
Narra memandangi kado diatas meja riasnya.
Ternyata pilihan Alex jatuh pada pigura yang berisi slide foto apabila di hubungkan ke aliran listrik.
Narra setuju, dia suka dengan rekomendasi Alex. Dia pun memilih beberapa foto kebersamaannya dengan Andra untuk di masukan kedalam slide.
"semoga ka Nda suka dengan kadonya" harap Narra.
Lima belas menit lagi Andra akan menjemputnya. Narra menyimpan kadonya di dalam lemari pakaiannya.
Dengan bergegas dia keluar untuk menunggu Andra sambil nonton tivi bersama keluarganya.
"cie cie.. yang mau ngedate" goda Rayyan.
"bukan, adikmu janjian makan malam dengan boss dan asisten boss" sahut ayah Sasmita.
Rayyan hanya ber'O panjang mendengar penjelasan ayahnya.
Tak lama, Andra datang. Dia masuk kedalam setelah Narra menjemputnya di depan pintu. Dia menyalami ayah dan ibu serta menyapa Rayyan.
"kita langsung jalan kak" ajak Narra.
Andra mengangguk.
Mereka pamit pada semuanya lalu beranjak keluar rumah.
*
"sayang, besok kita makan malam berdua ya. Aku sudah izin sama ayah untuk tidak kerumah sakit" kata Andra.
Narra mengangguk. Dia hanya berharap, Andra tidak lupa kalau besok anniversary mereka.
"kamu kenapa sayang ?" tanya Andra sekilas memandang Narra.
"tidak apa ka Nda sayang, aku senang" ucap Narra.
Andra mengusap sayang kepala Narra dengan tangan kirinya.
Akhirnya mereka tiba di restorant. Narra hendak turun tapi Andra mencegahnya.
"peluk cium aku dulu" katanya dengan senyuman.
Narra hanya terpaku mendengar permintaan Andra.
Melihat Narra hanya terdiam, Andra tiba-tiba memeluk lalu mencium sekilas bibir Narra.
"aku antar kamu masuk kedalam" katanya sebelum keluar mobil.
Narra mengedipkan matanya, perlakuan Andra tadi begitu spontan. Dia hanya bisa terdiam mendapatkan perlakuan kekasihnya.
Andra membukakan pintu lalu mengulurkan tangan pada Narra. Mereka berdua masuk kedalam restorant sambil berpegangan tangan.
Tampak dari jauh Arjuna melambaikan tangan, dia sudah bersama Erick berdiri menyambut mereka.
"silahkan duduk kak Andra, Narra" Arjuna mempersilahkan.
Dia tidak memanggil Andra dengan formal karena ini diluar jam kantor.
"aku hanya mengantar Narra, nanti aku jemput lagi setelah jam kerjaku selesai" kata Andra pada Arjuna.
"baiklah, kakak tenang saja. Kami akan menjaga Narra sampai kakak datang" balas Arjuna.
"terima kasih" ucap Andra.
Pandangan Andra beralih pada Narra. Dia mencium kening Narra lalu pamit.
"nanti aku jemput" katanya.
"iya ka Nda" jawab Narra.
Andra terus menatap Narra seakan menunggu sesuatu.
Narra kemudian teringat. Dia memandang Arjuna dan Erick bergantian lalu pada Andra.
"tapi ka Nda... " Narra ragu.
"kenapa ?" tanya Andra.
Tidak ingin ada drama lagi, Narra akhirnya melanjutkan kalimatnya seperti yang Andra tunggu.
"iya ka Nda sayang" ucap Narra.
Andra tersenyum lalu beranjak.
Sementara Arjuna dan Erick hanya bisa menahan senyum mereka.
"maaf pak Juna, pak Erick" ucap Narra seraya duduk, dia merasa malu pada kedua bossnya itu.
"jangan formal Na, panggil Juna saja" balas Arjuna.
Erick mengangguk.
__ADS_1
Narra mengangguk. Mereka pun memesan hidangan sambil bicara tentang evaluasi pekerjaan mereka.
*
Erga menutup berkas diatas meja kerjanya.
Masih ada beberapa berkas penjualan lagi yang harus dia periksa tapi sayangnya dia tidak konsentrasi sekarang. Ada hal yang sangat menganggu pikirannya beberapa hari belakangan ini.
Saat latihan balap pun dia juga tidak bisa fokus. Padahal sebagai pembalap mobil profesional, fokus merupakan kunci keamanan dalam berkendara.
Sean, rekan kerja dan juga sesama pembalap memasuki ruangannya.
"Ga, belum mau pulang ?" tanyanya.
Erga menggeleng.
"pekerjaanku belum selesai, aku tidak konsen" jawab Erga.
"sebaiknya kamu pulang istirahat. Besok lanjutkan lagi" kata Sean.
"thanks" jawab Erga singkat.
"Ga, kalo ada masalah itu dibicarakan supaya kamu lega jangan di pendam. Akhirnya kerjaan kena imbasnya" Sean memberi nasehat.
"iya, besok setelah kerjaanku selesai aku izin ya. Aku ada keperluan" kata Erga.
"iya, yang penting kerjaanmu selesai dulu baru kamu pergi" Sean mengingatkan.
"tenang saja" Erga menaikan jempolnya.
"oke, aku balik duluan" Sean pamit.
Erga mengangguk.
Sean pun keluar dari ruangan Erga.
"besok aku curhat sama Narra ah, aku yakin Narra pasti bisa bantu solusinya" ucap Erga.
Dalam Friends, trio cewek selalu dijadikan tempat curhat para cowok Friends. Dan mereka bisa menjaga rahasia apabila hal tersebut sangat privasi.
*
Jam sembilan lewat, Andra kembali ke restorant menjemput Narra.
Mereka langsung pamit pulang pada Arjuna dan Erick.
"sayang, kita langsung pulang atau kamu mau singgah dulu" ujar Andra.
"iya sayang, aku belum makan malam" Andra memelas.
"hmmm kenapa tidak bilang. Kita bisa makan di tempat tadi" sahut Narra.
"aku ingin ajak kamu ke tempat lain, makanannya juga enak. Tidak kalah sama tempat tadi" jelas Andra.
Andra membelokkan kendaraannya memasuki kawasan rumah makan yang terkenal dengan menu bakar-bakarnya.
Andra memilih duduk lesehan di tempat yang sudah disediakan. Narra memilih di pojok ruangan saat kekasihnya itu meminta pendapatnya tentang letak duduk mereka.
"kamu suka tempatnya ?" tanya Andra.
"iya ka Nda. Aku beberapa kali kesini sama kak Rayyan dan Friends" jelas Narra.
Andra hanya tersenyum.
Pelayan datang menghampiri mereka.
"aku mau ayam bakar level sedang, kamu apa sayangku ?" tanya Andra.
"aku masih kenyang ka Nda, aku makan bakso bakar saja ya" pinta Narra.
"iya sayang, minumnya jus alpukat ?" tanya Andra.
Narra mengangguk.
Andra memberitahu pesanan mereka pada pelayan yang sedari tadi berdiri di tepi meja dengan alat tulisnya.
pelayan itu pun pergi setelah membaca kembali catatannya dan memastikan tidak ada pesanan yang lain lagi.
Ponsel Narra berdering saat mereka menunggu pesanan datang.
Dari Erga.
"iya Ga" jawab Narra.
"Na, besok malam ada acara gak ?" tanya Erga.
"besok malam aku janjian dengan ka Nda. Ada apa Ga ?" tanya Narra.
"aku mau cerita" ucap Erga pendek.
"hmm bagaimana kalo makan siang kita ketemu. Kebetulan aku besok ada meeting di luar dengan klien bersama boss" Narra melirik Andra yang menerima pesanan makanan mereka dari pelayan.
__ADS_1
"baiklah, nanti kamu shareloc. Aku yang datangi kamu" balas Erga.
"ok, bye Erga"
"bye Na"
Panggilan dimatikan.
Andra yang mulai menyantap makanannya berhenti. Dia memandang Narra seakan meminta penjelasan tentang pembicaraannya dengan Erga barusan.
"Erga mengajak ketemu, katanya dia mau cerita. Boleh ya ka Nda ?" terang Narra.
"kamu sudah atur waktunya, bagaimana aku bisa bilang tidak" komen Andra ketus.
"sayang, aku hanya ketemu sahabatku. Tidak ada yang lainnya" bujuk Narra.
Andra hanya terdiam sambil terus menikmati makanannya.
Narra menghela nafas pelan, dia menikmati bakso bakarnya. Nanti saja dia membujuk Andra lagi.
*
Andra masih terus terdiam dalam perjalanan pulang mereka.
Baru saja selesai satu masalah eh muncul lagi masalah baru. Pikir Narra.
Andra begitu possesif pada dirinya.
"ka Nda sayang, aku mau jelaskan" ucap Narra.
"aku sedang menyetir sayang" balas Andra tanpa menoleh.
"baiklah, aku tidak mau bicara lagi" Narra balas merajuk.
Dia menghempaskan badannya kasar, bersandar pada kursinya dan menoleh kearah jendela kiri.
Andra mengurangi kecepatan kendaraannya lalu memberhentikan mobil di tepi jalan.
"sayang liat aku" Andra menyentuh pundak Narra.
"aku tidak mau" balas Narra.
Dia sudah cukup sabar menghadapi Andra selama ini dan sekarang dia sudah tidak bisa bersikap biasa lagi. Andra harus bisa memposisikan sahabat-sahabatnya diantara mereka.
"sayang, kita bicara" ucap Andra lembut.
Narra berbalik.
"kenapa kakak selalu cemburu pada sahabatku ? kalo sama Ardhan, aku mengerti. Tapi ini sahabat aku, kami sudah saling mengenal lama. Bisakah kakak berhenti bersikap seperti itu" Narra mengeluarkan semua isi kepalanya.
"sikap yang bagaimana ?" tanya Andra.
"kakak selalu marah tidak jelas kalo aku bertemu dengan sahabat cowokku. Padahal kakak juga mengenal mereka" jelas Narra.
"aku tidak suka ! aku sudah bilang kalo aku ingin semua perhatianmu, waktumu, segalamu hanya untuk aku" balas Andra.
"ka Nda, kalo kakak bersikap begitu kakak tidak mencintai aku. Kakak hanya ingin memiliki aku" balas Narra tajam.
Andra terdiam.
"jadi kamu meragukanku ?" ucapnya lirih.
"ka Nda harus percaya sama aku supaya aku bisa percaya juga sama ka Nda" balas Narra.
Andra terdiam. Dia menatap Narra tajam, Narra pun membalasnya.
"aku hanya ingin kamu untuk aku, itu saja" ucap Andra lagi.
"aku tau, aku juga. Aku tidak akan kemana-mana, aku hanya untuk ka Nda tapi tolong percaya sama aku. Mereka sahabat-sahabatku ka Nda" ucap Narra lagi.
"baiklah, tapi setelah kamu bertemu dengannya, kamu harus menemui aku" kata Andra.
"baiklah, aku setuju. Aku juga selama ini selalu memberi tahu kalo aku kemana dan dengan siapa" sahut Narra.
"waktu dengan Ardhan, kamu tidak bilang" sahut Andra.
Narra menghela nafas.
"ka Nda yang tidak mau mendengarkan aku" sahut Narra.
Andra memandang Narra.
Kekasihnya kini bicara dengan nada emosi yang tertahan, apa dirinya begitu keras sehingga Narra yang biasanya lembut kini bernada tinggi bicara dengannya.
"kita pulang sekarang" ucap Andra akhirnya.
Narra menghempaskan badannya kembali dikursinya.
Mobil Andra melaju menuju arah rumah Narra.
***
__ADS_1