Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 10.Maxim yang jahil


__ADS_3

Joya menatap bangunan megah di hadapan nya.Seumur hidupnya ini adalah bangunan megah yang kedua yang dia lihat setelah hotel barusan.Mata nya terus mengamati lalu lalang orang yang berpakaian sangat rapi.


''Mari Nona!''Hans mempersilahkan Joya untuk mengikutinya.


Joya mengikuti Hans yang berjalan di depan nya tapi mata nya terus mengamati sekitar hingga Hans mengajaknya naik lift.


Banyak yang Joya ingin tanyakan tapi dia tahan karena tidak mau jika sampai di katai kampungan padahal ini salah mamanya yang tak pernah mengajak nya sekedar berjalan jalan.Joya jadi sedih mengingat semua yang mamanya perbuat hingga dia bisa berada di tengah tengah orang seperti Nyonya Bianca.


Hans menggunakan sebuah kartu yang Joya tidak paham apa itu tapi pintu itu bisa di buka.Sungguh Joya sangat kagum dengan keajaiban kartu yang ada di tangan Hans.


''Anda bisa menginap disini Nona,itu kamar anda dan ini adalah sederwtan kebiasaan Tuan Maxim yang harus anda baca dan anda ingat agar tidak terjadi kesalahan!''Hans menyerahkan sebuah map yang berisi tentang apa yang di sukai dan tidak sukai Maxim pada Joya.


''Apa aku harus benar benar membaca nya om?''Tanya Joya menatap Hans.


Hans sedikit terkejut dengan panggilan yang di semat kan Joya padanya.


''Om?''Tanya Hans heran.


''Iya Joya rasa usia Om sama dengan usia mama Joya.''Jawab Joya polos.


''Astaga anak ini benar benar masih anak anak.Bagaimana ini?''Gumam Hans memijit pelipisnya yang tiba tiba berdenyut.''Terserah kau saja nak.''Tambah Hans.


''Nak?''Tanya Joya yang justru heran dengan panggilan Hans.


''Ya .Bukan kah tadi kau bilang usia ku sama dengan mamamu jadi kau seperti anak ku kan?''Hans membuat Joya merasa aneh dengan panggilan yang di berikan Hans.


''Sudah lah lupakan masalah panggilan yang tidak jelas ini.Nona harus membaca semua nya dan mengingat nya ya.Ingat Tuan Maxim tidak suka jika ada kesalahan sedikit saja.''Hans serius menjelaskan pada Joya tentang Maxim.


''Tapi seperti nya dia cuek.''

__ADS_1


''Tuan Maxim memang seperti itu tapi dia baik.Sudah lah besok saya akan menjemput anda jadi silahkan Nona berisitirahat tapi ingat tetap baca semua ini ya!''


''Om mau kemana?''


''Saya akan pulang.Besok pagi saya akan menjemput Nona.''


''Apakah saya akan berada disini sendiri?''


''Tentu saja.Tuan Maxim akan menggantung saya jika saya menginap bersama saya bagaimanapun anda adalah calon istri tuan Maxim.''


''Tadi om bilang jika tuan Maxim orang nya baik.Mana ada orang baik yang menggantung orang lain.''Sanggah Joya


Hans menggaruk kepalanya yang tidak gatal memang susah bicara dengan anak kecil.


''Sudahlah baca dan istirahat!Saya pergi dulu.''


Joya hanya mengangguk,walau dia merasa khawatir tapi memang tidak mungkin jika dia menginap bersama Hans .


Joya menatap map yang tadi di berikan Hans padanya lalu membawa nya ke kamar,Joya membuka nya kemudian membacanya sedikit"Apakah ini yang terbaik untuk Joya Tuhan?Apakah hidup Joya akan berakhir hanya menjadi istri kontrak yang tidak berhak mendapatkan kasih sayang?''Joya menitikkan air matanya padahal dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis lagi tapi malam yang sunyi membuat air matanya kembali tercurah.


Pengaruh suasana yang sunyi dan lelah menangis Joya akhirnya tertidur tanpa membaca satu pun berkas berkas yang ada di dalam map itu.Hingga tanpa sadar sudah ada sepasang mata yang melihat nya meringkuk tanpa selimut padahal selimut itu ada di sana.


''Gadis seperti ini yang akan menikah dengan ku?Mengurus dirinya sendiri saja dia tidak bisa bagaimana dia akan mengurusku?''Gumam Maxim menatap Joya yang tubuhnya melingkar seperti udang.


Ya malam tadi Maxim meminta Hans untuk memberikan akses masuk ke apartement tempat Joya menginap untuk melihat apa yang sednag fi kerjakan gadis itu.Tapi yang Maxim lihat Joya sedang tertidur dengan air mata yang masih terlihat meleleh dari mata nya dan tubuh kedinginan tanpa selimut.


Senyum licik terlihat di bibir seksi Maxim,di kepalanya sudah terlintas niat menjahili Joya yang terlihat sangat pulas.


''Aku ingin melihat apa reaksimu besok pagi?''Gumam Maxim tersenyum lalu membuka sepatu dan pakaian yang dia kenakan, hanya dengan menggunakan boxer Maxim naik ke ranjang dan berbaring di sebelah Joya.

__ADS_1


Malam semakin larut tapi Maxim belum bisa memejamkan matanya kebiasaan begadang membuat nya sulit memejam kan matanya apalagi biasanya pada jam jam segini dia sedang manghabiskan waktu bercinta dengan Rebecca tapi malam ini Rebecca sedang ada pemotretan keluar kota membuat Maxim harus menghabiskan malamnya sendiri.


''Ma..Hikss...Jangan jual Joya ma..Hikss..''Lirih Joya dalam tidur nya..


Maxim mengerutkan alisnya mendengar rintihan Joya dan berniat membangunkan nya tapi..


''Joya akan bekerja hiksss dan membayar semua uang yang mama keluarkan untuk menhidupi Joya ma..Hiksss..ma jangan jual Joya..''


Maxim tertegun mendengar apa yang Joya katakan dalam tidurnya.Ada rasa kasihan yang hinggap di hatinya tapi Maxim juga sudah membayar mahal Joya .


Maxim memebelai lembut kepala Joya, membuat Joya tenang dan tidak mengigau lagi.


Matahari bersinar sangat cerah pagi ini,cahaya yang masuk membuat tidur Joya terganggu.Tangan nya meraba mencari selimut untuk menutupi matanya yang silau rasanya enggan sekali bangun karena ini adalah tidur ternyaman nya.


''Apa ini?Apa ada boneka disini,tapi seperti nya saat aku tidur tidak ada boneka apapun disini.Biarlah ..Terima kasih om!''Gumam Joya tanpa membuka matanya.Joya berpikir jika Hans lah yang sudah memberikan boneka itu padanya.


Maxim mengerutkan alis nya.''Om?''Batin Maxim.


Joya kembali merapatkan tubuh nya pada tubuh Joya tapi tidak menyentuh kulit Maxim karena Maxim menggunakan selimut.


''Dasar gadis bodoh.Apakah dia tidak bisa merasakan perbedaan boneka dan manusia?Bisa bisa nya dia menyemakan aku dengan barang berbulu itu.''Gumam Maxim pelan.



''Tidak masalah.Aku akan membuat mu paham perbedaan boneka dan aku!''Senyum jahat Maxim terlihat menyeramkan.


Dengan sangat pelan Maxim menarik selimut yang membungkus tubuhnya lalu memasukkan Joya kedalam nya.Membuat tubuh mereka berdua berada dalam satu selimut dan Maxim merapatkan kembali tubuh mereka.


Dalam tidur nya Joya bisa mencium aroma yang sangat wangi dan membuat nya semakin nyaman tanpa sadar Joya semakin mendekat.

__ADS_1


Jantung Maxim berdetak saat wajah Joya menempel di dadanya.Tapi Joya justru mengeryitkan alisnya.


''Kenapa aku mendengar suara gendang?''


__ADS_2