
"Tak hanya itu saja tuan, tapi satu-satunya ginjal yang tersisa mengalami beberapa gangguan. Untuk mengetahui seberapa fatalnya gangguan tersebut, nona Cleona perlu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut," jelas Dokter Nara membuat wajah Castin semakin memerah dengan urat-urat leher yang mengencang.
Castin menjauhi meja, kemudian menerjang kursi kebesarannya hingga menabrak meja hias di sampingnya. Dokter Nara sampai kaget karena hiasan di atas meja berjatuhan dan berubah menjadi pecahan beling yang sudah tak lagi berharga.
"Lalu bagaimana?" tanya Castin mengusap wajahnya kasar.
"Harus segera ditangani, Tuan. Saya akan langsung menghubungi Dokter Robert dan memintanya datang ke Oesteria untuk menangani nona Cleona secara langsung," tutur Dokter Nara membuat rencana. Dokter Robert adalah dokter ahli ginjal terbaik di dunia.
"Lakukan apa pun yang terbaik, aku ingin Cleona sembuh secepat mungkin. Katakan juga masalah ini pada Calvin," ujar Castin yang sudah kehabisan kata-kata. Ia benar-benar takut kehilangan wanita yang paling berjasa dalam kehidupannya juga putranya.
"Baik, Tuan. Saya pasti akan melakukan yang terbaik."
"Harus!"
***
Setelah Dokter Nara pamit, Castin bergegas menuju kamar Cleona karena Anna mengatakan bahwa Cleona telah sadarkan diri.
"Cleona," panggil Castin yang tiba-tiba muncul di balik pintu kamarnya. Cleona yang kaget segera menutupi pepaya jumbonya yang terlihat karena saat ini ia tengah menyusui baby d.
"Tuan," sahut Cleona.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa malah menyusui?" nada suara Castin terdengar begitu mengkhawatirkan Cleona yang baru saja sadarkan diri, tapi malah langsung menyusui.
"Maaf, Tuan. Tapi, baby d menangis dan kelaparan," jawab Cleona dengan ekspresi wajahnya yang polos.
"Berbaringlah. Bagaimana perasaanmu? Bagian mana saja yang sakit?" tanya Castin mengintrogasi sambil membantu membaringkan Cleona yang semula menyusui sambil duduk.
"Sa-saya baik-baik saja, Tuan," jawab Cleona patuh ketika Castin memintanya berbaring.
__ADS_1
"Jangan berbohong, Cleona. Katakan sakit saat kamu merasakan sakit, berhenti berlagak kuat di hadapanku," kesal Castin menatap Cleona tajam.
Cleona mengerjabkan mata berkali-kali, ia benar-benar tak percaya bahwa kalimat yang Castin tegaskan barusan adalah bentuk perhatian untuknya. Raut wajah Castin yang terlihat sangat khawatir membuat Cleona merasa terharu. Hingga harus berusaha menahan air mata yang terus memberontak ingin dikeluarkan.
"Apa kamu dengar? Katakan bagaian mana saja yang sakit?" lanjut Castin lagi.
Cleona pun tak lagi sanggup membendung air matanya. Cleona benar-benar menangis terisak, tubuh yang bergetar berusaha ia tahan agar getaran itu tak mengganggu baby d yang masih asik menyusu padanya.
"Sudah tidak sakit lagi, saya berani bersumpah, Tuan. Kalau nanti sakit lagi, saya pasti akan mengatakannya," tutur Cleona dengan air mata yang mengalir deras.
"Bagus, katakan padaku apa pun yang kamu rasakan. Berjanjilah ini akan menjadi air mata terakhirmu," Castin menyeka perlahan air mata yang membanjiri pipi Cleona.
"Saya berjanji ... Terima kasih, Tuan." ucap Cleona tulus.
"Pejamkan matamu dan istirahatlah, kamu tidak boleh kelelahan," titah Castin meminta Cleona untuk tidur.
"Tidak apa, Tuan. Saya hanya menyusui saja," tolak Cleona yang mulai tenang dan tak lagi menangis.
"Bagaimana caranya, Tuan? Saya masih menyusui." balas Cleona bingung.
"Kau bisa menyusui sambil tidur."
"Lalu, bagaimana dengan baby d?"
"Saat dia tidur nanti, aku yang akan memindahkannya," sahut Castin yakin.
"Tuan yang memindahkannya?"
"Iya."
__ADS_1
"Ta-tapi ....
Baby D Said : Bapak Gue Modus🤌
***
(Si Reader vs Si Author)🏃🤸🏋️
"Nungguin update berhari-hari, bacanya sekejab mata!" keluh Reader berteriak hingga menembus langit biru saking kesalnya.
Meanwhile....
"Ngumpulin moodnya hampir gila, mikirin alurnya berhari-hari, ngetiknya berjam-jam, jadinya cuma satu bab. Sekali dibaca cuma sekejab mata!" keluh Author kala rambutnya mulai memutih diusia 23 tahun karena hampir gila akibat nulis selama 2 tahun gak berhenti-berhenti.
Si Misterius : Tagih aja updatenya, Guys. Karena makin banyak yang nagih, Makin semangat pula si Author Soleha kita nulisnya 🤫.
Pertanyaan.
Siapakah yang paling menderita?
a. Si Cleona
b. Si Castin
c. Si Reader
d. Si Author
__ADS_1
Jawaban....