FRIENDS ... (Kisah Kita)

FRIENDS ... (Kisah Kita)
Friends 53.1


__ADS_3

Andra menggenggam jemari Narra. Dia tidak tega melihat kondisi Narra.


Ini sangat berat untuk mereka berdua.


Rayyan menepuk pundak Andra seolah memberi kekuatan kalau semua akan baik-baik saja.


Tak lama Indra dan keluarganya datang dan disusul oleh Adryan.


"biar aku periksa kak" kata Indra.


Andra segera memberi Indra ruang untuk memeriksa Narra.


"bagaimana ?" tanya Andra.


"dia kelelahan, daya tahan tubuhnya lemah dan keliatannya shock. Bagaimana bisa dia mengalami vertigo ?" tanya Indra.


"dia phobia ketinggian. Kalo berada di ketinggian, dia tidak bisa melihat kebawah karena bisa menyebabkan dia vertigo" jelas Rayyan.


Indra mangut.


"karena itu jantungnya berdebar kencang, dia masih shock. Sebaiknya biarkan dia istirahat di ruang rawat" lanjut Indra.


"baik, aku setuju. Aku akan mengurus administrasinya" kata Rayyan.


"tidak usah Ray, semua nanti akan diurus oleh Diandra. Narra tunangannya Andra, ya walaupun ayahmu sudah memutuskan hal itu tapi maaf kami tidak akan melepaskan Narra" kata bunda Serena.


"saya mengerti tante Serena, terima kasih banyak. Narra tetap jadi tanggung jawabku. Sebagai kakaknya, saya akan memastikan kebahagiaan Narra" kata Rayyan.


"saya sangat menyayangi Narra" ucap bunda Serena.


"saya pastikan pada kalian, tidak akan ada yang memisahkan Narra dan Andra" kata Rayyan.


"terima kasih Ray" ucap Andra.


"kami akan menyiapkan ruang inap untuk Narra" kata Diandra.


"baik, terima kasih" kata Rayyan.


Diandra segera menelfon bagian administrasi untuk mengatur semuanya.


Panggilan diakhiri.


"beres bunda" kata Diandra.


Mereka pun mengatur pemindahan Narra keruang inap.


*


Narra perlahan membuka matanya. Yang pertama dilihatnya adalah sosok tunangannya yang berusaha tersenyum dengan terus menggenggam tangannya.


Dia membalas dengan memberikan senyum termanisnya.


Narra menoleh pada Rayyan yang duduk tidak jauh dari mereka.


"aku kenapa ?" tanya Narra.


"vertigo kamu kambuh, ditambah kamu kelelahan sehingga daya tahan tubuhmu menurun. Solusinya kamu harus dirawat beberapa hari sayang" jelas Andra.


"maafkan aku, aku membuat khawatir" ucap Narra.


"aku sangat khawatir, apalagi aku tahu kamu punya banyak hal yang harus aku waspadai. Aku akan selalu menjagamu" kata Andra.


Narra terdiam. Dia teringat kata-kata ayahnya.


Rayyan yang melihat perubahan Narra beranjak mendekati adiknya.


"jangan banyak pikiran, kakak ada disini" katanya.


"terima kasih kak tapi aku harus mengikuti kemauan ayah. Aku harus pergi, semua sudah diatur ayah. Tiketnya sudah di kirim ke alamat emailku" kata Narra.


"kamu tidak bisa pergi tinggalkan aku sayang" kata Andra.


"aku hanya pergi sebentar ka Nda, setelah emosi ayah mereda.. aku akan kembali" kata Narra.


"aku tidak bisa membiarkanmu sendirian sayang, aku sangat mengkhawatirkanmu" balas Andra.


"kalo begitu kalian pergi berdua saja" sergah Rayyan.


Narra dan Andra memandang Rayyan. Kakak Narra itu menganggukkan kepalanya seakan memberi keyakinan akan kata-katanya.


"tapi kalo ayah tau, nanti ayah tambah marah" sahut Narra.


"jangan sampai ayah tau. Aku juga tidak bisa melepas kamu ke negara orang sendirian. Aku khawatir" kata Rayyan.


"aku akan mengatur semuanya dengan rapi. Cek tiket kamu, kapan kamu berangkat ?" tanya Andra.

__ADS_1


Narra meraih ponselnya diatas nakas. Dia membuka pesan emailnya.


"dua hari lagi ke negara J" katanya.


"baiklah, aku akan mengatur tiketku" Andra segera beranjak. Dia akan menghubungi Alex untuk mempersiapkan semua yang dia butuhkan.


Setelah Andra menjauh ke sofa untuk menghubungi Alex, Rayyan duduk disebelah tempat tidur Narra. Tempat Andra duduk tadi.


"kakak akan mengurus ayah" katanya pada adiknya.


"aku takut ayah akan semakin marah" ucap Narra.


"sebaiknya kamu tenang, jangan sampai ayah curiga" Rayyan mengusap kepala adiknya.


Narra mengangguk.


"semuanya sudah beres, sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini tapi ini agar ayah Sasmita tidak marah. Sebaiknya aku mulai menjaga jarak dari Narra. Kita ketemu dua hari lagi di bandara" kata Andra.


"baiklah" sahut Rayyan.


Andra mendekat pada Narra.


"semua akan baik-baik saja" Andra mengusap kepala Narra lalu mencium kening tunangannya itu.


Narra mengangguk.


*


Friends datang menjenguk Narra. Mereka miris mendengar cerita tentang pertunangan Narra dan Andra yang putus dalam hitungan hari.


"kamu baik-baik saja Na ?" tanya Imel.


Narra menggeleng, "tentu saja aku tidak baik-baik saja Mel" katanya.


"maaf, aku tidak bermaksud.."


Belum selesai Imel melanjutkan kalimatnya, Narra menggelengkan kepalanya.


"aku kuat" kata Narra.


Rea memeluk Narra, "aku tidak tau harus berkata apa" katanya.


"Na, kamu akan pergi ?" tanya Faya.


"iya Fay" jawab Narra.


Narra kaget, "aku bisa sendiri Fay, aku tidak ingin merepotkan" tolaknya.


"tapi disana kamu sendirian, bagaimana bisa ayah mengirimmu kesana sendiri" Faya kesal.


"Fay, kamu tenang. Jangan bikin Narra tambah kepikiran" tegur Desta.


"aku khawatir sama Narra Ta" sergah Faya.


"semua khawatir sama Narra tapi kita semua tenang" balas Sheva.


"kamu tidak tau apa yang aku rasa Shev" balas Faya.


"aku tau Faya, aku tau" ulang Sheva.


"kalian semua bisa diam ! kenapa kalian jadi emosi" bentak Imel.


"karena mereka semua baper" balas Desta.


"maksudnya Ta ?" tanya Imel.


"kalian mau jujur atau aku yang akan beritahu pada mereka tapi aku tidak yakin persahabatan kita akan baik-baik saja" jelas Desta menatap ketiga sahabat cowoknya satu persatu.


"Ta, kamu bicara apa ?" tanya Narra.


"aku sudah menyadarinya sejak lama, tapi selama ini aku diam karena aku tidak ingin persahabatan kita jadi bermasalah" ujar Desta.


"Desta, sebaiknya kamu diam" sergah Erga.


"sediam kamu suka sama Rea ?!" balas Desta.


Semua terperanjat dan memandang kearah Desta.


"apa ?!" ucap Rea tidak percaya.


Narra memandang Erga. Ternyata selain dirinya, Desta juga merasakan hal yang sama.


"iya Re, aku suka sama kamu tapi kamu jangan khawatir... aku sudah merelakan kamu bersama Indra" jelas Erga.


"masalahnya bukan itu Ga, kejutannya adalah... Rea juga tidak sepenuhnya menyukai Indra" balas Desta.

__ADS_1


"Ta, diam ! aku mohon" ucap Rea.


"lanjutkan Ta" terdengar suara dari arah pintu.


Indra berdiri disana.


Ini adalah jam cek pasiennya, dia ingin mengecek kondisi Narra tapi tanpa sengaja dia mendengar semuanya dari balik pintu yang tidak tertutup sempurna.


"In, aku mohon" ucap Rea memandang kekasihnya itu.


Desta terdiam. Dia tidak terpikir kehadiran Indra diantara mereka. Seharusnya ini jadi pembicaraan hanya diantara mereka, tidak ada orang lain.


"aku mau dengar Ta" kata Indra seraya mendekat tanpa memandang Rea.


"ini sangat rumit, aku... maafkan aku, sebaiknya kita akhiri pembicaraan ini" kata Desta merasa bersalah.


"tidak, aku ingin mendengarnya. Apa yang kamu ketahui" sahut Erga.


Desta memandang para sahabatnya lalu pada Indra. Kemudian dia terdiam sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya.


"aku sudah mengamati kalian sejak lama dan menurutku kisah kalian rumit" lanjutnya.


Desta memandang Sheva, "dimulai dari kamu Shev, siapa yang kamu suka ? sekarang waktunya untuk memberi tahunya" katanya.


"Ta, apa harus sekarang ?" Sheva balik tanya.


"kalo tidak sekarang, kapan lagi. Biar semua ini jelas" balas Desta.


Sheva memandang Imel.


"sebenarnya bukan seperti ini yang aku mau, aku ingin menciptakan moment romantis" katanya.


"Mel, aku suka kamu dari dulu. Aku sudah cerita sama Narra untuk menciptakan moment romantis tapi sepertinya harus begini kamu tahu perasaanku" lanjutnya.


Imel memandang Narra, sahabatnya itu tidak pernah memberi tahunya.


"maaf Mel, Sheva yang meminta aku untuk merahasiakannya" ucap Narra.


"dan perasaanmu akan di patahkan oleh miss pematah hati Shev" komen Desta memandang Imel.


"jaga bicaramu Ta" balas Imel.


"aku tau kamu pastinya tidak punya perasaan apa-apa pada Sheva tapi orang lain" Desta yakin.


Imel memandang Desta. Sahabatnya itu benar.


"maafkan aku Shev, aku sukanya sama Erga" balas Imel.


Erga kaget. Kenyataannya, dia menyukai Rea dan tidak menyadari perasaan Imel padanya.


"Mel, kamu.... sejak kapan ?" tanya Erga.


"saat kamu temani aku kemah anak basket" jawab Imel.


Erga menggeleng tidak percaya. Dia kembali ingat, saat itu Imel masih junior basket dan karena takutnya Imel akan di bully oleh seniornya, Erga menawarkan diri menemani Imel untuk menjaga sahabatnya itu.


"dan kenyataannya cinta imel juga dipatahkan karena Erga menyukai Rea. Sekarang giliran kamu Re" Desta memandang Rea.


Rea tertunduk, dihadapannya kini ada Indra.


Pria baik yang mengisi kehampaan hatinya karena pengharapan yang tak kunjung ada balasan dari seseorang yang dia cintai.


"aku ingin dengar, kalo bukan aku.. siapa yang kamu cinta" kata Indra.


"maafkan aku In... maaf. Aku cinta sama Faya tapi aku tau bahwa aku tidak akan memilikinya karena ada seseorang yang dia cinta. Saat aku memilih untuk berhenti berharap pada Faya, saat itu aku menerima cintamu. Hanya saja, aku masih suka cemburu kalo Faya lebih perhatian sama seseorang yang dia cinta itu" jelas Rea akhirnya.


"kalian mau tau siapa yang Faya cinta ?" tanya Desta seraya memandang Faya.


Faya terdiam. Dia menutup matanya lalu kembali membukanya dan menatap para sahabatnya.


"tapi Re, yang aku cinta itu Narra" sergah Faya.


"apa ?" Andra masuk kedalam ruang inap Narra.


Narra memandang Andra, "ka Nda..." ucapnya.


Andra mendekati Narra yang masih memandang Faya dengan perasaan tidak percayanya.


"Fay, dari dulu kita bersama sebagai sahabat dan bagaimana bisa kamu memiliki perasaan itu. Aku...." Narra seketika terdiam.


Dia merasa tangan Andra yang menarik pundaknya sehingga dirinya tidak berjarak dari Andra.


Andra sepertinya tengah membuktikan bahwa Narra adalah miliknya. Faya atau siapapun tidak boleh mendekatinya atau berharap menaruh hati pada Narra.


Semua terdiam dan saling pandang. Mereka tidak menyangka persahabatan mereka akan seperti ini.

__ADS_1


Desta benar. Hubungan mereka sangat rumit.


***


__ADS_2