Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)

Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)
Kehidupan Kedua


__ADS_3

Frea menghela napas kasar menerima foto bulan madu kedua Keysha dan Gretel. Benar, entah kenapa pasangan yang pada awalnya hanya berpura-pura kini mengadakan bulan madu kedua. Bagaikan belum puas mengadu alat tempurnya guna mencetak anak.


"Foto siapa?" tanya Tomy meletakkan tasnya, memeluk Frea dari belakang.


"Keysha..." ucapnya tersenyum simpul, mengingat masa dirinya menjadi karyawan JH Corporation dengan Tomy sebagai atasannya.


"Mereka bulan madu lagi?" Tomy mengenyitkan keningnya, dijawab dengan anggukan oleh Frea.


Tomy mengecup lembut leher istrinya,"Kita belum pernah bulan madu, bagaimana jika kapal Ferry dengan..." kata-katanya terhenti, Frea berlari ke toilet.


"Hueeek..." suara itu terdengar jelas.


Pemuda itu terpaku mengenyitkan keningnya, merogoh saku menatap tanggal di sana. "Dia sudah tiga minggu tidak datang bulan?" gumamnya. Mengingat tanggal datang bulan Frea? Tentu saja Tomy mengingatnya hari-hari dimana dirinya tidak akan mendapatkan jatah.


"Sayang!! Kita ke dokter!! Mungkin kamu hamil!! Tim kesebelasan berikut cadangannya menanti!!" ucapnya mengambil kunci mobil, hendak ke toilet.


"T...tim kesebelasan!? Aku fikir kamu sudah lupa..." Frea mengenyitkan keningnya.


"Aku tidak pernah lupa," Tomy merangkul istrinya, menggedongnya ala bridal style dari kamar hingga tangga.


Berpapasan dengan putra mereka yang tengah bermain dengan anak laki-laki Vincent. Anak yang baru lancar berjalan, datang bersama kakak perempuannya Gea, serta seorang pengasuh.


"Bunda, mau kemana?" Gea mengenyitkan keningnya.


"Menjenguk anggota tim kesebelasan," ucap Tomy cepat berjalan hingga ruang tamu.


"Sudah aku mau turun, aku malu..." Frea mencubit lengan suaminya. Hingga Tomy menurunkannya.


"Sakit!! Tenaga mantan pelatih bela diri memang kuat..." keluhnya.


Pasangan yang penuh dengan senyuman, berjalan hingga mobil. Melajukan mobil mereka, meninggalkan kediaman besar tersebut. Hanya senyuman terlihat di wajah mereka, sesekali Tomy melirik ke arah istrinya. Sulit di percaya, remaja cantik yang dengan tulus menyuapi anak bagaikan gelandangan kini menjadi istrinya.


"Aku mencintaimu ..." ucapnya, tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan.


"Aku juga, omong-ngomong, ayah mertua ingin aku membawa Kira berkunjung ke rumahnya. Apa boleh?" tanyanya ragu, dijawab dengan anggukan oleh Tomy.


***

__ADS_1


Apa yang terjadi dua tahun ini, pada Adrian? Irgi perlahan menjadi lebih tenang, tidak bertindak gegabah lagi, Adrian menempatkannya di posisi strategis di perusahaannya, melatihnya sebagai ahli waris sedikit demi sedikit.


Karena rasa kecewanya, beberapa ide dan gagasannya di jual oleh Jimy pada perusahaan pesaing, Mike meninggalkan ibunya yang tetap bertahan dalam pernikahannya yang tidak sehat.


Bekerja di perusahaan lain, melupakan segalanya, memulai kariernya dari awal. Itulah yang dilakukan Mike hingga saat ini bekerja di salah satu perusahaan di Australia, sebagai seorang manager perusahaan terkemuka.


Lia? Wanita itu hidupnya semakin kacau.


Prang...


Botol bir pecah terdengar membentur batu nisan di hadapannya. Benar, Lia saat ini dalam keadaan mabuk.


"P*lacur, tetaplah p*lacur!! Akhirnya kamu mati!! Wanita terhormat sepertiku hidup bahagia, ditemani dua pria tampan yang memperebutkanku..." ucapnya menertawakan makam Merlin.


Makam yang kini berlumuran bir, sejenak kemudian Lia menitikkan air matanya. "Aku adalah tokoh utama yang memiliki akhir bahagia!! Suamiku berselingkuh, aku bercerai kemudian menikah dengan pria yang aku cintai. Menggapai kehidupan yang lebih baik. Sedangkan selingkuhan suamiku akhirnya mati penuh hina!!" racaunya.


"Aku memiliki akhir bahagia bukan?" tanyanya seorang diri, terdiam menangis terisak.


Mungkin akhir bahagia dalam kata-katanya saja, Jimy membawa selingkuhannya pulang. Wanita yang berusia lebih muda, wanita yang kini tengah hamil.


Mungkin... mungkin saja jika, dahulu dirinya lebih setia pada Adrian hidupnya akan lebih bahagia. Namun, semua sudah terlambat, Adrian sudah tidak mencintainya lagi, karena kehadiran Merlin. Wanita yang telah membusuk terkubur di bawah tanah.


Meninggalkan Jimy dan kembali pada Adrian dengan alasan Irgi? Irgi seakan acuh padanya, hanya mengikuti sang ayah. Menemui Adrian pun percuma, pria itu memandangnya penuh hina. Kata-kata Adrian membekas dalam dirinya, kala pria itu mengusirnya.


'Satu-satunya penyesalan dalam hidupku adalah mengacuhkan Merlin dan putra kami demi mempertahankan mu. Uang? Ternyata aku bisa mempertahankan perusahaan seorang diri tanpa saham dari keluarga besarku,'


'Andai waktu dapat diulangi kembali, aku akan menceraikanmu lebih awal. Menjadikan Merlin istri sah-ku, hingga dia tidak akan mengacuhkan-ku... Tidak akan mencintai pria lain, hingga mati,'


'Bahkan jika ada reinkarnasi itu ada, aku akan tetap hanya mencintainya,'


Ucap Adrian kala itu menitikan air matanya, seusai pemakaman Merlin. Membalikkan tubuhnya, meninggalkan Lia.


Sudah beberapa bulan, Lia memilih tidak berada di rumah Jimy. Menyewa rumah terpisah, ditengah sidang perceraian menuntut harta gono-gini. Harta gono-gini? Seluruh harta yang dimiliki Jimy adalah pemberian Lia dan Mike dahulu. Hasil dari menguras uang perusahaan milik Adrian.


Lia menitikkan air matanya, seolah tidak takut berada di tanah pekuburan pada malam hari.


"Merlin sialan!! Wanita murahan!! Pelakor!! Kamu sudah membusuk dan mati!! Tapi kenapa Adrian tidak ingin kembali padaku!!" teriaknya, memecah keheningan.

__ADS_1


Dalam keadaan mabuk berat, Lia mulai bangkit berjalan beberapa belas meter. Hingga sekitar empat orang berbadan tegap menghentikan langkahnya.


"Kalian siapa!?" tanyanya.


"Tidak perlu tau kami siapa, kami hanya bertugas melenyapkanmu..." jawabnya.


Lia tertawa nyaring,"Jimy, dia ingin seluruh hartanya kan? Untuk memanjakan istri mudanya..." ucapnya.


"Kamu tau juga, karena itu, sudah tau akan menjadi sasaran pembunuhan masih juga berjalan di tempat sepi..." ucap salah satu preman tertawa."Pegangi dia..." perintahnya.


Srak...


Lia ditusuk tepat di bagian perutnya. Tidak hanya itu, wanita itu mulai dilecehkan, digiliri satu persatu, untuk menyamarkan pembunuhan karena harta dan dendam. Menjadi karena pemerkosaan.


Darahnya terus mengalir dari perutnya, namun orang-orang itu menyetubuhi nya tanpa belas kasih.


Mata Lia melirik ke arah makam Merlin.


Apakah kamu senang melihat kehancuranku? Apa kelebihan seorang gundik sepertimu? Kamu hanya sampah...


Merlin...


Jika reinkarnasi itu ada, aku akan merebut semua milikmu. Tidak akan membiarkanmu bersama Adrian. Sampah sepertimu, seharusnya ada di bawah kakiku...


Hup...


Jantung Lia di tikam, pada akhirnya, meninggalkan tubuhnya disana dengan pakaian tercabik-cabik.


***


Pagi yang dingin, jenazahnya ditemukan...


Suara resleting kantung mayat terdengar. Polisi mulai melakukan penyelidikan. Mike pulang dari Australia, setelah mendengar kematian ibunya.


Mengetahui tentang Jimy yang menikah lagi, menyewa detektif swasta hingga akhirnya menemukan fakta. Jimy, ayah kandungnya lah yang membunuh ibunya.


Menjebloskan Jimy ke penjara hal pertama yang dilakukan Mike. Sebelum akhirnya kembali ke Australia menitikan air mata, tidak ingin mengumbar dendam lagi. Akhir hidup sang ibu sudah cukup baginya untuk menjadi pembelajaran.

__ADS_1


__ADS_2