Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 43 ~ Pistol Air vs Senapan


__ADS_3

Usai berdebat dengan Cleona, Castin pun langsung keluar dari kamar. Tiba di luar kamar, Asisten Helder menghampirinya, "Ini cek milik Nona, Tuan," kata Asisten Helder sambil mengulurkan cek 2 milyar milik Cleona.


"Jangan sampai dia tahu!" tekan Castin langsung merebutnya kasar dan pergi begitu saja.


Asisten Helder mengangguk paham dan segera menyusul Castin untuk berangkat ke perusahaan. Tadi sebelum pergi, Castin sudah menitipkan putranya kepada Lizzy, Castin juga memerintahkan para bawahannya untuk menjaga mansionnya dengan ketat.


Bahkan, Castin meminta agar bawahannya melaporkan kondisi mansion setiap lima menit sekali. Semua itu Castin lakukan karena ia tak ingin kehilangan bayinya lagi.


Saat sedang meeting, seperti biasanya di mana ia akan serius mendengarkan presentasi dari karyawannya. Namun, untuk pertama kalinya Castin justru berdiam diri mematung.


Itu terjadi bukan karena khawatir memikirkan bayinya, yang ia tinggal di rumah. Akan tetapi, ia mematung dan sesekali menggelengkan kepala karena terganggu akan bayangan pepaya jumbo menjuntai yang selalu terputar otomatis di pikirannya.


Tak cukup hanya mengganggu pikirannya, tetapi bayangan pepaya menjuntai itu mampu membuat pistol airnya berdiri tegap siap tempur hanya karena membayangkannya saja.


Baru membayangkannya saja, pistol air miliknya sudah berubah menjadi senapan. Bagaimana bila ....


"Aaakh!" teriak Castin tiba-tiba. Teriakannya memang tak terlalu bertenaga, namun terdengar begitu mengerikan karena suara bass-nya. Teriakan suara bass menggelegar itu mampu membuat semua karyawan maupun pejabat lainnya yang mendengar presentasi seketika terdiam.


Bagaimana tidak terdiam, itu adalah pertama kalinya tuan mereka berteriak saat ada yang tengah melakukan presentasi. Lihatlah bagaimana hebatnya getaran ketakutan dari tubuh wanita cantik yang sebelumnya tengah melakukan presentasi dengan percaya dirinya.


Castin tak mengatakan apa pun pada bawahannya yang masih terdiam, Castin masih belum menyadari situasinya saat ini karena fokusnya hanya pada Cleona.


Tak lagi sanggup dengan bayangan tubuh menonjol Cleona, Castin pun memilih meraih ponsel, lalu mengirim pesan kepada grup yang mereka beri nama Duren Bangsawan, karena para member yaitu Duren Prince (Castin Afson), Duren CEO (Devil Amore), Duren Dokter (Calvin Adis) dan Duren Polisi (Elmer Gavril). Dan mereka berempat adalah Duda keturunan para bangsawan.


Grup chat Duren Bangsawan.


Duren Prince : P


Duren CEO : C


Duren Dokter : Huruf sehabis P adalah Q, Bodoh.

__ADS_1


Duren CEO : C untuk CEO, Bodoh!


Duren Prince : 😐


Duren Polisi : Apa yang terjadi, Castin?


Duren Prince : Tidak bisa berdiri disebut impoten, kalau selalu berdiri karena melihat sesuatu, disebut apa?


Duren CEO : Durenmu berudiri?😱


Duren Dokter : Saking kagetnya sampai yypo🙄


Duren CEO : Typo kali🤪


Duren Polisi : @Duren Dokter. Jelaskan! (Off)


Duren CEO : Aku tahu apa jawabanya🧐


Duren Prince : (perasaan tidak enak)


Duren : Disebut ... SEDANG BERNAFSU🤣🤸


Duren Dokter : Sudah kuduga😒


Duren Prince : 😪


Duren Dokter : @Duren Prince. Jelaskan secara detail. Berdiri karena melihat apa? Berapa lama? Sakit tidak?


Duren Prince : Berdiri karena melihat Pepaya jumbo menjuntai, durasi cukup lama dan sedikit sakit serta sesak.


Duren CEO : Pepaya Jumbo Menjuntai😍 Aku ingin memetiknya, mengusapnya, menjilatinya dan melahapnya🤤. Off (otw nyari pepaya)

__ADS_1


Duren Dokter : @Duren CEO. Dasar Cassanova mesum!


Duren Dokter : @Duren Prince. Kau tahu Castin, kau tahu aku sedang di luar negeri, pagi di tempatmu, tengah malam di tempatku saat ini. Kalau aku jelaskan sekarang, maka sampai siang tidak akan selesai. Jadi, besok saja aku jelaskan, besok aku akan berkunjung ke istana.


Duren Prince : Ok.


"Sialan!" bentak Castin kesal karena tak mendapatkan jawaban.


Ponsel seharga puluhan juta itu langsung ia jatuhkan begitu saja. Sedangkan para karyawan di ruangan meeting masih tak mengerti apa kesalahan yang mereka lakukan sampai membuat Tuan mereka marah.


.


.


.


Pistol air



Senapan



Author Said : Nah ini pistol air berubah jadi senapan yang Othor maksud😌. Ini sengaja Othor kasih gambar biar kalian enggak salah paham, biar pikiran kalian itu enggak belok dan biar tetap jadi reader yang solehit🤗. Jelas, kan, gambarnya?🧐. Jelas dong🙌🥰.


Cleona Said : Serem, ya, Thor😨. 15 atau 25 cm yang senapan itu, Thor?🥺.


Author Said : Nak Cleona jangan ikutan mesum juga, ya. Sesuai umur kamu Othor ciptain polos melontos, jadi tolong dijaga kewarasannya, ya, Nak. Masalah ukuran nggk perlu diperjelas, oke🤗. Cukup kita berdua aja yang tahu, rahasiakan dari reader biar tetap waras pikiran mereka semua😘.


Cleona Said : Baik, Thor👉👈.

__ADS_1


Castin Said : Hatciuh! (suara bersin). Siapa yang ngomongin, nih?🤨.


__ADS_2