Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)

Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)
Wanita Penggoda?


__ADS_3

Satu tahun yang lalu...


Villa mewah dengan berbagai fasilitas, gadis cantik yang benar-benar dimanjakan. Seorang pria paruh baya tengah berenang, menikmati waktu liburnya, bentuk tubuh atletis yang terawat dengan baik, ditengah usianya yang tidak lagi muda.


"Dad..." panggil sang wanita, melepaskan jubah mandinya, membiyarkannya tergeletak di lantai. Hanya setelan bikini yang berharga tidak murah saja yang menutupi tubuhnya. Kaki putih mulus tanpa cacat memasuki kolam renang.


Berenang mendekati sang pria paruh baya, "Kamu makin cantik saja..." ucapnya memangut bibir indah sang wanita, kecantikan yang benar-benar mutlak. Tangannya perlahan, melepaskan ikatan tali pada bikini, masih berpangutan membimbing tubuh indah itu ke area tepi kolam.


Dingin dan basah, satu persatu pakaian basah mereka tergeletak di area tepi. Air tepi kolam menciptakan gelombang-gelombang kecil, seiring pergerakan saling menghangatkan antara pasangan beda usia.


***


"Dad..." Keyla mendekap tubuh Leon yang duduk konsentrasi di sampingnya. Telah kembali berbalut jubah mandi setelah memanjakan sugar daddy-nya, menggunakan tubuh indahnya.


"Em?" Leon tidak menggubris, masih fokus pada e-mail yang masuk, jemarinya bergerak lincah pada keyboard laptop di hadapannya.


"Begini, ada tas keluaran terbaru, teman-temanku sudah punya. Hanya aku yang belum..." ucapnya bagaikan kucing putih kecil yang meminta dengan ragu.


"Berapa?" Leon melepaskan kacamata bacanya.


"Tidak begitu mahal, sekitar 200 juta. Menyimpan tas limited edition juga bisa untuk investasi..." alasan yang keluar dari wanita berwajah rupawan itu.


"Nanti uangnya aku transfer, biarkan aku bekerja sebentar ya..." ucap Leon, tidak ingin berdebat, menggunakan jasa juga harus memberi sepadan bukan?


Keyla tersenyum, mengecup pipi Leon, kemudian berlalu pergi.


Memiliki simpanan menjadi pilihannya setelah ditinggalkan wanita yang dicintainya. Tidak ingin satu orang pun menggantikan posisi almarhum istrinya.


***


Masa liburan Leon usai, begitu pula menjadi hari libur Keyla tidak perlu tinggal di villa milik Leon sepanjang hari. Berjalan-jalan di area mall menjadi pilihannya. Tentunya untuk menggunakan uang yang diberikan Leon.


Hingga...


Plak...


Satu tamparan dilayangkan seorang wanita pada pemuda di hadapannya. "Sudah aku bilang, aku tidak menyukaimu!!" bentaknya pada seorang pemuda berkacamata dengan rambut menempel lekat berlumuran pome. Kawat gigi menempel bagaikan rel kereta di giginya.


"Aku bisa memberimu segalanya termasuk uang..." ucap sang pemuda memohon.


"Dasar cupu!!" gadis cantik itu kembali membentak. Sedang, seorang wanita bertubuh gempal di samping sang pria membela."Gilang membayar uang kuliahmu!! Bahkan membelikan mobil untuk hadiah ulang tahunmu!! Kamu menerimanya, jika tidak suka padanya, tidak perlu menghina!!"


Sang wanita gemuk, mulai menjambak sahabatnya, sang wanita cantik. Pertengkaran yang membuat seseorang security datang memisahkan dua gadis berbeda rupa tersebut.


Keyla semakin tertarik, berjalan mengikuti kedua orang yang duduk di kursi panjang lantai dua mall.


"Ssstt...aaa..." sang wanita gemuk meringis, saat Gilang mengobati, bekas luka cakarannya.


"Kenapa membelaku?" tanyanya tertunduk.


"Hanya ingin..." jawab sang wanita bertubuh gempal tersenyum pada Gilang. Wanita gemuk yang merupakan sahabat dari wanita yang disukai Gilang. Memilih memutuskan hubungan persahabatan demi membelanya.

__ADS_1


Tangan sang wanita terangkat hendak menyentuh jemari tangan Gilang dengan ragu, menyukainya? Mungkin itulah yang terasa pada pria yang tidak pernah memandangnya. Namun, semuanya terhenti wanita itu tertunduk kembali.


Seorang wanita yang jauh lebih cantik datang, "Boleh bergabung?" tanyanya.


Terpesona akan kecantikan fisik? Tentu saja, semua pria akan memandang berbeda pada wanita cantik bukan?


Gilang tertegun, mengangguk membiarkan Keyla duduk di sampingnya. "Namaku Keyla..." ucapnya mengulurkan tangan di hadapan Gilang.


"Gilang..." pemuda itu menerima uluran tangannya, memperkenalkan diri.


"Kamu tampan, tapi tidak menunjukkan rupa aslimu," Keyla tersenyum padanya. Tujuan? Menangkap pria royal di hadapannya, hanya menangkap hatinya mengambil keuntungan darinya.


Gilang tertegun menatap wanita cantik yang duduk disampingnya. Tampan? Untuk pertama kalinya ada wanita cantik yang menyebut dirinya tampan.


Tangan wanita gemuk yang hendak menyentuhnya lemas. Mengetahui luka hati Gilang mungkin sudah ada yang mengobati, "Aku sibuk, aku pulang dulu..." ucapnya.


Namun, tidak mendapatkan jawaban, Gilang masih tersenyum pada wanita yang baru dikenalnya.


Sang wanita gemuk tersenyum, berjalan pergi dengan jemari tangan gemetar, melewati pantulan bayangannya di jendela etalase toko. Hanya wanita gemuk yang tidak pernah dianggap ada oleh siapapun, mungkin hanya teman yang baik bagi semua orang. Tokoh figuran yang hanya sekedar berlalu dalam novel atau drama.


"Tubuhku sebesar ini, tapi dia tidak pernah melihatku..." gumamnya menitikkan air mata, berjalan pergi menyerah pada perasaannya sendiri yang tidak pernah berbalas.


***


Mencintai apa adanya, sesuatu yang sulit didapatkan. Gilang tidak menyadarinya, membiarkan dirinya dirubah oleh Keyla. Kacamata diganti dengan softlens, rambut rapinya diganti dengan tatanan yang terlihat lebih menyegarkan. Kawat giginya telah terlepas. Satu orang dengan rupa yang kini berbeda.


Menjadikan wanita rupawan sebagai dewinya, menuruti apapun yang diinginkannya. Berhubungan bagaikan pasangan suami-isteri? Tidak pernah bersedia dilakukan Gilang, walaupun badannya panas dingin menerima godaan Keyla. Pesan ayahnya masih terngiang, agar dirinya menjadi pria dewasa yang baik.


Aneh bukan? Sang ayah yang br*ngsek menginginkan anaknya menjadi pria baik.


Berhenti melayani Sugar Daddy-nya? Tidak, setiap minggu mereka tetap bertemu di villa. Saling memberikan kepuasan, sungguh sesuatu lelucon menjadi wanita baik hati di hadapan Gilang.


Wanita bersahaja, mandiri dan baik hati, hal yang melekat dalam diri Keyla, suatu anggapan yang disangka Gilang. Tidak melirik wanita manapun lagi, hatinya hanya terpaut pada Keyla, seseorang yang merubah hidupnya.


Hingga, dirinya berniat mengenalkan kekasihnya pada Leon.


Sang pria paruh baya menanti di area private restauran, mengiris daging di hadapannya tanpa menunggu kedatangan putranya, mengingat banyaknya pekerjaan yang harus dihendelnya.


"Ayah," Gilang membuka pintu, berjalan cepat ke arah Leon, menarik tangan kekasihnya.


Wajah Keyla seketika pucat pasi, duda kesepian yang selalu ditemaninya adalah calon ayah mertuanya? Namun, sekelebat senyuman nampak di wajahnya. Satu rumah dengan dua pria royal yang menyayanginya. Bukankah hal yang bagus?


"Ayah perkenalkan ini pacarku, Keyla..." ucap putranya dengan nada ceria. Untuk pertama kalinya memiliki kekasih, putra kecilnya sudah tumbuh dewasa. Namun, sedikit perhatiannya teralih.


Mengenyitkan keningnya menatap tidak suka, wanita yang setiap akhir pekan ditidurinya? Lelucon macam apa ini?


"Halo, paman nama saya Keyla..." ucapnya tertunduk tersenyum pada Leon.


"Putuskan hubungan kalian," hanya itu kalimat yang diucapkan Leon, saat pertama kali bertemu dengan calon menantunya.


Derajat? Rupa? Status sosial? Tidak penting baginya asalkan wanita yang dipilih Gilang adalah wanita baik, yang dapat membahagiakannya seperti almarhum ibunya yang memberikan kebahagiaan tulus pada Leon.

__ADS_1


Keji? Mungkin itulah sifat Leon terhadap dunia, namun hatinya hanya lunak pada putra tunggalnya. Satu-satunya harta berharga yang ditinggalkan wanita yang dicintainya.


Menjadikan Keyla yang rakus dengan harta sebagai istri dari putra tunggalnya? Sungguh sebuah lelucon yang ingin ditertawakannya.


"Ayah, ayah baru pertama kali bertemu. Keyla adalah..." kata-kata Gilang terhenti, untuk pertama kalinya Leon menatap dingin pada putranya.


"Jangan menghancurkan hidupmu hanya karena wanita..." ucapnya, beranjak dari tempat duduknya. Berjalan pergi meninggalkan Keyla dan Gilang.


Gilang tertegun diam dalam kebimbangannya, namun Keyla menegarkannya,"Mungkin ayahmu mengetahui aku bukan dari keluarga berada, status sosialku terlalu rendah..." ucapnya tertunduk, menitikkan air mata palsunya, bagaikan protagonis dalam sinetron.


"Ayahku sebenarnya orang baik, cepat atau lambat dia akan luluh," Gilang menggengam jemari tangan kekasihnya, memeluk tubuhnya erat.


***


Mutuskan hubungan bisnis hal pertama yang dilakukan Leon. Hubungan bisnis? Keyla menjual tubuhnya, dan Leon memberikan kehidupan mewah untuknya, bukankah itu hanya hubungan bisnis menjual dan membeli? Tanpa memakai hati dari kedua belah pihak.


Mengusirnya dari villa, namun tanpa diduga, anaknya Gilang menjadi sasaran berikutnya. Membelikan kediaman untuk kekasihnya yang tidak berdaya. Mengembalikan kehidupan mewahnya yang penuh dengan barang-barang bernilai tinggi.


Tindakan tegas pernah diambil Leon untuk memisahkan mereka. Menarik semua fasilitas putranya, tidak membiarkan Gilang meninggalkan kediaman utama. Namun yang terjadi Gilang tiba-tiba sakit keras.


"Ayah..." rintihnya saat itu."Ijinkan aku bertemu dengannya," permintaan putranya yang tidak dapat dibantahnya.


"Baik, tapi kamu harus sehat, tidak boleh memperkenalkannya pada anggota keluarga kita yang lain..." Leon membelai rambut putranya, tidak ingin kehidupan putra tunggalnya hancur.


Gilang mengangguk, tersenyum, bersedia untuk makan. Menerima belaian rambut dari jemari tangan ayahnya.


***


Kembali, saat ini di dalam hotel...


"Lepas..." Leon menepis pelukan Keyla.


"Ayah mertua?" ucapnya tidak tahu malu, dengan nada menggoda.


"Seperti yang aku katakan di telfon, ini foto-fotonya namanya Tomy, menjabat sebagai komisaris utama perusahaan keluarga kami. Tolong bujuk dia untuk menjadikan Gilang CEO. Maka aku akan menyetujui hubungan kalian," Leon melempar beberapa foto Tomy.


"Komisaris? Dia yang terpilih sebagai pewaris utama?" tanyanya meyakinkan.


Leon mengangguk, membenarkan, memberikan pancingan pada Keyla untuk merubah targetnya.


Wanita itu tersenyum, terlihat tertarik pada wajah rupawan Tomy. Siapa yang tidak tertarik? Pemuda rupawan yang akan memiliki segalanya.


Membujuk? Bukan itu tujuan Leon membocorkan informasi tentang keluarganya. Memberi umpan pada wanita itu meninggalkan putranya adalah tujuan utamanya saat ini, selain mengendalikan untuk Tomy tentunya.


"Bagaimana kamu bisa membujuknya?" tanya Leon.


"Aku akan bicara langsung padanya, dimana dia tinggal? Apa dia sudah menikah?" ucapnya mencoba tidak terlihat antusias.


"Sudah, istrinya meninggal dalam kebakaran. Dia sangat royal pada almarhum istrinya..." satu kail pancing lagi yang dilemparkan Leon, lengkap dengan sebuah umpan.


Keyla tersenyum menyeringai, mengagumi pemuda yang hanya diketahuinya melalui beberapa lembar foto.

__ADS_1


"Dia tinggal sementara di salah satu villa milik Gilang, ini alamatnya..."


Bersambung


__ADS_2