FRIENDS ... (Kisah Kita)

FRIENDS ... (Kisah Kita)
Friends 65.1


__ADS_3

Narra menyuap es cream kedalam mulut Andra kemudian baru untuk dirinya.


"terima kasih ka Nda" ucap Narra karena senang dibelikan es cream.


Andra menghentikan aktivitasnya, dia memandang Narra "tadi tidak pake ka, sayang" katanya manyun.


Narra hanya tersenyum, "maaf, kan belum biasa" dia memamerkan deretan giginya.


"baiklah, tapi aku maunya hanya sayang tidak pake ka lagi" kata Andra.


"iya iya, terima kasih sayang" ulang Narra.


Andra tersenyum.


"sama-sama sayang tapi jangan banyak-banyak, kamu baru pulih" sahut Andra.


"iya" balas Narra.


Andra masih melanjutkan pekerjaannya, sesekali Narra meminta dia minum air putih dalam botol kemasan di atas meja dekat laptopnya.


Walaupun Andra dokter yang sangat tahu tentang kesehatan tapi terkadang dia melupakannya sehingga Narra mengingatkannya.


"masih banyak ya ka Nda ?" tanya Narra.


Andra menghentikan aktivitasnya, dia melihat jam tangan mewahnya. Sudah sore, sudah hampir jam pulang kantor.


"iya sayang, kamu sudah bosan ya ?" tanya Andra.


"bukan sayang, hanya saja aku ngantuk" Narra manyun seraya meletakan kotak es creamnya yang sudah habis.


"kamu tidur saja di kamar, nanti aku bangunkan kalo sudah selesai" kata Andra.


Narra mengangguk.


Andra mengecup bibir Narra, "selamat tidur sayang" ucapnya.


Narra lalu beranjak menuju kamar yang terletak di ruang kerja Andra. Tak lupa dia membuang kotak es creamnya di tempat sampah.


Kamar itu minimalis dengan jendela kaca yang banyak dilengkapi kamar mandi, televisi layar datar ukuran besar, lemari pendingin serta pendingin ruangan.


Sangat nyaman. Komen Narra.


Dia lalu merebahkan diri di atas kasur empuk itu dan tidak berapa lama dia terlelap karena dia sudah menahan kantuknya dari tadi.


*


Setelah sejam berlalu, Andra merapikan berkas di atas meja tamu lalu meletakan kembali di atas meja kerjanya. Dia juga kembali mengambil laptopnya dan menyimpannya di laci bawah meja kerjanya.


Dia kemudian menuju kamar dalam ruangan kerjanya, tampak Narra masih tidur dengan lelapnya.


Andra duduk di tepi tempat tidur lalu mengusap puncak kepala Narra.


"maaf sayang, kamu pasti lelah" katanya.


Narra mengeliat, "ka Nda sudah selesai kerjanya ?" tanyanya.


Andra mengangguk, "kamu tunggu sebentar ya, aku mandi dulu trus kita pulang sekalian kita jalan-jalan" katanya.


"iya, tapi ka Nda bilang ayah ya" kata Narra.

__ADS_1


"iya, aku telfon ayah sekarang" Andra meraih ponselnya.


Dia meminta maaf karena Narra menemaninya di kantor dan juga meminta izin karena akan mengajak Narra jalan-jalan sekalian makan malam bersama.


Setelah berbicara dengan ayah Sasmita, Andra menuju kamar mandi dan tidak lupa membawa baju gantinya.


*


Di mall Narra bertemu dengan Aries teman SMAnya. Mereka bersalaman yang membuat Andra menaruh waspada pada teman SMA Narra itu. Tapi Andra masih memberi waktu untuk mereka berbincang.


Aries menemani maminya belanja bulanan. Karena lama, dia memilih menunggu di luar dekat eskalator. Dia menyapa Narra yang hendak naik menuju bioskop.


"calon manten" goda Aries.


"dari mana kamu tau ?" tanya Narra.


"undangan pernikahanmu sudah disebar Imel di grup SMA" kata Aries.


"ooo iya, kamu datang ya" kata Narra.


"iya, aku usahain Na. Eh nanti ada reuni SMA, rencananya bulan depan. Rapat panitianya malam minggu ini, semua bisa jadi panitia. Lintas angkatan" sahut Aries lagi.


"loh kok aku belum tau ?" tanya Narra.


"iya, kita kan belum pilih ketua angkatan. Kalo aku sih, para cowok sahabat kamu layak karena mereka kan bagus di akademik, bagus di eskul trus idola cewek-cewek lagi" sahut Aries.


Narra hanya tersenyum, dia berpikir kalau dia menjawab akan membuat Andra cemburu karena dia mengakui pujian Aries untuk para sahabat cowoknya.


"sayang, film kita sudah mau mulai" kata Andra, sebelum kesini dia sudah memesan tiket bioskop secara online.


"iya ka Nda, Aries aku duluan ya. Bye" pamit Narra.


*


Narra memasuki ruang studio. Dia memandang sekeliling, tidak ada penonton yang lain. Andra memilih studio VIP untuk mereka.


"kita akan makan malam disini, sebentar lagi makanannya datang" kata Andra.


Narra hanya mengangguk, dia masih tidak menyangka. Selama ini baru dua kali dia nonton di studio VIP. Pertama dengan para sahabatnya, itu pun mereka patungan untuk membayarnya. Dan kedua bersama Andra.


"mau berdiri terus ?" tanya Andra.


"eh iya ka Nda" Narra mengikuti langkah Andra menuju tempat duduk mereka.


Mereka menikmati makan malam mereka sambil menonton dan sesekali Andra bersikap romantis dengan mengusap bibir Narra yang belepotan saus.


Narra tersenyum dan senang dengan sikap romantis tunangannya.


"terima kasih ka Nda" ucap Narra lagi begitu mereka sudah di dalam mobil.


Sebenarnya Andra ingin menyela ucapan Narra tapi dia kemudian berpikir itu karena Narra belum terbiasa.


"sama-sama sayang" balas Andra seraya mengusap puncak kepala Narra.


"kamu senang ?" tanyanya lagi.


"senang sekali sayang" balas Narra seraya tersenyum.


"aku akan melakukan apa saja asal kamu senang, bahagia bersamaku. Jangan pernah tinggalkan aku sayang" kata Andra.

__ADS_1


"iya sayang" ucap Narra, dia menyandarkan kepalanya di bahu Andra.


Andra pun menjalankan mesin mobil.


Narra menyadari hal itu lalu berusaha bangkit untuk duduk tegak di tempatnya tapi tangan kiri Andra menahan kepalanya.


"tidak usah, tetap saja begitu. Aku senang" katanya.


"tapi sayang, nanti bahumu pegal. Aku duduk biasa saja ya" kata Narra.


"baiklah tapi ada gantinya" kata Andra pandangannya tetap fokus kedepan.


Narra mencium pipi Andra lalu kemudian duduk dengan tegak.


"itu gantinya" ucap Narra merona.


Andra tersenyum.


Narra kemudian teringat sesuatu. Seminggu lagi jelang pernikahan mereka. Berarti mereka hanya mempunyai waktu dua hari untuk bertemu dan masih ada urusan yang belum selesai tentang persahabatannya.


Narra ingin para sahabatnya sudah berdamai di hari pernikahannya.


"sayang, kita sudah sampai" kata Andra.


Narra tersadar, dia dari tadi melamun.


"ah iya, ka Nda besok masih sibuk ?" tanya Narra.


"masih ada beberapa pekerjaan yang aku selesaikan besok, ada apa ?" tanya Andra.


"kita hanya mempunyai dua hari untuk bertemu setelah itu kita tidak ketemu sampai pernikahan" terang Narra.


"iya, karena itu aku berusaha menyelesaikan pekerjaanku agar dua hari ini aku menghabiskan waktu denganmu" kata Andra.


"boleh aku keluar besok ?" tanya Narra.


"kamu mau kemana ?" tanya Andra.


"aku mau menyelesaikan urusan persahabatanku, aku mau mereka semua berdamai di hari pernikahan kita. Termasuk Indra" jelas Narra.


Andra memandang Narra. Dia kembali mengingat kejadian di rumah sakit. Ingin rasanya Andra melarang Narra tidak bertemu Faya tapi mereka sudah bersahabat sebelum dia ada. Dia tidak ingin kembali berbuat salah. Pernikahan mereka tinggal menghitung hari, jangan sampai Narra marah padanya.


"besok kita ketemu ya, aku jemput kamu" katanya seraya mencium kening Narra.


Narra mengangguk lalu mencium pipi Andra.


"bye ka Nda sayang" katanya hendak membuka pintu.


"sayang.." panggil Andra.


Narra berbalik lalu Andra memegang tengkuk Narra dan bibir mereka bertemu. Mereka kemudian melepaskan tautannya dan saling tersenyum satu sama lain.


"bye sayang, cintaku" ucap Andra.


"bye juga sayang" balas Narra.


Dia lalu membuka pintu mobil kemudian bergegas masuk kedalam halaman rumah. Dia berhenti sebentar di teras sekedar melambai pada Andra lalu masuk kedalam rumah.


"seandainya kamu tahu.. Aku sangat cemburu, kamu memikirkan mereka saat bersamaku" ucap Andra.

__ADS_1


***


__ADS_2