FRIENDS ... (Kisah Kita)

FRIENDS ... (Kisah Kita)
Friends 61.1


__ADS_3

Setelah tadi tidur sebentar, Andra terbangun dan melihat Desta duduk di kursi tunggu tidak jauh dari tempatnya dan Alex duduk.


Alex bilang, Desta ingin menunggui Narra.


Andra hanya mengangguk dan lanjut melangkah masuk ruangan Narra.


Dia memandangi wajah Narra, pandangannya fokus pada tepi mata Narra yang basah. Ada air mata disana.


Apa Narra sudah sadar ? pikir Andra.


Dia meraih tangan Narra. Dia memeriksa pergelangan tangan Narra. Denyut nadi Narra normal.


Dia lalu menarik kursi di sudut ruangan dan duduk di sebelah kekasihnya itu.


Andra mengusap kepala Narra.


"aku disini sayang, terima kasih kamu sudah bangun" katanya.


Narra perlahan membuka matanya. Tadi setelah lelah menangis, dia tertidur. Dan sekarang dia terbangun saat merasakan ada usapan di kepalanya dan mendengar suara tunangannya.


"sayang..." ucap Andra.


Dia menggenggam jemari Narra.


"ka Nda... aku lapar" ucap Narra.


Andra tersenyum.


"baiklah, tunggu sebentar ya" katanya.


Dia bergegas keluar ruangan Narra lalu menghampiri Alex agar memberitahu suster jaga kalau pasien sudah terbangun dari komarnya.


Kemudian dia kembali masuk kedalam dengan membawa bungkusan yang di bawa Alex tadi.


Suster jaga masuk bersama dokter yang berjaga. Setelah dokter memeriksa Narra, dia mengatakan akan segera melakukan pemeriksaan lagi untuk mengecek cedera di kepala Narra.


"itu makanan buat pasien dok ?" tanya dokter itu, dia mengenal Andra sesama dokter.


"iya dok karena pasien alergi bubur, dia bisa muntah-muntah" jelas Andra.


"oo begitu, tapi dok sebaiknya pasien jangan dulu makan makanan pedas dan berminyak" balas dokter itu.


"tenang dok, itu isinya nasi ayam bakar dan sambalnya terpisah" sahut Alex selaku yang membelikan makanan.


"oo ok, kalo pasien sudah selesai makan.. beritahu suster karena pasien akan dipindahkan keruang inap. Kalo begitu saya permisi dulu dokter Andra" kata dokter itu.


"terima kasih banyak dok" balas Andra.


Dokter itu keluar bersama dengan suster jaga, setelah mereka mengecek kondisi Narra sudah tidak mengkhawatirkan lagi.


"bro, aku minta tolong kalo Desta terbangun.. bilang padanya kalo Narra sudah melewati komanya. Aku akan menyuapi Narra dulu" kata Andra.


"baik, aku permisi. Na, cepat pulih ya" ucap Alex.


"terima kasih kak Alex" sahut Narra.


Setelah Alex keluar dari ruangan, Andra menyuapi Narra dengan tangannya yang sebelumnya sudah di cuci di wastafel.


"ka Nda, Desta masih ada di luar ?" tanya Narra, sekarang dia duduk bersandar bantal.


"iya, kenapa sayang ?" tanya Andra.


Narra menggeleng.


Andra ingin bertanya tapi ditahannya karena yang terpenting Narra kenyang dulu lalu pindah keruang perawatan.


*


Pagi harinya, kedua keluarga datang mengunjungi Narra yang sudah dipindahkan keruang perawatan. Dan siang ini Narra akan dimintai keterangan oleh polisi tentang kecelakaan yang menimpanya.


Walaupun pelakunya sudah ditangkap tapi kesaksiannya tetap diminta untuk menyelesaikan kasus ini.


"ayah minta maaf Na" ucap ayah Sasmita.


Narra menggeleng, sudah berapa kali ayahnya terus meminta maaf.

__ADS_1


"Narra baik-baik saja, ayah jangan terus minta maaf" ucap Narra.


"ayah sangat menyesal" kata ayah Sasmita lagi.


"aku sudah bicara pada dokter, kalo hasil labnya Narra bagus.. dia bisa pulang hari ini juga tapi setelah polisi datang meminta keterangan" jelas Andra.


"kalo begitu kami akan menunggu, kita sama-sama pulang" kata Rayyan.


Narra tersenyum, dia mengulurkan tangannya pada kakak lelakinya.


Rayyan mendekat pada adiknya.


"terima kasih, kakak sudah menjagaku" ucapnya.


Rayyan memeluk adiknya.


"kakak sayang sama kamu" ucapnya.


Narra masih mengingat bagaimana Rayyan berjalan tertatih mendekatinya. Membantunya berdiri sampai akhirnya mereka merasa ada yang mendorong ke jurang. Rayyan memeluk Narra erat, posisi mereka berpelukan saat terguling sampai kedasar jurang.


"yang mendorong kalian itu supir truk tronton berserta dua orang buahnya" kata Andra.


Narra memandang Andra. Dia sudah menceritakan semuanya pada tunangannya itu.


"aku sudah mengonfirmasinya pada pak Rendy, polisi yang menangani kasus kecelakaanmu. Supir tronton dan anak buahnya sudah mengakui perbuatannya" lanjut Andra.


Semua tercengang, memang dari kemarin Rayyan tidak menceritakan tentang hal ini karena akan menambah sakit hati keluarganya dan juga keluarga Hadinata pada Raihan Kusuma.


Menurut Rayyan, Raihan Kusuma sudah mendapatkan balasan atas perbuatannya.


"mereka sungguh kejam" umpat bunda Serena.


"Narra tidak apa-apa bunda" balas Narra seraya tersenyum.


Bunda Serena mendekati Narra dan memeluknya.


"mereka harus menerima balasannya" ucapnya.


"iya bunda, bunda jangan kepikiran lagi" balas Narra.


Bunda Serena melepaskan pelukannya. Dia menyambut bahagia usulan ibu Flanella.


"iya ibu Flanella, kita harus melanjutkannya dengan sempurna" balas bunda Serena.


"baiklah, baiklah...." balas ayah Hadinata yang diikuti dengan anggukan kepala ayah Sasmita.


Andra memandang Narra.


"bagaimana ?" tanyanya.


"aku terserah ka Nda saja" sahut Narra.


Semua memandang kedua pasangan itu dengan rona bahagia. Rencana pernikahan mereka bulan depan akan disegerakan.


*


Setelah kedua keluarga mereka pamit, Narra berdua dengan Andra dalam ruang inap.


Narra sudah diperbolehkan pulang tapi pihak kepolisian masih ingin meminta keterangan, hanya saja mereka masih mengumpulkan bukti lain jadi kesaksian Narra diundur beberapa jam.


Andra memilih untuk menunggu agar Narra tidak kemana-mana beberapa hari kedepan. Dia ingin Narra beristirahat di rumah untuk memulihkan kondisinya.


"ka Nda, ka Nda tidak ke perusahaan ?" tanya Narra.


"ada Alex dan Indra yang mengurusnya. Kalo mereka membutuhkan tanda tanganku, Alex akan membawa berkasnya kesini atau mengirimkan email kepadaku" jelas Andra.


"kerumah sakit ?" tanya Narra lagi.


"aku mengambil cuti" jawab Andra.


Narra menghela nafas. Dia memalingkan wajahnya.


Andra yang sedang memeriksa pekerjaannya melalui laptop di sofa beranjak berdiri setelah meletakan laptopnya.


"sayang... kenapa ?" tanyanya.

__ADS_1


"selama aku disini ka Nda tidak masuk kerja, aku jadi merepotkan ka Nda" ucap Narra, air matanya menetes.


"sayang, liat aku" pinta Andra.


Narra berbalik. Andra duduk di tepi tempat tidur lalu menghapus air mata Narra.


"kamu tidak pernah merepotkanku, kamu segalanya untukku. Rasanya aku tidak sanggup bila tanpa kamu, karena itu aku ingin selalu berada disampingmu sampai kamu bangun dari tidurmu" katanya.


"ka Nda, maafkan aku. Aku janji, aku akan menjadi istri yang baik untuk ka Nda nantinya" ujar Narra.


"kamu sudah yang terbaik untukku" Andra membantu Narra agar bangun dari baringnya dan mereka berpelukan.


"terima kasih sayang" ucap Andra.


Pelukan mereka terlepas saat mendengar ketukan pintu.


Pak Rendy masuk bersama dua orang anggotanya lalu terlebih dulu menyapa Andra dan Narra kemudian mereka mengambil kursi dan mulai bertanya tentang kronologi kecelakaan pada Narra.


Narra menjawab semua pertanyaan sesuai apa yang terjadi dan teringat jelas dalam benaknya.


Andra berdiri di sisi tempat tidur Narra untuk menguatkan tunangannya itu.


*


Akhirnya Narra sampai di rumahnya, Andra mengantarnya sampai kamar dan membantu tunangannya itu bersandar di tempat tidur karena Narra belum ingin berbaring.


"aku ambilkan makanan mau ?" tanya Andra.


Narra menggeleng, "nanti saja ka Nda, aku masih kenyang" katanya.


"baiklah, sekarang kamu mau apa ?" tanya Andra seraya duduk di tepi tempat tidur Narra.


"setelah aku pulih, aku akan jadi pengangguran" kata Narra.


Andra mengusap kepala Narra.


"Arjuna dan rekan kerjamu di J Advertising datang menjenguk. Mereka masih berharap kamu kembali bekerja. Dan tentang proyek Ardhan, iklannya di tunda karena Ardhan tetap ingin kamu yang menyelesaikannya, dia juga tidak mau berganti advertising lain" jelas Andra.


"aku harus bagaimana ?" tanya Narra.


"setelah kamu menjadi istriku, kamu tidak kerja juga tidak apa.. cukup kamu mengurusku dan selalu ada untukku" kata Andra.


"jadi ka Nda tidak mengizinkanku kerja ?" tanya Narra.


"aku terserah kamu, yang penting kamu bisa membagi waktumu" kata Andra.


Narra tersenyum. Sepertinya dia sudah pada keputusannya.


"hmmm dan Ardhan datang menjengukmu, aku menemaninya masuk melihatmu. Dia bilang dia sudah berubah, dia mau kamu memaafkan dia"


Narra memandang Andra.


"ka Nda yakin ?" tanyanya.


"selama ini dia selalu bersaing denganku tapi sekarang aku melihat kalo dia ingin kita berteman dengannya. Dia akan membuktikan kalo dia sudah berubah dan pantas jadi teman kita" sahut Andra.


Narra memandang Andra. Tunangannya itu begitu tenang menjelaskannya padahal selama ini kalau berhubungan dengan Ardhan, tunangannya itu penuh emosi.


"ka Nda bisa tenang begini ?!" gumam Narra.


Andra tersenyum.


"semua karena ketakutanku kehilangan dirimu, kalo aku melampiaskan emosiku waktu itu.. tidak akan merubah keadaan dan kamu tidak suka aku begitu. Karena itu aku sangat berusaha mengontrol emosiku agar aku tetap selalu menjagamu dan kamu nyaman bersamaku" jelasnya.


"terima kasih ka Nda sayang, aku cinta ka Nda" ucap Narra seraya memeluk Andra.


"aku juga cinta sama kamu" ucap Andra seraya mencium kening Narra.


"padahal aku ingin mencium bibirmu" bisiknya tepat di telinga Narra.


"ihhh ka Ndaaa" Narra mencubit lengan Andra.


Andra terkekeh dan kembali memeluk tunangannya erat.


***

__ADS_1


__ADS_2