
Semakin protektif? Itulah sosok suaminya saat ini. Pemuda yang tidak membiarkan istrinya sedikitpun menghilang dari pengawasannya. Hal yang dilakukannya? Tentu saja menempatkan salah satu pengawal mengawasi istrinya dari jauh, berjaga-jaga setiap dirinya terpaksa harus meninggalkan kantor pusat.
Apa memiliki pengawal pribadi itu menyenangkan? Memiliki suami protektif yang terlalu menyayangimu. Benar-benar tidak nyaman, seperti hari ini.
Frea menghela napas kasar, mengenyitkan keningnya kesal. Tomy saat ini tengah menemui seorang klien yang datang dari luar negeri. Hidup tenang tanpa diawasi? Jangan bermimpi untuk mendapatkannya.
"Badannya seperti tentara..." Keysha berdecak kagum menatap seorang pria yang memakan sandwich, tiada hentinya menatap meja mereka."Kamu tidak berencana berselingkuh dengannya...?" ucapnya pada Frea, mengingat beberapa perselingkuhan memang terjadi antara supir atau bodyguard dengan majikan cantik mereka.
"Bisa aku bayangkan dibawa kabur oleh pria berbadan tegap dengan ekspresi wajah datar mengatakan,'Aku mencintaimu, aku akan menghadapi suamimu, jadi berpisahlah dengannya...'" khayalan tingkat tinggi dari Keysha.
"Kemudian Tomy akan menyewa sniper (penembak jitu) mengurung pria yang membawaku kabur, menyiksanya sedikit demi sedikit..." Frea kembali menghela napas kasar.
Keysha mulai tertawa, mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Frea,"Tidak mungkin, orang sebaik pak Tomy akan berbuat begitu,"
"Aku juga mengira tidak mungkin, tapi..." kata-kata Frea terhenti, mengingat Tomy yang datang menjemputnya diikuti pengawal bersenjata. Ditambah orang yang mengawasinya saat ini, sekelebat Frea sempat mengamati senjata api yang tersembunyi di balik jasnya.
Namun, tingkah manis suaminya, baik hati di hadapannya, menurut, merajuk, menangis layaknya manusia pada umumnya. Bahkan terlihat cenderung manja, berkelahi saja tidak bisa sama sekali."Benar, tidak mungkin Tomy memiliki prilaku kejam..." ucap Frea ikut tertawa.
Tidak mungkin kucing putih manis sepertinya adalah harimau putih... Betapa manisnya... gumam Frea dalam hatinya merindukan suami manjanya.
"Keysha, bisa bantu aku menyingkirkan pengawal? Malam ini saja, Tomy akan pulang larut. Sementara ada arisan keluarga, jika bodyguard mengikutiku, akan terasa canggung..." ucapnya penuh harap, tidak ingin identitas suaminya diketahui.
Tidak ingin diketahui? Tentu saja, Frea lebih baik menerima cibiran dan hinaan dari pada menambah musuh yang merusak hubungannya. Mengetahui dengan jelas sifat Fani yang akan melempar kekasihnya ke tempat sampah jika menemukan yang lebih baik, bahkan tidak segan-segan merebut kekasih saudara atau sahabatnya.
"Kamu punya uang kan? Suap saja..." usul Keysha.
"Sudah aku coba tapi dia tidak bergeming. Bahkan ke toilet wanita pun, dia akan berjaga didepannya. Aku menyerah..." Frea menghela napas kasar, menatap penuh harap.
"Aku bantu, tapi jika pak Tomy tau, jangan libatkan aku..." ucap Keysha.
"Baik!! Aku akan melindungimu dari amukan suamiku..." Frea tersenyum pada sahabatnya.
***
Berganti peran, itulah yang mereka lakukan dalam toilet kantor. Frea memakai rambut palsu pendek, sedang Keysha memakai rambut palsu panjang. Tentunya setelan pakaiannya juga diganti, lengkap mengenakan topi dan masker.
Keysha keluar terlebih dahulu, keringat dingin mengucur di pelipisnya, kala melewati sang pengawal... Tidak akan ketahuan... tidak akan ketahuan... tidak akan ketahuan... gumamnya dalam hati.
Dan benar saja, bentuk tubuh yang mirip membuat sang pengawal mengikutinya, menyangka itu adalah nyonya-nya. Gretel, itulah nama sang pengawal, berdarah campuran Eropa tersebut.
Bagaikan harimau mengintai mangsanya, tidak akan melepaskan objek yang harus dikawalnya. Tidak menyadari Frea yang asli, keluar setelahnya, berjalan melarikan diri dengan cepat.
Aku seperti dikejar Terminator. Kenapa tidak sekalian kurung aku di dalam rumah saja... kesalnya dalam hati, yang selalu diikuti kemana-mana bagaikan diikuti CCTV berjalan.
__ADS_1
***
Keysha melangkah dengan cepat, menaiki bis, setelah sebelumnya memberi kabar pada kekasihnya agar tidak menjemputnya.
Ketakutan? Itulah dirinya saat ini, mobil serta supir jemputan Frea dibiarkan Keysha, tidak ingin wajahnya dikenali sang supir. Pemuda blasteran yang memakai jas rapi itu masih tetap mengikutinya, pria yang terlihat benar-benar memiliki aura maskulin.
Hingga Keysha memutuskan berhenti di sebuah club'malam. Menyamarkan dirinya ditengah hiruk pikuk orang kemudian mencari celah melarikan diri, sungguh rencana yang sempurna.
Namun langkahnya terhenti kala menatap kekasihnya yang berprofesi sebagai fisioterapis merangkul dan memeluk wanita cantik. Sakit? Tentu saja, menjelang satu bulan sebelum pernikahan mereka, jumlah tabungan yang dikumpulkan telah cukup. Kedua belah keluarga telah sepakat, hubungan yang berjalan bertahun-tahun bagaikan percuma.
Isakan tangisannya terdengar, mulai duduk di kursi depan meja bar, membuka maskernya, memesan minuman beralkohol. Wanita yang bersama kekasihnya? Seorang dokter wanita cantik, anak pemilik rumah sakit tempat kekasihnya bekerja.
Melabrak pun, sepertinya percuma, dirinya hanya akan dipermalukan. Kecantikan, status, kekayaan, dirinya tidak ada apa-apanya. "Sial!!" umpatnya, meminum minuman keras di hadapannya.
Hingga pada akhirnya sang dokter cantiklah yang mendatanginya terlebih dahulu. "Sayang, bukannya ini mantan pacarmu?" ucapnya pada pemuda yang masih merangkulnya.
"Aku..." pemuda itu hanya mengalihkan pandangannya, tidak dapat berkata-kata, menatap sosok Keysha.
"Kita batalkan saja pernikahan kita..." ucap Keysha menyeka air matanya.
"Tunggu, tidak bisa begitu orang tua kita," kata-kata sang pemuda terpotong, dokter muda bertubuh indah itu memeluknya, kemudian mengecup bibirnya sekilas.
"Biarkan saja, itu artinya dia tau diri. Mengetahui statusnya..." cibirnya.
Gretel (sang pengawal) tiba-tiba datang dengan wajah pucat, mengenyitkan keningnya menatap dirinya salah mengikuti orang.
Harga diri Keysha benar-benar terluka, dengan nekat gadis itu berdiri. "Kita putus!! Karena aku juga berselingkuh!! Perkenalkan ini calon suamiku Tomy!! Atasan yang aku idolakan dari hari pertamaku bekerja!!" ucapnya berjinjit, menarik dasi pria bertubuh kokoh, yang lebih tinggi darinya. Pria yang sebenarnya diketahuinya sebagai pengawal Frea, membuat kebohongan besar demi mempertahankan harga dirinya.
Bibir pria blasteran itu diciumnya lembut, menggigit bibir bagian bawah sang pemuda, agar memberi jalan baginya untuk bertaut lebih dalam lagi.
Bang bule jangan melawan, please give me hot kiss (Tolong, berikan aku ciuman panas)... gumamnya dalam hati, penuh harap agar Gretel tidak melawan, mempertahankan harga diri terakhirnya.
Benar-benar gila, Gretel membalasnya tanpa banyak bertanya, mungkin perbedaan kebudayaan. Namun pria berdarah campuran Eropa itu benar-benar memanjakan bibir mereka yang bertaut bagaikan pasangan kekasih. Menarik pinggang Keysha, agar lebih mendekat.
"Keysha!!" kekasih Keysha yang berprofesi sebagai fisioterapis membentak.
Keysha mengakhiri ciumannya,"Ini adalah Tomy atasan idolaku. Gajinya tidak dihitung dengan mata uang rupiah!! Bahkan memberikanku uang jajan 30 miliar setiap bulannya!! Mana mungkin bisa dibandingkan denganmu!?" ucapnya meninggikan nada bicaranya, memeluk tubuh Gretel erat.
Sial, imajinasi tingkat tinggi, pak Tomy memang tidak ada bandingannya. Maaf Frea aku meminjam nama suamimu... gumamannya dalam hati.
Informasi tentang Tomy? Tentu saja didapatkannya dari Frea yang sering membicarakan suaminya. Tidak menyadari Keysha memiliki imajinasi tingkat tinggi sehingga dapat berbohong dengan lancar memiliki calon suami seorang Tomy.
"Keysha beraninya kamu!!" pemuda itu mengangkat tangannya, hendak menampar.
__ADS_1
Gretel mencegahnya, mencengkram pergelangan tangannya,"Jangan kasar pada wanita..." ucapnya menatap tajam.
"Jangan pedulikan dia, ayo kita pergi..." sang dokter muda diam-diam mengedipkan sebelah matanya pada Gretel, sembari menarik sang pemuda yang berprofesi sebagai fisioterapis. Menggoda Gretel sekaligus tidak ingin melepaskan pemuda di sampingnya. Serakah bukan?
"Terimakasih, sudah membantuku berbohong..." ucap Keysha tertunduk pada Gretel. Setelah mengamati kepergian kekasihnya.
Gretel mengenyitkan keningnya kesal,"Dimana nyonya Frea?"
Harus setia kawan, harus setia kawan... mantra yang terus terucap dalam hati Keysha.
"Aku tidak tau, Frea siapa ya?" Keysha menatap penuh dengan wajah tidak bersalah.
"Mau aku tembak dengan senjata api, atau aku tembak berkali-kali dengan alat tempurku di tempat tidur hingga kamu hamil...?" ancamnya benar-benar kesal.
"Ma...maaf, ini alamat tempat Frea pergi," ucap Keysha gelagapan, memperlihatkan pesan yang sebelumnya dikirimkan Frea, sesampainya di restauran.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa. Jika tidak aku akan kesulitan berkembang biak..." ucapnya menghubungi majikannya, sembari berlari pergi dengan cepat.
***
Di tempat lain, seperti biasa keluarga mereka berkumpul bersama setiap beberapa bulan sekali, mengadakan arisan. Menyombong? Itulah yang terjadi, terutama mulut Fani yang tiada hentinya mengelu-elukan Yahya.
Frea hanya terdiam mendengarkan dengan seksama, sepupu, saudari serta para bibinya yang menyombong dalam acara arisan keluarga.
"Yahya sudah bisa mencicil rumah, di kompleks perumahan mewah untuk kami tempati nanti. Luasnya sekitar 10 are..." ucap Fani, merangkul kekasihnya yang dipaksa untuk hadir dalam acara kaum hawa.
Sementara itu Yahya melirik ke arah Frea... Tidak disangka, kakak ipar ku adalah atasanku... Sedikit lagi akan mirip dengan judul sinetron ikan terbang... gumamnya dalam hati, masih menyembunyikan identitas Tomy tidak ingin kekasihnya mengejar pria yang melebihi dirinya.
"Wah beruntungnya, anak bibi baru saja bangun villa baru. Total ada tiga aset berupa hatra bergerak villa dan kos-kosan yang disewakan..." saudari Ririn (bibi Frea) yang tinggal di kota lain berucap penuh kebanggaan.
"Maaf terlambat, aku harus ke bengkel dulu mobil baruku perlu perawatan bulanan, maklum Ferrari California, memerlukan perlakuan khusus," saudari sepupu Frea, yang berprofesi sebagai manager bank, baru datang menyela pembicaraan mereka.
"Omong-ngomong, kamu sudah punya apa saja Frea?" ucap sang bibi, berniat mencibir anak Ririn yang paling tidak dapat dibanggakan.
"Beberapa toko, aku tinggal di apartemen milik sendiri..." jawabnya tersenyum.
"Maaf, bibi ganti pertanyaannya, bibi dengar kamu sudah menikah. Apa saja yang dimiliki suamimu...?" tanya sang bibi kembali.
Frea mengenyitkan keningnya berpikir,"Rumah yang lumayan luas, dan...dan... mobil..."
Apa saja yang dimiliki Tomy? Luas rumah termasuk kebun...aku tidak tahu sama sekali. Kalau mobil, termasuk mobilnya dan mobil pengawal aku hanya sekedar masuk. Mana mungkin memperhatikan merk-nya. Apalagi aset lainnya, mana aku tau... fikirnya dalam hati bagaikan menghadapi ujian tanpa sempat belajar sama sekali.
Keringat dingin mengucur di pelipisnya, orang-orang disana seakan menunggu jawabannya. Dan akhirnya kata-kata kebohongan itu keluar secara otomatis dalam kepanikannya,"Suamiku pengangguran, kami tinggal bersama di apartemen," ucapnya canggung.
__ADS_1
Tiba-tiba tangan kokoh seorang pria terulur memeluknya dari belakang,"Setidaknya, kamu tidak menyebutku gigolo..." kata-kata yang keluar dari mulut suaminya yang entah muncul dari mana.
Bersambung