
Max mengetukkan jari jari nya di atas meja.Pasalnya sudah setengah jam dia menunggu Marcel yang sedang melakukan oprasi terkahirnya,rasanya dia sudah sangat bosan dan jika bukan karena dia ingin tahu tentang anak nya maka Max pasti akan meningglkan rumah sakit itu sekarang juga.Padahal tadi Marcel mengatakan jika dia luang dan entah bagaimana ada pasien gawat mendadak datang dan butuh penanganan.
"Maaf menunggu lama!"Marcel melepaskan masker yang membubgkus wajah tampan nya tanpa merasa takut dengan tatapan Max yang seakan ingin memakan nya hidup hidup.
"Kau membuang buang waktuku yang berharga!"Decih Max tidak suka.
Marcel tidak menanggapi"Sudah katakan saja ada perlu apa sampai kau jauh jauh datang kesini?Aku yakin kau tidak mungkin merindukan ku kan?"Bukan Marcel namanya jika tidak membuat orang kesal sifat nya sebelas dua belas dengan Leo.
Max mendengus"Apa kita akan bicara disini?"Tanya Max gang merasa tidak nyaman jika harus bicara di ruangan Marcel di rumah sakit.Bisa saja seseorang masuk dan mendengar pembicaraan mereka.
Yan Max tidak tahu bahwa sekarang putra nya sudah dua langkah di depan nya.
"Apa ini serius?"Tanya Marcel
Max mengangguk"Ini tentang Zaiden."Jawba Maxim.
"Ikutlah dengan ku!!"Marcel berjalan melewati Maxim.Dia juga tahu jika membahas Zaiden maka artinya Max sudah tahu apa yang terjadi dengan putranya dan Marcel juga tidak akan menyembunyikan apapun dari Max.
Mobil berhenti di sebuah bangunan bergaya eropa kuno.Seperti nya ini adalah rumah Marcel.
Max mengamati interior rumah Marcel yang terlihat unik namun tujuan Maxim bukan untuk mengagumi rumah Marcel tapi untuk mencari tahu tentang Zaiden.
Marcel membawa mereka ke sebuah ruangan yang sepertinya itu adalah ruang kerja Marcel.
__ADS_1
"Duduklah,aku akan bercerita jika pelayan sudah membawakan minuman untuk kita.Aku tidak mau ada yang menjeda ucapan ku!"Kata Marcel memang tak lama datang pelayan membawakan minuman dingin serta cemilan untuk mereka berdua dan setelah memastikan pelayan itu keluar Marcel langsung menekan sebuah tombol dari remot di tangan nya entah apa.
"Apa yang kau lakukan?"Tanya Max mwrasa curiga bagaimanapun Marcel pernah mencintai Joya bisa saja kan Marcel mejebaknya.
Marcel mengendikkan bahunya"Hanya mengunci pintu,aku malas berjalan kesana dan tidak pantas jika aku menyuruh mu menguncinya kan?"Jawab Marcel tak acuh.
Max lagi lagi menghembuskan nafasnya"Katakan apa yang terjadi pada putraku?"Tanya Maxim tidak ingin basa basi lagi karena seperti yang di ceritakan Joya hanha Marcel yang tahu sesuatu.
Marcel menyipitkan matanya"Memang nya apa yang terjadi?"Tanya balik Marcel.Dia sengaja ibhin mempermainkan emosi Maxim.
"Jangan bermain main,katakan saja kenapa anak ku berbeda dengan anak yang lain?"Kali ini Max benar benar menekan emosinya agar tidak terpancing dengan ucapan Marcel.
Marcel duduk di depan Max,tatapan nya langusng tertuju pada Max kali ini Marcel juga benar benar sudah serius.
"Aku menanam nano chip halus ke janin Gea!"Marcel menjeda ucapan nya mengamati rekasi yang di tunjukkan Max padanya.Terlihat Max kesal tangan nya mengepal.
"Apa tujuan mu melakukan itu?"Tanya Max dengan nada tidak suka atas tindakan Marcel yang di anggapnya lancang dan menyalahi sumpah nya sebagai Dokter.
Marcel tersenyum,dia seakan mengejek Max yang tengah marah"Aku hanya ingin menyelamatkan Gea dan bayinya.Kala itu Gea datang di antar dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.Kau tahu aku sangat mencintai nya dan tentu aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya."
"Aku melakukan itu setelah mempertimbangkan dengan matang,tidak ada resiko yang membahayakan jika Zaiden mampu mengimbangi ke aktifan Nano chip itu dan seperti yang kau lihat sekarang Zaiden mampu mengimbanginya."Marcel tersenyum bangga,entah bangga pada Zaiden entah pada apa yang telah di lakukan nya.
"Aku ingin kau mengeluarkan nano chip itu dari tubuh putraku!!"perintah Max.
__ADS_1
"Dan kehilangan dia untuk selama lama nya?"Tanya Marcel sedikit mencondongkan tubuh nya pada Maxim.
Maxim membuka lebar matanya,apa yang di katakan Marcel membuat nya ingin membunuh Marcel sekarang juga.
"Kau tidak perlu khawatir,nano chip itu tidak akan mengendalikan Zaiden.Awalnya iya namun seiring berjalan nya waktu Zaiden bisa mengendalikan nya bahkan jika Zaiden mau hanya dengan memejamkan matanya maka dia mampu meretas cctv bahkan komputer yang dia inginkan.Dia hanya perlu mengendalikan pikiran nya sendiri dan harus nya sekarang Zaiden mulai melakukan nya."Jelas Marcel.Dia sudah mempergimbangkan semuanya.Kelak Zaiden bisa menjadi orang paling hebat di dunia ini.
"Apa kau tahu bahaya bagi anak seusia dia?Dia masih punya rasa penasaran yang besar dan dia masih kecil untuk tahu mana yang baik dan yang buruk untuk dirinya sendiri!"Berang Maxim.Bukan dia tidak senang jika anak nya menjadi jenius tapi dia tetap seorang ayah yang mengkhawatirkan keamanan putranya.
"Hahahaha...Kau belum mengenal Zaiden rupanya."Marcel terkekeh sementara Maxim mengerutkan alisnya.
"Dengan tuan Max.Zaiden jauh lebih pintar dari apa yang kau bayangkan.Jika kau hanya mengetahui setitik informasi dari lawan mu maka Zaiden bisa tahu sampai aka akar nya.Dia akan mudah menjatuhkan lawan nya,percayalah dia akan baik baik saja!!"Marcel menepuk bahu Maxim,tapi bukan nya tenang Maxim justru semakin khawatir.
"Kau keterlaluan melakukan percobaan pad anak ku!"Max mencengkeram kerah baju Marcel karena geram.
"Berhentilah.Sekarang yang harus kau lakukan adalah memberikan pengarahan pada Zaiden,jangan minta dia berhenti karena akan membuat nya kesakitan.Beri dia waktu agar bisa mengendalikan nano chip yang semakin berkembang,suatu saat nanti Zaiden akan bisa merasakan gerakan orang dalam jarak tertentu.Satu lagi tanamkan kenangan indah dalam memorinya karena jika tidak maka Zaiden akan berubah menjadi orang yang sangat menyeramkan,dia akan menjadi monster mematikan!Bagaimana pun Zaiden tetaplah anak anak!"Marcel kembali menepuk bahu Maxim lalu berjalan ke kursi nya dan menekan tombol untuk membuka kunci pintu ruangan nya.
Max menatap Marcel"Apa aku perlu mengecek perkembangan nano chip sialan itu?"Tanya Maxim.
Marcel tersenyum mendengar pertanyaan Max"Biasanya aku selalu mengawasinya karena aku juga tidak ibgin terjadi seuatu pada Zaiden dan membuat Gea sedih tapi saat ini kami berada sangat jauh jadi aku belum bisa memeriksanha!"Biasa nya Marcel memang memeriksa Zaiden secara berkala namun jarak dan kesibukam membuat nya tidak bisa melakukan itu entah sudah bagaimana perkembangan Zaiden sekarang.
"Jangan mengatas namakan istriku atas tindakan mu dan berhentilah mencintai istri orang!"Kata Maxim sebelum meninggalkan Marcel yang justru tertawa.Apa hak Max melarang hatinya jatuh cinta dengan siapa.
Bersambung..
__ADS_1