FRIENDS ... (Kisah Kita)

FRIENDS ... (Kisah Kita)
Friends 74.1


__ADS_3

Narra terbangun dari tidurnya, dia melihat suaminya tidak ada disebelahnya.


Selembar notes terdapat diatas nakas dengan setangkai bunga mawar diatasnya menyita perhatiannya. Dengan segera dia mengambilnya dan membaca isinya.


[Sayang, aku mendadak pergi duluan dengan Alex ke negara P. Kamu segera mandi dan bersiap. Barang-barang kita sudah aku packing, pakaianmu sudah aku pilihkan dalam lemari. Alen, adik Alex yang akan membawamu kepadaku. Love, suamimu ♡]


Narra tersenyum, dengan segera dia masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai bersiap, dia menunggu di sofa tamu. Tiba-tiba nada ponselnya berdering.


Dari suaminya.


"sayang, kamu sudah siap ?" tanya Andra.


"iya sayang, Alen mana ?" tanya Narra.


"dia sudah ada di teras, katanya tadi dia sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban"


Narra segera mengintip dengan menyibak tirai jendela. Tampak seorang pria duduk di kursi teras sendirian.


"maaf sayang, mungkin dia datang saat aku mandi" katanya.


"tidak apa, kalian langsung berangkat ya. Bye sayangku"


"bye sayang"


Panggilan dimatikan. Narra segera membuka pintu. Pria yang duduk di teras itu bergegas berdiri.


"selamat pagi nyonya Narra. Saya Alen, adiknya Alex. Tuan Andra meminta saya menjemput anda" katanya.


"terima kasih, suamiku sudah memberitahu tadi. Maaf aku tidak mendengar ketukan pintu" kata Narra.


"tidak apa nyonya, silahkan nyonya mengambil barang yang akan nyonya bawa nanti setelah itu saya akan membawa koper dan barang-barang nyonya yang lain" katanya.


"baiklah, tunggu sebentar" Narra masuk kembali kedalam untuk mengambil tas selempang kemudian keluar dan duduk di teras menunggu Alen mengambil koper dan tas belanjaan oleh-oleh yang semalam belum sempat dikemas Narra kedalam koper.


"mari nyonya" ajak Alen setelah dia selesai menelfon.


Narra mengikuti Alen. Mereka menuju helikopter yang sudah menunggu. Setelah memasukan koper dan barang lainnya, Alen mempersilahkan Narra naik dan memasangkan pengaman pada istri bossnya itu.


"terima kasih" ucap Narra.


*


Mereka mendarat diatas atap gedung. Alex bilang kalau ini adalah cabang perusahaan HW Farma. Andra dan Alex sedang ada pertemuan dengan pejabat intern perusahaan.


"nyonya Narra, anda bisa menunggu di dalam ruang kerja Pak Andra" kata salah satu wanita, karyawan Andra.


"terima kasih, apa suamiku masih lama ?" tanya Narra.


"sepertinya nyonya, rapatnya sudah berlangsung satu jam tapi masih belum menemukan solusi" terang wanita itu.


Narra mangut.


"nyonya, mari saya antar keruangan tuan Andra" kata Alen.


"terima kasih Alen tapi aku mau ke minimarket sebentar" kata Narra.

__ADS_1


"nyonya mau beli sesuatu ? Saya saja yang pergi membelinya" tawarnya.


"aku ingin kesana Alen, kamu bisa temani aku ?" tanya Narra.


"baiklah, tolong sampaikan kami akan ke minimarket" kata Alen pada wanita itu.


"baik Pak Alen" katanya.


Narra mengikuti langkah Alen menuju lift.


*


Narra masuk kedalam ruangan kerja suaminya. Begitu mereka sampai, Alen mengabarkan kalau rapat sudah selesai dan Narra bisa menemui Andra di ruang kerja.


"sayang, kemarilah" kata Andra dari kursi kerjanya.


Dia mendudukan Narra di pangkuannya lalu memeluknya.


"ada apa ?" tanya Narra seraya mengusap punggung suaminya.


"aku sedang mencharge moodku. Ini masalah berat" katanya.


"aku beli es cream, kita makan es cream yuk" ajak Narra.


"jangan banyak-banyak sayang" kata Andra seraya memencet hidung istrinya dengan gemas.


"iya" kata Narra.


Mereka beranjak menuju sofa. Narra menyuapi Andra es cream sambil Andra bercerita masalah perusahaannya.


"youngest yogurt ?!"


"itu favoritku dan Rishi. Masa sih produknya anjok di pasaran ? Padahal itu enak loh" kata Narra.


"aku masih mencari tau apa penyebabnya" kata Andra.


"boleh aku mencoba produk barunya ?" kata Narra.


"baiklah, nanti aku minta Alen membawanya kesini" katanya.


"hmmmmm sayang, bicara tentang Alen. Dia harus ya bersikap formal begitu. Panggilnya nyonya dan tuan. Padahal dia adiknya kak Alex setidaknya bukan orang lain" kata Narra.


"ooo iya dia selalu begitu. Tapi nanti aku bilang sama dia kalo panggil kak saja padamu sama seperti sama aku kalo suasananya tidak formal" kata Andra.


Narra mengangguk.


*


"permisi kak Narra" sapa Alen.


"iya" balas Narra seraya melihat pada Alen.


Mereka sekarang berada di lobby menunggu Andra dan Alex menyelesaikan pekerjaan mereka.


Narra meminta pada Andra untuk jalan-jalan sekitar perusahaan dan Andra meminta Alen untuk menemaninya.


"tadi kak Andra telfon katanya kita di minta untuk duluan saja ke apartement. Aku akan mengantar kak Narra kesana" kata Alen.

__ADS_1


"apa suamiku masih lama ?" tanya Narra.


"iya kak, kakak tidak perlu cemas karena kak Alex bersamanya" terang Alen.


Narra mangut.


Mereka meninggalkan kantor menuju ke apartement Andra.


Narra memandang sekelilingnya apartement.


"kak Narra butuh sesuatu ?" tanya Alen.


"iya, aku mau produk baru youngest yogurt" kata Narra.


"saya sudah menyediakannya di kulkas, silahkan kak Narra cek"


"terima kasih" ucap Narra.


Alen pun pamit menuju unitnya yang berada satu lantai di atas.


*


Narra mencicipi yogurt produksi terbaru perusahaan suaminya. Benar, rasanya berbeda. Ada rasa asam yang sangat kuat. Narra menggeleng, ini tidak sama dengan rasa sebelumnya.


Dia menghubungi kakaknya, Rania.


Nada panggilan terhubung, suara Rania menyahut di ujung telfon. Narra lalu menceritakan hal yang mengganggu pikirannya. Dia meminta Rania meminta Rishi mencoba produk sebelum bulan April dengan produk setelah bulan April.


Tak lama Rania menghubungi Narra melalui videocall. Tampak Rishi sangat berbeda raut wajahnya setelah mencoba masing-masing produk tersebut.


"rasanya tidak enak tante, tapi yang ini enak seperti biasanya" komen Rishi seraya menunjukan cup yogurt produk sebelum bulan april.


"semoga masalahnya cepat selesai ya Na" sahut Rania.


"iya kak, kalo begitu aku tutup dulu kak. Bye"


"bye Na, bye tante Narra" koor Rania dan Rishi.


Narra kemudian mengirim pesan kepada suaminya untuk memberi tahu hasil pendapatnya setelah mencoba produknya. Dia sengaja tidak menelfon karena dia sangat mengerti dengan kesibukan suaminya. Kemudian dia menuju ke dapur, dia akan memasak makan malam untuk suaminya.


Untungnya, Alen sudah mengisi lemari pendingin dengan bahan makanan jadi dia tinggal mengolahnya.


Setelah semua masakannya selesai, Narra menatanya di atas meja. Dia segera mandi lalu menunggu suaminya.


Sudah hampir malam tapi suaminya belum juga pulang. Narra melihat pesan ponselnya. Pesannya sudah terbaca tapi tidak ada balasan dari suaminya.


Narra menghela nafas pelan. Dia beranjak menuju kamar tak lupa sebelumnya dia menutup makanan diata meja dengan tudung saji.


*


Andra pulang ke apartement menjelang tengah malam. Setelah mendapat pesan dari istrinya, dia langsung bertindak sampai lupa untuk membalas pesan istrinya mengucapkan terima kasih.


Akhirnya masalah teratasi, ternyata bahan olahannya ada kesalahan dari pihak pengolah. Untung bahan yang tercampur tidak berbahaya, sehingga tidak merusak tubuh yang mengkonsumsinya.


Andra akhirnya memerintahkan untuk menarik produksi mereka walaupun harus menelan kerugian tapi Andra berpikir hal itu masih bisa di tangani oleh perusahaan.


Andra masuk kedalam apartement, matanya langsung tertuju pada tudung saji. Dia meletakan bunga dan tas kerjanya di atas meja ruang tamu, lalu menuju meja makan dan membuka tudung saji. Tampak masakan istrinya tersaji, Andra merasa bersalah. Seharusnya dia pulang cepat untuk bisa makan malam bersama istrinya.

__ADS_1


Andra menutup kembali tudung saji, dia melangkah menuju kamar. Tampak istrinya tertidur di balik selimut.


***


__ADS_2