Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 96 ~ Dor!


__ADS_3

"Jangan macam-macam, atau aku akan menghabisi kalian semu—"


Nana tak sempat melanjutkan ucapan karena tubuhnya sudah terkulai lemah di rumput basah setelah seorang pria berpakaian serba hitam diam-diam menempelkan sesuatu di pundaknya.


"Nana!" teriak Cleona panik. Ia bersimpuh memangku kepala Nana yang jelas masih sadarkan diri, tapi tak bisa berbuat apa pun karena tubuhnya sulit digerakkan.


"Nana, Nana bangunlah, aku mohon jangan membuatku khawatir," pinta Cleona menangis histeris.


"Jatuhkan kedua wanita itu ke dasar jurang!" titah Tisya yang berdiri di belakang dengan beberapa orang suruhannya. Sementara Genk kurcaci tersenyum puas melihat Nana dan Cleona yang tak berdaya.


Dengan sisa tenaga terakhirnya, Nana diam-diam mengeluarkan pistol berjenis ckit, lalu memberikannya kepada Cleona juga secara diam-diam.


Cleona menatap serius bibir Nana yang seakan menyemangatinya. "Kamu pasti bisa, Cleo." begitulah kira-kira kalimat terakhir yang Nana ucapkan hingga akhirnya kehilangan kesadarannya.


"Jangan mendekat! Pergi atau kalian semua aku tembak!" bentak Cleona sambil menodongkan senjata pada beberapa pria yang ingin menangkapnya.


Genk kurcaci cukup kaget dengan Cleona yang tiba-tiba memiliki senjata. Bagaimana mungkin seorang Cleona memiliki senjata api? Mereka yang kaya saja tak memiliki senjata ilegal tersebut. Sehebat apa sosok pria di belakang Cleona.


Tak hanya Genk kurcaci, Tisya dan ketiga sahabatnya juga tak kalah kagetnya. Senjata yang mereka punya hanya pisau, berbeda dengan Cleona yang punya sengaja api.


Tapi, tiga orang pria yang mendekati Cleona justru tersenyum smirk. Karena dari gelagat Cleona, dapat mereka baca bahwa Cleona tak akan mampu membidik mereka. Tanpa ragu, mereka pun kembali mendekati Cleona.


DOR!


"Aaakhh!"


"Haha ...."

__ADS_1


Genk kurcaci, Genk Tisya dan para pria yang mendekati Cleona seketika tertawa terbahak-bahak. Mereka menertawakan Cleona yang menembak ke sembarang arah, kemudian Cleona sendiri pula yang kaget.


Pistol dengan berat lebih dari 1kg, suara yang kencang serta getaran hebat ketika memuntahkan peluru membuat Cleona terlonjak kaget. Sementara pelurunya menembus tanah, karena ia menembak sambil memejamkan mata ketakutan. Lihatlah bagaimana tubuhnya bergetar dan wajahnya yang memucat.


Ketika berhenti tertawa, ketiga pria kembali mendekat, Cleona mundur beberapa langkah sambil menggenggam senjatanya dengan erat.


"Berhenti!" teriak Cleona sambil menoleh ke belakang, di belakangnya terdapat jurang yang sangatlah dalam.


"Tidak!" teriak Cleona menyingkir ke samping ke arah Genk kurcaci yang langsung memeganginya dengan erat. Ya, Cleona tak punya pilihan lain, selain berlari ke arah Genk kurcaci.


Bila berlari ke belakang, maka jurang siap merenggut nyawanya. Sementara pistolnya tak sengaja Cleona lempar dan berakhir jatuh ke dasar jurang.


"Lepaskan!" teriak Cleona berontak, tapi Genk kurcaci justru memegangnya semakin erat.


Tisya dan ketiga sahabatnya mendekati Cleona dengan senyuman licik sambil berpangku tangan. "Enaknya kita apain, nih?"


"Telan jangi aja, Kak. Kita lihat sebesar apa pepaya jumbonya, haha ...." Tisya menyeringai mendengar ide salah satu genk kurcaci.


"Aku? Baik?" Tisya memutar bola mata jengah.


"Kalian berenam kemarilah," titah Tisya pada keenam pria berpakaian serba hitam. Melihat lekuk tubuh Cleona yang indah, nafsu mereka seketika membuncah.


"Apa kita boleh menyentuhnya?" tanya seorang pria sambil membasahi bibir dan mengelus dagu.


"Sabar dulu, dong. Lihat dulu pemandangannya," ucap Tisya tanpa ragu merobek lengan baju Cleona dengan pisau, hingga menampakkan bahu mulus Cleona yang putih dan bersih. Hanya bahu, tapi sukses membuat hasrat pria-pria itu semakin melonjak.


"Lagi," pinta mereka tak sabaran.

__ADS_1


"Jangan, jangan," mohon Cleona yang sudah kehabisan tenaga.


Tisya kembali meraih baju bagian depan Cleona, lalu merobeknya memanjang hingga memperlihatkan belahan dua gundukan Cleona yang amat besar, sintal dengan bra yang sedikit basah. Perut rata dan pusar yang indah menjadi pemandangan menakjubkan bagi para pria yang sedari tadi menonton siaran langsung tersebut.


"Apalagi yang kalian tunggu? Nikmatilah wanita seksi ini," Tisya mundur, mengeluarkan ponsel untuk merekam Cleona yang dilayani enam orang pria bertubuh kekar.


Ketika diseret ke sebuah pohon, Cleona sudah tak lagi dapat melakukan apa pun. Ia hanya mampu menggelengkan kepala, bergumam dengan harapan pria-pria menyeramkan itu tak menyentuhnya.


Seorang pria mendekat, dan bersiap menyentuh gundukan Cleona yang tegak berdiri menantang di balik bra itu. "Hei! Aku bosnya dan aku yang akan melakukannya pertama kali, minggir kau!" sentaknya mendorong bawahnya dengan kasar.


"K-au a-kan men-ye-sal ...." hanya kalimat singkat yang terbata-bata itu yang mampu Cleona ucapkan usai mengumpulkan banyak tenaga.


"Haha ... Justru aku akan sangat menyesal bila menyia-nyiakan wanita limited edition sepertimu," balasnya meraba baju mulus Cleona lebih dulu. Setelah itu, barulah ia mendekati bibirnya guna mencium Cleona. Sebelum bibir hitam itu menyentuhnya, Cleona telah kehilangan kesadaran.


"Yahh lemah, malah pingsan," ocehnya tak jadi mencium Cleona.


"Apa lagi yang kau tunggu? Cepat lakukan!" desak Tisya siap dengan kameranya.


"Siap, Nona!" serunya bersemangat, meski sedikit kecewa karena akan lebih seru kalau dilakukan saat Cleona sadarkan diri.


Pria itu kembali akan mencium Cleona, ia sangat bersemangat. Kapan lagi bekerja dan tak hanya mendapatkan uang, tapi juga mendapatkan kepuasan nafsu.


DOR!


.


.

__ADS_1


.


Maaf baru update lagi, Guys🙏🏻


__ADS_2