FRIENDS ... (Kisah Kita)

FRIENDS ... (Kisah Kita)
Friends 15.1


__ADS_3

Narra sampai di kantor diantar Rayyan tepat di depan pintu masuk lobby. Narra segera turun dan menyerahkan helm pada kakaknya.


"terima kasih kak" ucapnya.


"kamu baik-baik ya, nanti kakak jemput" kata Rayyan.


Narra mengangguk lalu Rayyan pun pergi.


Narra segera masuk tapi dia menangkap sosok yang sangat di kenalnya dan sedang memandangnya duduk di sofa lobby utama.


Orang itu berdiri dari duduknya dan menghampiri Narra.


"apa kabar Na ?" katanya.


"mau apa kamu kesini ?" tanya Narra malas.


"aku mau ketemu kamu. Kemarin kamu bilang baiklah jadi aku kesini" dia mengingatkan.


Narra mencoba mengingat-ingat.


Iya, dia terpaksa bilang begitu agar pembicaraan selesai karena dia tidak enak dengan Andra yang berada disebelahnya.


"aku tidak punya waktu, aku harus kembali kerja" Narra bergegas tapi orang itu menarik tangannya.


Narra melihat sekeliling, semua sedang melihat kearah mereka. Ini bisa jadi gosip yang menyebar bebas tanpa disaring nantinya.


"lepaskan ! ini kantor" bentak Narra.


"kasih aku waktu" kata orang itu.


Narra berpikir sejenak.


"baiklah tapi jangan disini. Kita ketemu di cafe depan, jam pulang kantor" Narra menghentakkan tangannya.


Pegangan itu terlepas, Narra segera beranjak menuju lift. Dia tidak perduli Ardhan masih berdiri disana memandangnya.


"kenapa harus seperti ini Na" gumam Ardhan.


Dia pun pergi dari situ menuju kantornya.


*


Narra gelisah, sejam lagi jam pulang kantor. Itu artinya sejam lagi dia akan bertemu hanya berdua dengan Ardhan.


Tapi dia sudah berjanji dengan Andra untuk tidak menemui Ardhan. Pikir Narra.


Dia tidak ingin Andra semakin salah paham. Tadi Andra kelihatan marah karena dia bertemu Sheva tanpa sepengetahuannya. Narra tidak mau Andra semakin marah karena dia bertemu Ardhan tanpa bilang padanya.


Narra menghubungi Andra tapi panggilannya tidak di jawab.


"mungkin ka Nda sibuk" gumam Narra.


Narra pun menghubungi Alex untuk meyakinkan dugaannya.


"iya Na" seru Alex disana.


"maaf kak Alex, aku ganggu ?" tanya Narra.


"tidak Na, ada apa ?"


"kak Andra lagi sibuk ?" tanya Narra pelan.


*


Alex memandang Andra yang tertidur di sofa karena kecapean melampiaskan emosinya.


Alex sedang mengawasi CS yang membersihkan dan menata kembali ruangan Andra.


Dia bingung menjawab pada Narra.


Biarlah, nanti saja aku bilang sama Andra kalau Narra menanyakannya. Biarlah dia tidur, agar dia tenang. Pikir Alex.


"dia sedang tidur. Ada yang perlu aku sampaikan ?"


"baiklah kak, tidak apa. Hanya saja aku telfon ponselnya tapi tidak di jawab. Bilang saja, orang itu datang ke kantor. Dia memaksa untuk bicara, aku terpaksa menemuinya sepulang kantor" jelas Narra.


Dia memberanikan diri bilang pada Alex, dia takut Andra tidak sempat membaca pesannya karena masih marah padanya.


Alex berpikir, siapa orang itu. Tapi dia tidak punya hak untuk mencampuri urusan Andra dan Narra.


"baiklah Na, akan aku sampaikan" ujar Alex akhirnya.


"terima kasih kak Alex" Narra pun menutup telfonnya.


*

__ADS_1


Narra masih duduk di ruang kerjanya.


Ruangan Arjuna terbuka. Bossnya itu sudah membawa tas laptopnya, sepertinya sudah bersiap untuk keluar kantor.


"Na, kamu bisa pulang cepat hari ini. Aku dan Erick akan menemui pihak Alda cosmetic sore ini" kata Arjuna.


"baik pak, file yang bapak minta sudah saya kirim ke email bapak" ucap Narra.


"terima kasih. Ingat, iklan HW Farma menjadi tanggung jawabmu" ujar Arjuna.


"iya pak, saya mengerti" Narra mengangguk.


Arjuna mempercayakan proyek iklan HW Farma pada Narra, bukan karena hubungan spesial yang terjalin antara Narra dan Andra tapi karena Arjuna selalu mempercayakan proyek besar kepada asisten dan sekretarisnya.


Tidak lama Erick, asisten Arjuna keluar dari ruangannya lalu menghampiri mereka.


"maaf pak Juna, berkasnya baru selesai" lapor Erick.


"tidak apa, pihak Alda yang terlalu mendadak" jawab Arjuna.


Arjuna lalu menyerahkan laptopnya pada Erick dan mereka pun pergi.


Narra bersiap-siap. Dia akan menemui Ardhan.


*


Narra masuk kedalam cafe, dia melihat sekeliling. Ardhan sudah berada disana, dia duduk di kursi meja paling pojok.


Narra menghampiri Ardhan yang sudah berdiri menyambutnya.


"silahkan duduk" Ardhan menarik kursi untuk Narra.


Narra pun duduk.


"aku pesankan jus alpukat ya" tawar Ardhan.


Narra mengangguk. Ardhan tahu kesukaannya.


Ardhan memanggil pelayan dan memesan jus alpukat untuk Narra.


Mereka terdiam.


Ardhan memandang Narra terus dan Narra risih dengan tatapan itu.


Minuman Narra tersaji diatas meja. Tanpa menunggu dipersilahkan, Narra meminum jusnya.


Narra hanya memandang Ardhan malas.


Ardhan selalu komen begitu dari dulu. Waktu mereka bersama.


"katakan apa yang mau kamu jelaskan karena sebentar lagi kak Rayyan datang menjemputku. Aku tidak mau kak Rayyan melihat kamu. Waktumu hanya tiga puluh menit" Narra langsung pada intinya, dia tidak mau buang waktu untuk berbasa basi dengan Ardhan.


Ardhan menghela nafas. Narra sangat membencinya, terlihat jelas dia ingin segera mengakhiri pertemuan ini. Padahal bagi Ardhan ini adalah pertemuan melepas rindunya yang sangat lama pada wanita yang sangat dia cintai, yang duduk dihadapannya.


"apa kamu sebegitu benci sama aku Na ?" ucap Ardhan lirih.


"menurut kamu ? setelah apa yang sudah keluargamu lakukan padaku, keluargaku bahkan kepada sahabat-sahabatku. Apa aku tidak sebegitu bencinya sama orang yang pergi begitu saja meninggalkan aku sendirian dengan kehancuranku" ucap Narra tajam.


Ardhan memandang Narra, dia tidak menyangka sosok yang dia kenal lembut dan bisa mendamaikan dirinya kini berubah menjadi sosok yang pemarah dan siap menabuh genderang perang terhadapnya.


Narra memandang sekelilingnya, dia terlalu emosi sehingga dia tidak bisa mengontrol nada bicaranya. Semua pandangan tertuju pada mereka.


"Na tenang, aku hanya minta kamu untuk dengarkan aku dulu sebentar saja" sahut Ardhan.


"tidak akan !" teriak seseorang.


Narra menoleh kebelakang.


Rayyan berdiri tepat di belakangnya dengan tatapan tajam penuh amarah.


Narra segera berdiri, dia menghampiri kakaknya.


"kak" katanya.


"kita pulang !" Rayyan menarik tangan adiknya keluar dari cafe.


"Rayyan tunggu !" Ardhan segera menyusul mereka dengan membawa tas Narra.


Di luar cafe, Ardhan mencoba menahan lengan Rayyan tapi Rayyan mendorongnya.


"lepaskan ! aku tidak akan membiarkan adikku dekat sama kamu lagi. Pergilah, biarkan kami tenang" tunjuk Rayyan.


"aku mau menjelaskan semuanya" Ardhan memohon.


*

__ADS_1


Sementara itu,


Andra melajukan mobilnya menuju kantor Narra. Begitu dia bangun dan Alex menyampaikan pesan Narra, dengan segera dia meminta kunci mobilnya dan langsung berlari keluar ruangannya.


"aku harus bertemu orang itu" Andra memukul setir mobil.


Andra sangat marah karena orang itu menemui Narra di kantor. Dia ingin orang itu berhenti mengganggu Narra karena sekarang Narra adalah miliknya.


Andra berhenti tepat di seberang cafe, dia melihat Rayyan menarik tangan Narra dan diikuti seseorang di belakang mereka.


"Ardhan Kusuma ?!" gumam Andra.


Dia mengenal orang itu. Apa mungkin dia mantan kekasih Narra. Jadi Ranarra yang selama ini diceritakan Ardhan itu Narra-nya. Pikir Andra.


Andra bergegas turun dari mobil. Dia menghampiri Rayyan dan Ardhan yang terlibat adu mulut sementara Narra terus bersembunyi di balik lengan kakaknya.


Andra menarik lengan Ardhan lalu menghempaskannya menjauh dari Rayyan dan Narra.


"Andra ! jangan ikut campur !" bentak Ardhan.


Dia kaget dengan kedatangan Andra.


"aku berhak ! karena Narra sekarang kekasihku, calon istriku !" balas Andra.


Ardhan memandang Andra tidak percaya, lalu pandangannya beralih pada Narra.


Narra balas memandangnya dengan tatapan benci.


"jangan tatap aku seperti itu Na, aku mohon" Ardhan memelas.


"aku tegaskan ! kamu jangan ganggu adikku lagi. Paham !" Rayyan merebut tas Narra lalu mendorong Ardhan tepat di dadanya hingga mundur beberapa langkah.


"sebaiknya kamu pergi" usir Andra.


Ardhan memandang Narra sekali lagi tapi wanita yang sangat dia cintai itu memalingkan wajahnya.


"baik, aku pergi Na" ucap Ardhan seraya beranjak menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ.


Setelah mobil Ardhan meninggalkan pelataran parkir cafe, Rayyan memeluk adiknya erat lalu mencium puncak kepala adiknya.


"semua akan baik-baik saja. Kakak disini" ucap Rayyan.


Andra memandang Narra, tampak Narra begitu nyaman dalam pelukan kakaknya.


Rayyan melepaskan pelukannya, "kami akan pulang, kamu bagaimana ?" tanyanya pada Andra.


"tadinya aku datang mau menjemput Narra pulang" jawab Andra.


"kamu mau pulang sama kakak atau sama Andra ?" tanya Rayyan pada adiknya.


Narra memandang kakaknya lalu pada Andra. Dia masih takut kalau Andra akan marah padanya.


"Aku pulang sama kakak saja, boleh ka Nda ?" tanya Narra pada Andra.


"boleh, pulanglah dengan Rayyan. Aku akan menemuimu nanti, sepulang dari rumah sakit" ucap Andra, padahal sebenarnya dia ingin Narra pulang bersamanya tapi dia tidak bisa memaksa Narra.


"baiklah, kami pulang" pamit Rayyan.


Dia berjalan duluan ke motornya.


Andra mengangguk, dia menghampiri Narra lalu mengusap pipi kekasihnya itu dan tersenyum.


"aku baik-baik saja" ucap Andra seakan tahu arti tatapan khawatir Narra.


"maaf" ucap Narra pelan.


Andra menggeleng, "kita bicarakan ini nanti" katanya seraya tersenyum.


Narra mengangguk.


"bye sayang" kata Andra seraya mencium kening Narra.


"bye ka Nda" ucap Narra.


Narra naik di boncengan kakaknya, Rayyan menyerahkan helm pada adiknya dan mereka pun melaju pulang kerumah.


Andra segera menuju mobilnya.


"aku terlihat baik-baik saja di depanmu sayang, tapi di dalam hatiku rapuh. Aku terlalu mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Andra seraya menyandarkan keningnya pada kemudi.


Andra terdiam beberapa lama pada posisinya, kemudian dia memperbaiki posisi duduknya dan menyalakan mesin.


Andra memgemudikan mobilnya melaju menuju rumah sakit. Dia ada jadwal pemeriksaan sore ini.


Dia mencoba fokus dulu pada pekerjaannya lalu akan menyelesaikan urusan percintaannya. Sekarang dia sudah tahu siapa mantan kekasih Narra. Orang yang sangat dikenalnya.

__ADS_1


***


__ADS_2