Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 125.Jangan cubit pipiku lagi


__ADS_3

  Hari ini Max bsrencana ingin mengantar Joya ke makam kakek Marc,setelah tadi malam Max menceritakan semua yang terjadi selama hilang nya Joya kini Joya terus memaksa Max untuk mengantarnya jiarah.


  Joya terus menangis namun ada kelegaan dalam hatinya saat Max mengatakan jika Mommy kandung nya adalah Jihan wanita yang selama ini begitu baik dan sangat lembut itu.


  "Apa kita akan membawa Zaiden?"Tanya Max pada Joya karena sejak datang dan tinggal di mansion Anderson,Zaiden lebih banyak menghabiskan waktu di kamar nya dan memainkan laptopnya.


  "Tidak,hanya kita berdua.Tadi Mommy bilang ingin mengajak Zaiden jalan jalan ke mall.Mommy benar benar bahagia setelah tahu jika dia sudah mempunyai cucu!"Joya tersenyum saat ingat bagaimana girang nya mertuanya itu saat bertemu dengan Zaiden.


  "Benar bahkan Mommy terus saja mencubit pipi Zaiden karena gemas."Imbuh Max.


  "Hahaa kau benar sayang,padahal Zaiden sangat tidak suka jika ada orang yang mencubit pipinya tapi kali ini sepertinya dia sangat pasrah.Kasian putraku,aku tidak mengangka jika Mommy bisa sebar bar ini.Hahaha..."


Keduanya tertawa bersama mengingat wajah merah Zaiden saat Mommy Jihan mencubit pipinya lalu mencium nya dan begitu lah terus.Entah ingin marah atau dia malu.


  "Sudah ayo kita sarapan setelah itu kita pergi ke makam kakek,dia pasti senang cucu mantu kesayangan nya datang menjenguk!"Max menggenggam tangan Joya kamudian mengecup punggung tangan itu dan beralih ke kening Joya hingga kemudia mendarat pasa bibir Joya sedikit ******* dan baru berhenti saat Joya memukul lengan nya.


 Max hanya tersenyum saja melihat lipstik Joya yang kembali berantakan karena ulah nya.


  "Kau...!"


 "Aku tunggu di bawah!"Max pergi sebelum Joya marah marah dan berujung Max membungkam bibir Joya lagi.


 Joya yang melihat Max kabur duluan hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan.Cinta yang di tunjukkan Max padanya sekarang sangat berbeda dari empat tahun yang lalu dan sekarang Max terlihat lebih sering tersenyum bahkan tertawa.


  Mau tidak mau Joya kembali mendaratkan bokong nha di kursi mengahadap cermin riasnya.Mengambil tisu lalu mengusap bagian bagian yang berantakan.


  'Untung cinta!'Gumam Joya terkekeh sendiri.


  Setelah semua selesai,Joya segera menyusul Max ke meja makan.Disana semua anggota keluarga sudha berkumpul begitu juga dengan Zaiden dan Leo.

__ADS_1


   "Sayang,bagaimana tidurmu?"Tanya Joya pada putranya lalu mencium pipi gembul Zaiden.


  "Baik Mom.Seperti biasa!"Jawab Zaiden.


  "Sayang,apakalian jadi pergi ke makam kakek?"Tanya Jihan ingin memastikan.


  "Iya Mom..!"Jawab Joya


 "Mommy akan pergi,apa Zaisen boleh ikut?"Mata Zaiden mengerjap lucu,biasanya jika begitu maka Joya tidak akan tega meninggakkan nya.


  "Maaf sayang,Mommy tidak bisa ngajak Zaiden lain kali ya.Bukan kah hari ini oma ingin mengajak mu jalan jalan?Zaiden bisa pergi bersama Oma bagaimana?"Joya berkata lembut pada Zaiden agar Zaiden paham jika omanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan nya.


   "Hemm baiklah.Tapi Oma harus janji satu hal pada zaiden."


Semua mata mengeryit mendengar permintaan Zaiden.


  "Apa sayang katakan pada Oma,apa oma harus membelikan mu mainan,es krim atau apa?"Jihan serius menatap Zaiden karena baru kali ini anak itu banyak bicara.


  Hahahaha...Semua orang kompak tertawa.Anak ini bisa membuat suasana menjadi ramai dengan ocehan nya.


    "Astaga kau masih kecil,tidak perlu tampan hanya perlu sikap menggemaskan saja!"Timpal Leo yang hampir tersedak makanan di mulutnya mendengar ocehan zaiden.


  "Ok Ok.Maafkan Oma sayang,oma hanya sangat bahagia tahu jika ternyata oma punya cucu yang tampan seperti mu!"Lirih Jihan tulus.


   "Sudah sudah,lanjutkan makan nya!!Seperti nya hari ini hari sibuk.Kalian hati hati ya,Daddy tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk!Jangan menolak bodyguard lagi Max,Daddy hanya mengkhawatirkan keadaan kalian apalagi Joya baru kembali."Kali ini Nathan menatao serius pada Maxim.Pria itu trauma dengan kecelakaan yang pernah menimoa Max dan Joya serta penculikan yang di lakukan Bianca meski sekarnag mereka sudah tiada namun dunia yang mereka geluti bukan dunia biasa.


  Max mengangguk"Baik Dad.!"Apa yang di katakan Daddy nya memang benar,Max juga tidak ingin terjadi sesuatu pada nya dan juga istrinya.Jadi sebisa mungkin dia akan melakukan yang terbaik.


Max mengusap bibir nya dengan serbet laku melihat Joya yang juga melakukan hal sama dengan nya itu artinya jika Joya juga sudah selesai dengan sarapan nya.

__ADS_1


"Kenapa terlalu pagi?"Tanya Leo yang melihat arlojinya jika masih terlalu pagi untuk mengunjungi makam walau itu makam keluarga dan kita bisa masuk kapan saja.


"Hemm kakak ipar mu tidak sabar ingin bertemu kakek.Lagi pula siang nanti jadwalku padat jadi aku akan menyenangkan istriku terlebih dahulu!"Jawab Max.


Leo mencebik,dia tahu Max mengejeknya dengan mengatakan kakak ipar cantik.


"Jangan mengumpat ku Leo!"


Joya menatap Max heran bahkan Leo tidak mengatakan apapun dari mana Max tahu jika Leo mengumpatnya.


"Lihatkan suami mu itu,kakak ipar kau tinggalkan saja dia,aku akan menjagamu dengan baik!"Tak bisa membantah Max kini Leo beralih pada Joya.


"Leo jangan ganggu kakak mu!"Jihan menghentikan aksi Leo.Dia tahu,semua juga tahu jika dalam heti kecil Leo masih ada Joya mungkin hanya Joya saja yang tidak tahu.


Max mengendarai mobilnya sendiri tanpa Hans seperti biasa,dia masih ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Joya namun di belakang mereka ada beberapa mobil lain nya yang mengikuti dari belakang tentu saja mereka adalah bodyguard Maxim sendiri.


"Apa kau masih merasa takut jika kita pergi berdua seperti ini?"Tanya Max menggenggam tangan Joya,terlihat wajah Joya yang agak pucat saat memasuki mobil tadi berbeda dengan saat mereka sarapan.


"Entahlah,aku hanya merasa khawatir!kecelakaan itu mmebuat ku takut,tapi meski begitu aku masih bersyukur karena Zaiden tetap bertahan di dalam rahimku dalam kondiai Mommy nya yang koma,aku bahkan tidak tahu jika aku hamil!"Jawab Joya,ada sedikit luka di hati Joya jika mengingatnya.


Max semakin mengeratkan genggaman tangan nya,menyalurkan kekuatan tak kasat mata pada diri Joya.


"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu!Seharusnya aku bisa lebih hati hati lagi!"Lirih Max merasa bersalah.


"Sudahlah,kita lupakan semua bukan kah kita sudah membuka lembaran baru?Memulai semua dari awal walau aku tidak bisa mengulang momen saat Zaiden dalam kandungan dan saat dia bayi."


"Hemm..!"


Bommm

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2