Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 23 ~ Bukan Wanita Murahan


__ADS_3

"Tu-tuan mau a-pa!?" tanya Cleona dengan nada suara tinggi karena takut.


"Gunakan jasku," Cleona membatu ketika pria di sampingnya, membaluti tubuhnya dengan jas wangi miliknya.


"Memangnya kamu pikir aku akan melakukan apa?" Cleona diam tak merespon, ia malu, benar-benar malu.


Cleona juga tak percaya, saking tak percayanya, ia sampai tak sanggup berkata-kata bahkan untuk mengucapkan kata terima kasih. Lidahnya benar-benar terasa kelu, bukan karena kedinginan, melainkan karena pria di sampingnya.


Mobil masih berjalan dengan kecepatan sedang, pria berkharisma dengan aura mahal masih fokus pada layar tab-nya, entah gambar apa yang dilihat hingga melukiskan semburat sedih di wajah tampannya.


Kruk, Kruk, Kruk!


Di tengah kesunyian itu, perut Cleona berbunyi nyaring dan tentu saja terdengar oleh pria di sampingnya, bahkan juga terdengar oleh pria berdasi kupu-kupu yang tengah fokus mengemudi.


"Maaf, Tuan." ucap Cleona dengan suara yang pelan karena malu.


"Kamu lapar?" suara bass itu terdengar. Cleona hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh. Cleona juga memeluk perutnya erat karena rasa perih tiba-tiba datang, jelas saja perih, Cleona tak makan dari siang.


"Kau punya makanan, Helder?"


"Sepertinya saya punya coklat, Tuan. Sebentar," Cleona menelan saliva mendengar kata coklat. Sudah lama dia mendambakan makanan itu, tapi harganya terlalu mahal untuk ia beli.


"Ini, Tuan," pria di sampingnya menyambut sebatang coklat dengan ukuran besar.


"Makanlah coklat ini untuk mengganjal perutmu," semula ragu, tapi perih yang tak tertahankan membuat Cleona langsung menerima dan melahapnya cepat hingga perutnya kembali tenang tak lagi demo seperti sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, mobil berhenti di pinggir jalan mawar seperti yang Cleona sebutkan sebelumnya. Pria berdasi kupu-kupu membukakan pintu untuk Cleona.


"Terima kasih atas tumpangannya, Tuan." ucap Cleona tulus sambil membungkukkan badannya pada pria yang tak menoleh padanya dan masih fokus pada layar tab-nya.


Tak ingin mengganggu, Cleona langsung keluar dari mobil, tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada pria berdasi kupu-kupu.

__ADS_1


Cleona masih berdiri di pinggir jalan, mengusap matanya berkali-kali hingga mobil mewah menghilang dari pandangannya. Entahlah, Cleona seakan tak percaya bahwa dia bertemu malaikat tampan malam itu.


Katakanlah itu khayalan, tapi jas dan setengah coklat batangan yang kini bersamanya, seakan meyakinkan bahwa kejadian barusan adalah sebuah kenyataan.


"Astaga, Dizon!" teriak Cleona kala teringat akan bayinya. Cleona pun kembali berlari menembus hujan hingga tiba di kontrakan. Dengan terburu-buru Cleona langsung membuka pintu kontrakan.


Betapa leganya Cleona saat melihat bayinya telah terlelap di dalam keranjang khusus. Cleona segera masuk dan mengganti baju lebih dulu. Setelahnya ia pun langsung memeriksa keadaan bayinya yang masih terlelap dengan senyuman manis di bibirnya.


"Syukurlah kamu baik-baik saja, Sayang. Tidak bisa begini terus-menerus. Besok aku akan membawanya berangkat kerja," tutur Cleona yang berbaring di samping bayinya. Malam itu ia sangat kelelahan, hingga tertidur tanpa sadar.


***


"Gunung Lo kenapa bisa besar gitu, sih? Asli gak tuh?" tanya seorang murid pria nakal bernama Anan.


Cleona tetap fokus pada soal matematika yang saat ini ia kerjakan.


"Karena apa lagi kalau bukan dire mas-rem as," jawab murid lainnya. Seperti biasa Cleona memilih diam tak menanggapi.


"Buktinya dia nggak marah dan diam aja." celetuk murid lainnya. Anan menatap Cleona penuh damba.


Kelas berakhir, Cleona segera pulang karena harus langsung bekerja. Cleona tak mau terlambat lagi seperti sebelumnya.


"Pulang bareng gue aja, sekalian gue pesan jasa Lo," Anan menyamakan laju motor sportnya dengan jalan Cleona yang cepat.


Saat Cleona akan berlari, Anan menghadangnya dengan motor. Cleona mulai ketakutan, apalagi saat ini ia dan Anan berada di jalan yang sepi dan juga sempit.


Anan turun dari motor, kemudian menahan pergelangan tangan Cleona, "Gue pesan jasa Lo, berapa pun gue bayar!" bentak Anan yang telah habis kesabaran karena Cleona selalu menghindar darinya.


"Aku bukan wanita murahan, Anan. Lepaskan!" Cleona berusaha menepis, tapi tenaga Anan yang kuat tidak sebanding dengannya yang lemah.


"Sok jual mahal Lo! Ikut gue!" Anan menyeret paksa Cleona. Cleona tak kuasa menahan tangis. Entah apa kesalahan yang telah ia lukakan hingga terus mendapatkan cobaan silih berganti. Cleona tak diberikan ketenangan bahkan sedetik pun. Setiap waktu selalu ada saja cobaan berat yang harus ia lalui.

__ADS_1


"Tolong! Tolong!" Cleona berteriak sekencang mungkin. Sementara Anan sudah berhasil membawanya paksa.


"Diajak baik-baik nggak mau, artinya Lo minta diajak dengan paksaan!" Cleona terjatuh ke lantai dingin dan berdebu sebuah gudang pabrik yang tak lagi digunakan.


Cleona berusaha bangkit akan kabur, tapi kakinya keseleo, membuat tubuhnya kembali terjatuh ke lantai kotor itu.


"Sok takut Lo, kayak baru pertama aja," Anan melepaskan pakaiannya satu persatu hingga bertelanjang dada. Ia mendekati Cleona sambil membuka resleting celana.


Cleona hanya mampu beringsut perlahan, dua kancing baju bagian atas yang terlepas membuat belahan dadanya terlihat. Melihat itu, nafsu Anan semakin membuncah. Sadar akan hal itu, Cleona langsung menutup dada dengan salah satu telapak tangan.


"Tidak! Jangan!" teriak Cleona ketika Anan sudah berada di atas tubuhnya, mengukungnya, mengikis jarak dan mendekatkan wajahnya ke wajah Cleona.


TIDAK!


TOLOOOONG!


.


.


.


Pagi reader tercalangeo😘 Happy reading🥰. Jangan lupa like, komen, vote, hadiah dan bintang limanya ❤️. Terima kasih banyak🥰


GRUP DUREN BANGSAWAN (Kayaknya bakal ada spin off nih😌)



Pilih salah satu Duren favorit kalian.


Author : Kenapa wanita harus disuruh memilih? kalau bisa keempatnya, kenapa tidak😌

__ADS_1


Reader : isi sendiri


__ADS_2