yang masih tertutup dengan lampu yang menyala terang.


Castin dan Asisten Helder saling bertatapan, "Sepertinya—"

__ADS_1


Ceklek!


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka, Castin dan Asisten Helder kompak menoleh.


"Bagaimana, Dokter? Bagaimana kondisi gadis itu?" tanya Castin.


"Operasi tengah berjalan, Tuan. Akan tetapi, pasien kehilangan banyak darah. Masalahnya, pasien memiliki golongan darah yang tidak biasa dan kami tidak memiliki persediaannya."


"Apa golongan darahnya?"


"Golongan darahnya adalah ....


.


.


.

__ADS_1


Ini novel genrenya campuran yak, bisa aja ntar muncul unsur-unsur fantasi, magic, atau apalah🙈. Jadi, kalau kalian nemu ada yang agak nyeleneh, jangan terlalu diambil pusing, dibawa slow aja, oke sayang😘. Otor lagi di fase pengen beda dari yang lain, tenang aja, meski aneh atau beda, tetap ada sebab akibatnya kok😉😘🙌


__ADS_2