
"Cleona Chaves, bagaimana pun caranya, gadis itu harus menjadi menantu mama," ucapnya tersenyum penuh makna.
Meski terkadang kelakuannya kocak, tapi sang ratu adalah wanita yang pintar dan cerdas. Namun, kecerdasannya memang sengaja ia tutupi dengan tingkahnya yang terkadang somplak.
Jauh sebelum bertemu langsung dengan Cleona, ia telah lebih dulu mencari tahu seperti apa sosok Cleona dan apa saja yang ia lakukan di kediaman putranya. Tahu putranya telah mengajari Cleona berbohong, sang ratu pun merencanakan suatu rencana bersama dengan putrinya, Anna.
Apakah rencana itu? Apalagi kalau bukan mencampurkan obat perang sang ke dalam minuman Cleona. Sang ratu sudah tak sabar ingin menimang banyak cucu dari putranya.
"Berarti setelah ini kak Castin dan kakak ipar Cleona akan kita nikahkan, Ma?" tanya Anna berharap sang mama mengatakan iya.
"Tidak!" jawab ratu Diona tegas.
"Loh, kenapa tidak, Ma?" Anna mendekat dengan ekspresi kagetnya.
"Tunangan dulu, Anna. Semua ada tahapnya."
"Oh, itu tidak masalah, lagipula di negara kita tunangan dan nikah kan sama saja," lanjut Anna.
"Bagaimana kalau aku juga melakukan hal yang sama? Mencampurkan minuman Asisten Helder dengan obat perang sang," batin Anna dengan rencana liciknya.
"Coba saja lakukan, mama pastikan kamu mati dipenggal!" tegas ratu Diona yang dapat menebak isi pikiran putri satu-satunya itu.
__ADS_1
"Bagaimana mama mama bisa tahu?" batinnya lagi.
"Apa tang tidak Mama tahu?" balas ratu Diona menatap tajam Anna.
"Mama tidak pernah adil, Kak Castin boleh melakukan itu, sementara aku dilarang," protes Anna.
"Kakakmu itu laki-laki, sementara kamu perempuan."
"Kak Cleona juga perempuan, Ma," timpal Anna.
"Tapi, mama sudah pastikan dia menyukai kakakmu. Sementara Halder, mana tidak yakin dia menyukai gadis sepertimu."
"Pokoknya Anna mau menikah dengan Asisten Helder, titik!" tegasnya langsung menuju keluar istana guna mencari keberadaan Asistem Helder.
Di dalam lift, Castin dibuat ketar-ketir ketika Cleona mulai kegerahan. Lihatlah bagaimana menderitanya pria tampan itu yang langsung berhasrat tinggi hanya karena melihat Cleona yang tampak semakin seksi dengan pipi memerah dan keringat yang mengalir.
Ting!
Lift terbuka, Castin langsung membawa Cleona sampai di depan pintu kamarnya. Castin menggunakan kaki untuk membuka pintu kamar yang beruntung tidak terkunci. Setelah pintu terbuka, Castin kembali menutupnya dengan menggunakan kaki.
Dengan perlahan Castin membaringkan Cleona ke atas ranjang, kemudian Castin meraih remote ac dan langsung menurunkan suhu menjadi sembilan belas derajat celcius.
__ADS_1
Castin bergidik kedinginan, sementara Cleona justru semakin kegerahan. Castin kembali mendekati Cleona yang bangkit dan akan melepaskan gaun ketat yang kini melekat di tubuh seksinya.
"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Castin segera menahan tangan Cleona.
"Emm ... Panas ....." oceh Cleona tak jelas.
"Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu, Cleona? Tidak mungkin ... Minuman yang Anna berikan mengandung ... Astaga!" kesal Castin menjauhkan dirinya dari Cleona.
Sedangkan Cleona telah berhasil melepaskan gaun ketat yang melekat di tubuhnya, hingga kini hanya menyisakan baju dalam yang juga berbentuk gaun berwarna putih.
Castin menelan saliva bersusah payah kala tak kuasa menahan nafsu, ketika melihat Cleona yang tampak begitu seksi. Dua buah pepaya jumbo bergelantungan karena hanya dilapisi gaun dalam, berbahan tipis.
Separuh dari gundukan itu tampak menyembul karena Cleona tak menggunakan bra, melainkan hanya menempelkan pasties yang tak lain adalah silikon yang berguna untuk menutupi pu ting.
"Ahh, Tuan. Pa ... nas ... To ... long ... saya," de sah Cleona yang mulai turun dari ranjang sambil membelai tubuh indahnya.
Melihat hal itu, Castin pun langsung bergerak cepat keluar dari kamar, kemudian menutup pintunya. Di luar kamar, Castin meraba ponsel di saku celana, kemudian langsung menghubungi sahabatnya yaitu Dokter Calvin.
Castin bernapas lega ketika Dokter Calvin langsung mengangkat ponselnya.
"Ada apa?" tanya Dokter Calvin di seberang sana.
__ADS_1
"Apa yang harus dilakukan bila seorang wanita minum obat perang sang?" tanya Castin to the point, ia tak punya banyak waktu lagi. Castin takut terjadi sesuatu kepada Cleona di dalam sana.
"Sangat mudah, kau tinggal tiduri saja wanita itu....