Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 86.Dimana Nyonya mu.


__ADS_3

  Leo begitu fokus mendengarkan penjelasan dari anak buah nya yang sedang memantau cctv,begitu juga di tempat terpisah Hans juga melakukan hal yang sama bahkan memerintahkan anak buah nya untuk memantau pergerakan Bianca namun sayang sudah dua hari Bianca tidak terlihat dimanapun bahkan di rumah Rebeca.


   "Ohh shitt…!!"


"Ada apa pa?"Tanya Leo yang melihat papa nya tampak berantakan.Jelas terlihat jika dia sangat mengkhawatirkan Maxim.


   Nathan melihat ke arah putra nya lalu berjalan mengambil tempat duduk,menyandarkan punggung nya"Kita kehilangan jejak,seperti nya akan sangat sulit menemukan keberadaan Max.


  Leo hanya menatap papa nya,entahlah bagaimana menanggapi ucapan papa nya karena dia sendiri juga tak mendapat petunjuk apapun.


   "Bagaimana dengan Hans?"


Leo menggelengkan kepalanya"Belum ada kabar dari nya.Tapi semoga dia mendapatkan petunjuk."Leo mengambil tempat di sebelah papa nya"Apa mama sudah tahu?"Tanya Leo.


  "Jangan beritahu apa apa dulu.Kasihan mama mu,lagi pula mama masih mengurus kakek."


  "Apa motif penculikan ini sebenarnya?Apa mungkin rekan bisnis Max yang melakukan nya karena melihat jika saat ini Max dalam ke adaan lemah?"Gumam Leo.


   Deerrrttt..Deerrrtttt


"Hallo…..!"


"Tu…tuan…to…long…..!!!!"Lirih suara di seberang sana dengan terbata.


Mata Nathan membola,jantung nya berdebar tidak menentu bahkan nyaris berhenti mendengar suara yang sangat kesakitan itu.


   "Leo,cepat pulang!"Ucap Nathan berlari keluar dengan terburu dan tidak menunggu putra nya itu menjawab bahkan belum bereaksi sama sekali.

__ADS_1


   Leo yang tidak tahu apa apa segera mengikuti langkah Papa nya,bukan hal yang baik Leo tahu itu tapi apa penyebab nya dia tidak tahu walau bingung Leo tidak memelankan langkah nya.


   Bruggg…Brugghhh


Suara keras pintu mobil terdengar sangat keras menggambarkan bagaimana kondisi si penutup.


  "Pa ada apa?Jangan mengendarai mobil seperti ini,kita bisa celaka!!"Leo berpegangan sangat erat pada self belt nya.


   "Kita tidak punya waktu Leo,mama dan kakakmu dalam bahaya.Barusan papa mendapat telepon dari rumah dan sepertinya sudah terjadi sesuatu disana.


   Seperti seorang joki,Nathan melajukan kuda besi nya dengan kecepatan maximal tak peduli dengan sumpah serapah yang diucapkan oleh pengendara lain.


   Tinnnnnn  Tinnnnnn


"Brengsek..cepatlah menyingkir!!"Umpat nya marah,karena ada pengendara lain yang tidak mau memberi nya jalan.


  Brugggg…


   "Jangan menambah masalah baru Pa!!"Leo merasa ngeri dengan papa nya saat ini,selama.Leo tumbuh dia tidak pernah melihat papa nya seperti ini.Leo tidak tahu jika jiwa mafia papa nya kini kembali dan ingin menghancurkan semua nya.


  Cckiiiiittt….


Bruggghhh


Tanpa menunggu Leo yang mengatur nafas serta nyawa nya Nathan sudah melebarkan langkah menuju rumah.Mata Nathan dan Leo menyala begitu memasuki kawasan rumah mereka terlihat anak buah yang berjaga disana sudah tergeletak di lantai.


  Nathan langsung berlari menuju kamar mencari istrinya.

__ADS_1


  "Sayang…!!Jawab Sayang….!!"Nathan terus berteriak saat kaki nya naik ke lantai dua menuju kamar mereka.


Sementara Leo memeriksa beberapa anak buah mereka gang masih sadar untuk mencari informasi siapa penyerang rumah mereka.


  Braakk


Nathan membuka pintu kamar mereka dan langsung menerobos masuk keadaan kamar yang kacau semakin membuat dada Nathan bergemuruh,mencari di segala penujuru kamar tapi tidak menemukan dimana keberadaan istrinya,Kaki nya juga menlangkah menuju kamar mandi namun hasil nya nihil.


   Nathan melebarkan langkah nya menuju ke kamar Papa  mertuanya.


   Mata itu membola,kaki nya terasa lemah seketika melihat apa yang ada di dalam kamar itu.Amarah langsung membuncah.


  "Tu..Tuannn…!!'


Panggilan seorang pelayan yang menahan sakit tak di hiraukan Nathan,mata nya hanya berpokus pada sosok yang terbaring di ranjang dalam keadaan yang mengenaskan.


   "Pa…!!'Panggil Leo saat dia memasuki kamar yang sama dengan Nathan.Mata nya juga mengikuti pandangan papa nya.


 "Oh shhiit…!"Umpat Leo saat melihat apa yang ada di ranjang.Kakek nya berdarah di bagian dadanya,seperti nya seseorang telah menembak kakek Marco dengan sangat brutal."Kakek…Bangun…!!"Leo menepuk pipi Kakek Marco dengan perlahan tapi tubuhpria tua itu sama sekali tidak bergeming.


     Leo meraba ujung hidung kakek nya yang terlihat diam tidak bergerak tapi sama sekali tidak ada hembusan nafas disana bahkan Leo kembali menekan nadi kakek Marco namun hasilnya juga sama tidak ada denyutan disana.


  "Dimana Nyonya mu!!"Tanya Nathan dengan aura yang sangat dingin,bahkan Leo sendiri merasa takut dengan papanya saat ini.Pelayan yang tengah mengerang sakit itu semakin bergetar badan nya.


   "Pria pria itu membawa Nyonya..Tuan.!"Jawab Pelayan itu dalam sekali tarikan nafas lalu tergolek lemas,entah pingsan atau mati Nathan tidak peduli.


  Nathan mengepalkan tangan nya erat,begitu juga dengan Leo.Seketika kedua nya mengeluarkan aura yang sangat menakutkan.

__ADS_1


   


   


__ADS_2