
Kakek Marco mengumpulkan semua anggota keluarga nya untuk menyampaikan jika dia akan menyerahkan semua harta nya.Di bawah tatapan nya langsung semua orang berkumpul dan mereka tahu siapa yang akan mendapatkan harta itu namun bagi Tuan Nathan dan keluarga nya mereka tidak keberatan sama sekali jika Max akan mendapatkan semua harta nya.Mereka tetap akan mendukung nya.
Pembacaan warisan mulai di bacakan oleh pengacara kepercayaan Kakek Marco semua tampak tenang kecuali Bianca yang tampak samangat tidak sabar mendengar nya.Terlihat jelas di wajahnya dan senyum yang terus mengembang di bibir nya.
Masing masing sudah mendapatkan bagian nya hanya tinggal bagian terbesar.
''Dan untuk sisa harta kekayaan yang tujuh puluh lima persen maka akan di serahkan kepada ..''Pengacara itu menjeda kaliamat nya melihat satu persatu orang yang ada disana.
''Cepatlah katakan jangan berlama lama lagi!''Kata Bianca menyela.
''Sisa harta akan di berikan kepada Nyonya Joya Anderson.''Kata Pengacara itu.
Semua orang terkejut mendengarnya kecuali Max dan kakek Marco.
''Apa apaan ini?Kenapa anak kampung ini yang mendapatkan nya harus nya itu menjadi hak Maxim.Kalian jangan mengada ada?''Berang Bianca yang tidak terima dengan keputusan yang sudah di bacakan.
Mata Joya hampir keluar dari tempat nya mendengar apa yang baru saja di sampaikan oleh pengacara kakek Marco,dia sama sekali tidak menginginkan ini baginya cukup dengan apa yang dia dapat dari Max saja tidak lebih.
Tidak hanya Joya ,Nyonya Jihan,Tuan Nathan dan Leo juga sama terkejutnya karena mereka pikir Max lah yang akan mendapatkan nya.
''Itu sudah menjadi keputusan ku dan tidak ada yang bisa mengubahnya!''Suara kakek Marco menegaskan keputusan nya.
''Max katakan sesuatu!Mereka sedang mempermainkan mu!''Bianca masih berusaha untuk mengubah keputusan itu.Jika Joya yang mendapatkan harta itu maka dia harus kembali menyusun rencana merebut mya dari Joya sungguh melelahkan.
''Tidak ada bedanya Ma,Joya adalah istriku!''Kata Max singkat.
Joya hanya kebingungan dia juga tidak menyangka jika harta itu akan dis erahkan kepadanya.
''Emm kakek ,aku rasa aku tidak pantas mendapatkan nya.Aku juga tidak paham dengan perusahaan.''Lirih Joya yqng suara nya sangat kecil karena takut apalagi semua orang melihat ke arah nya tapi tatapan mata Bianca seperti akan membunuh nya.
__ADS_1
''Tenang saja ada Max.Kau tidak perlu khawatir sekarang Max akan bekerja untuk mu.Hehe..!'''Kakek Marco terkekeh dengan ucapan nya sendiri.
''Dan aku tidak keberatan menjadi bawahan istriku!''Sambung Max.
Wajah Joya memerah malu sementara Bianca memerah karena marah.
Dan yang lain merasa tidak ada masalah dengan itu.Mereka tetap akan mendukung keputusan Kepala keluarga.Mereka yakin jika kakek pasti sudah memikirkan semua nya dengan baik.
Jeremy sedang duduk di rumah nya bersama dengan Bianca dari wajah mereka terlihat jika saat ini mereka sedang dalam masalah.Bianca masih terlihat emosi tadi nya dia begitu semangat namun setelah mendengarkan keputusan kakek Marco dia langsung pergi.
''Jadi apa rencana mu selanjutnya?''Tanya Jeremi.
''Entahlah aku sendiri tidak tahu,Mereka benar benar sudah membuat aku sangat marah,mereka mempermainkan ku!''Kata Bianca emosi.
''Aku juga merasa belakangan ini ada yang selalu mengawasi kita!''Kata Jeremy membuka percakapan.
''Kita harus bergerak cepat,jangan sampai Max menemukan sesuatu dan kita belum mendapatkan apapun maka semua yang kita rencanakan hanya sia sia belaka!''Jeremy mulai memikirkan rencana untuk mengalihkan semua harta Anderson.
''Ini semua karena Max mulai menyukai wanita itu,dia di luar kendaliku sekarang!Lihatlah bahkan kini wanita kampung itu yang mendapatkan segalanya tanpa usaha apapun''Geram Bianca frustasi ternyata rencana nya membawa Joya masuk adalah sebuah kesalahan.
Jeremy mendekati Bianca dengan senyum di wajahnya tampak nya dia mendapatkan sebuah ide agar Max membenci wanita itu.
''Kita bisa membuat mereka menyerahkan nya apalagi hanya anak kampung itu.Kita harus memancing nya keluar dan melakukan sesuatu agar Max membencinya dengan begitu kita bisa dengan mudah mendapatkan nya.''Kata Jeremy dengan senyum yang penuh keyakinan rencana nya akan berhasil.
''Kau benar,dia hanya wanita yang lemah akan sangat mudah memperdaya nya.''
Keduanya tidak kehabisan akal untuk mendapatkan harta itu mereka tentu tidak akan menyerah begitu saja jika mereka bisa melenyapkan papa nya Max maka mereka bisa melenyapkan Joya dengan mudah tapi sebelum itu mereka akan membuat Max membencinya terlebih dahulu.
Joya masih diam di kamar nya bersama Max.Dia masih berusaha bernegosiasi dengan Max tentang apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
''Tuan tidak bisakah kau yang mengambil semua harta itu?Aku merasa tidak pantas dan itu sangat membebaniku!''Tanya Joya dia merasa tidak oantas sebab dia hanya lah orang baru dan hidupnya juga penuh dengan kepahitan bahkan orang tuanya tidak mengharapkan kehadiran nya.
Max mengerutkan alisnya bukan karena penolakan Joya tapi karena panggilan Joya untuk nya.
Joya yang melihat Max mengerutkan alisnya juga merasa bingung''Ada apa?''Tanya nya polos.
''Kau memanggilku apa?''Tanya Max menyipitkan matanya.
''Tu Tuan..?''Jawab Joya gugup.
''Bukan kah aku sudah memintamu untuk memanggilku dengan panggilan kesayangan?''Tanya Max yang kini berjalan mendekati Joya.
Joya yang melihat Max mendekat semakin gugup apalagi tatapan Max yang sangat tajam hingga menembus ke dasar hatinya.
''I i Itu a aku lupa maafkan aku!'''Lirih Joya pelan.
''Maaf,setiap melakukan kesalahan kau selalu meminta maaf dan aku selalu memaafkan mu dan kau tetap mengulanginya jadi sebaiknya mulai sekarang jika kau melakukan kesalahan maka aku harus menghukum mu agar kau mengerti.''Max menyunghinvkan senyum nya seraya terus mendekati Joya yang gemetar matanya nya juga tidak berpaling.
''Hu...Hukuman?''Tanya Joya.Dia sangat trauma mendengar kata hukuman karena sejak kecil dia selalu mendnegar kata itu dari mulut mamanya.Dalam bayangan nya saat ini dia akan di kurung di tempat gelap dan Max tidak akan memberinya makan selama berhari hari dan tanpa terasa air matanya sudah menetes perlahan di pipi mulusnya.
Max yang melihat Joya meneteskan air mata tentu saja merasa heran bahkan dia bekum melakukan apapun tapi Joya sudah menangis.
''Kau kenapa?''Tanya Max memghalus air mata Joya.
''Jangan kurung aku di tempat gelap aku takut!''Lirih Joya menundukkan kepalanya.
''Ha..?''
Bersambung..
__ADS_1