Duren Bangsawan

Duren Bangsawan
Bab 36 ~ Dima Afson


__ADS_3

CA Group atau Si-Ey Grup adalah sebuah perusahaan raksasa yang begitu terkenal akan prestasinya yang luar biasa.


Bagaimana tidak berprestasi? Perusahaan besar yang sukses itu dipimpin langsung oleh seorang Pangeran kerajaan Oesteria bernama lengkap Prince Castin Afson. Ia adalah pewaris tahta kerajaan Oesteria berikutnya.


Siapa yang tidak mengenal kebijaksanaan dan kewibawaannya? Belum lagi visualnya yang seakan tidak nyata, wanita mana yang tidak terpesona bila memandangnya. Ia dikenal sebagai cinta pertama negaranya.


Kepemimpinannya tak usah diragukan lagi. Satu kata saja yang ia ucap dengan suara bass nya, maka siapa pun akan tunduk padanya.


Meski seorang pengeran, calon raja dan pengusaha ternama. Tapi, ia sama sekali tidak kejam, tidak arogan, tidak dingin dan tidak suka membentak. Tapi, sekali ia membentak, maka sehebat dan sekejam apa pun lawan, pasti akan gemetar tubuhnya.


Sore menjelang malam itu, Castin yang tengah duduk di singasana dengan raut wajah sedihnya, dikejutkan oleh kedatangan Asistennya yang tergesa-gesa.


"Tuan, ada pesan dari nomor misterius yang mengatakan kalau tuan muda kecil berada di jalan mawar," lapor Asisten Helder seketika langsung mengubah ekspresi wajah Castin.


"Kita ke sana sekarang."


Balasnya langsung bangkit dan mengajak Asisten Helder pergi, tanpa memeriksa lebih dulu nomor misterius yang memberi tahu di mama keberadaan bayi, yang diculik beberapa hari lalu.

__ADS_1


Karena tak sabar ingin memastikan keberadaan putranya, Castin pun memberi perintah kepada Asisten Helder untuk mempercepat laju kendaraan.


***


BRAK!


"Aaaakh!" teriak Cleona yang kini sudah tergeletak di aspal dengan darah segar yang mengalir deras dari sela-sela rambut dan juga perut, tepatnya di bagian luka sayat yang terbuka jahitannya.


"Apa Tuan terluka?" tanya Asisten Helder khawatir.


"Aku baik, cepat periksa seseorang yang kau tabrak!" desak Castin yang tidak terluka sama sekali.


"Baik, Tuan." jawab Asisten Helder langsung keluar dari mobil. Castin tak ingin keluar dari mobil karena takutnya seseorang yang mereka tabrak hanya modus musuh yang ingin melukainya.


Sadar akan kondisi yang tak aman, ia pun langsung meraih ponsel untuk menghubungi pengawal istana. Namun, kegiatan itu urung ia lakukan kala mendengar suara tangisan seorang bayi yang jelas ia kenali.


"Taun Castin!" betapa kagetnya Castin saat melihat Helder yang menggendong seorang bayi berlumur darah.

__ADS_1


Castin pun langsung keluar dari mobil dengan terburu-buru. Begitu berada di luar, ia lebih kaget dan tak percaya setelah melihat jelas siapa seorang bayi yang Helder gendong saat ini. Dima Afson namanya, Dima adalah bayi yang selama ini dicarinya.


"Dima!" teriak Castin langsung merebut bayinya, kemudian ia peluk dengan penuh kasih sayang.


Berkat aksi perlindungan yang Cleona berikan, bayi menggemaskan itu tak terluka sedikit pun, hanya ada beberapa lecet di tubuh mungilnya. Sementara darah yang melumuri tubuhnya adalah darah yang berasal dari perut Cleona.


Asisten Helder kembali bersimpuh memeriksa keadaan Cleona. Kondisi Cleona sangatlah parah dengan luka di kepala dan perut membuatnya kehilangan banyak darah dan benar-benar mengenaskan.


Meski begitu, Cleona masih sadarkan diri. Ia berusaha mengangkat salah satu tangannya sambil berkata, "Ba ... yi ... ku....," setelah itu, Cleona pun kehilangan kesadarannya.


.


.


.


Castin Afson

__ADS_1



__ADS_2