Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 51 ~ Senapan 20 CM


__ADS_3

"Jangan-jangan kalian semua juga sama sepertiku," ekspresi wajah Castin terlihat sangat serius.


"Sama sepertimu, bagaimana?" tanya Elmer mengerutkan alis.


"Sama-sama menyukai gadis yang memiliki pepaya ukuran jumbo. Sepertinya tipe ideal kita semua sudah berubah kecuali Devil," lanjut Castin.


Sebelumnya, ketiga Duren yaitu Castin, Calvin dan Elmer menyukai gadis dengan tubuh yang tidak terlalu besar, karena bagi mereka lebih penting nyaman dipegang, dengan kata lain pas digenggam oleh kedua tangan mereka. Tapi, sepertinya tipe ideal mereka sudah berubah, karena ketiganya sudah jatuh hati pada gadis cantik dengan pepaya jumbo yang akhir-akhir mereka temui.


"Sepertinya begitu, pesona pepaya jumbo memang menarik. Aku bisa gila memikirkannya. Sayangnya aku tidak bertemu dengannya lagi," Devil meraih cawan anggur miliknya.


"Sepertinya ini menarik. Bagaimana kalau kita berempat menyukai gadis yang sama?" tanya Dokter Calvin tiba-tiba.


"Jangan sampai begitu, bukankah ada banyak perempuan di negara ini yang memiliki pepaya jumbo," sahut Elmer tak suka dengan perkataan Dokter Calvin.


"Jangan terlalu serius, Elmer. Kita tidak sedang berhadapan dengan pelaku shadow economy," selain pelaku penculik misterius baby d, Elmer juga sulit menangani pelaku shadow economy. Tak hanya Elmer, tapi Castin pun juga sulit menangani para pelaku usaha ilegal tersebut. Tapi satu yang pasti, Castin mengenali ketua mereka.


"Kalau kita menyukai gadis yang sama. Maka, AKU TIDAK AKAN MENYERAH!" Castin menekan kalimat terakhirnya.


"DAN AKU TIDAK AKAN MENGALAH!" sahut Dokter Calvin tersenyum licik.


"Kalau kita menyukai gadis yang sama. Maka, Grup Duren Bangsawan, BUBAR!" tegas Devil si pencetus utama Grup Duren Bangsawan.


"Kamu bagaimana, Elmer?" tanya Castin.

__ADS_1


"Jangan sampai itu terjadi," jawab Elmer.


"Kalau terjadi?" lanjut Devil.


"Perang senjata sepertinya menarik," balas Elmer percaya diri.


"Haha ... Ukuran senjata senapanku paling panjang dan besar. Tanyakan saja kepada Readers, mereka sudah melihatnya," sahut Castin langsung konek.


Author Said : Kalian dah lihat, Guys?😳 Kapan? Kok gak ajak Othor😒


"Pistol air pendek begitu, lebih hebat rudalku," sangkal Devil.


"KAU!"


"Haha ... Aku hanya bercanda Castin. Aku paham, Off pistol air, On Senapan 20 cm," ralat Devil membuat Castin kembali kalem.


"Benar. Bagaimana menurut kalian semua? Kalian tahu baby d tidak bisa dipisahkan dengan gadis itu. Aku tidak bisa mengusirnya, dan lagi aku bisa on walau hanya membayanginya saja," terang Castin serius. Sementara ketiga sahabatnya berusaha menahan tawa.


"Aku tidak menyangka kau lebih mesum dariku, haha ...." balas Devil tertawa lepas. Castin mengabaikan celetukan Devil, tapi tatapan tajam tentu sudah ia layangkan.


"Ini perkara yang benar-benar sulit. Tapi, menurutku kau sudah jatuh cinta pada gadis itu," sahut Elmer mengutarakan pendapatnya.


"Walau cinta seharusnya juga tidak seberlebihan itu. Ini bukan lagi perkara jantung yang berdetak lebih cepat. Tapi, ini tentang senapan Castin yang langsung merespon," kata Dokter Calvin serius.

__ADS_1


"Bukankah itu nafsu?" timpal Devil.


"Kau benar, sepertinya aku hanya bernafsu pada gadis itu. Tidak lebih," sambung Castin.


"Kalau begitu bawa saja ke atas ranjangmu," saran Devil.


"Dia adalah gadis yang masih berusia enam belas tahun."


"What? Itu benar-benar sempurna, Castin. Enam belas tahun sangat sempurna, itu pepaya sedang matang-matangnya, matang sempurna!" seru Devil antusias.


"Lanjutkan saja obrolan kalian, aku harus mencari pepaya matang di luar," lanjut Devil langsung keluar dari ruangan.


"Bagaimana menurutmu Calvin? Apa tidak apa-apa?" tanya Castin serius.


"Ya tidak apa-apa. Fisik seorang gadis enam belas tahun sudah termasuk dewasa. Tidak masalah bila kau benar-benar tidak sanggup menahannya. Asalkan—" Calvin tersenyum licik.


"Asalkan apa?" tanya Castin tak sabaran.


"Asalkan ....


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2