Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 132.Kegelisahan Zalia


__ADS_3

    Aroma masakan menguar memenuhi dapur.Dua orang berbeda generasi itu sedang sibuk menyiapkan hidangan special untuk sang Daddy.Keduanya tampak sangat bersemangat sesekali terdengar tawa renyah Zaiden.Ada juga beberapa pelayan yang ikut membantu kegiatan masak memasak siang ini.


   "Mom lihatlah pipi mu putih.Hahahaha...!!"Tawa ejekan Zaiden membuat Joya mengerucutkan bibirnya lucu.


  "Ahh benarkah,bukan kah ini ulah mu??"


"Hahaha tidak.Zaiden hanya ingin menepuk nyamuk yang ada di pipi Mommy."Tentu saja Zaiden tidak akan maj disalahkan meskipun itu memang perbuatan nya.


Joya mengeryitkan alisnya"Jangan berbohonv Zaiden,disini tidak ada nyamuk!"


 Zaiden tertawa puas melihat wajah Mommy nya yang putih di beberapa bagian.Para pelayan juga turut merasakan kebahagian karena sejak kedatangan Zaiden di mansion ini terasa sangat ramai dengan tingkah polah bocah itu.


  "Wahh Akhrinya...!!!"Zaiden merasa senang melihat masakan yang mereka buat sudha terhidang rapi di meja makan.Hanya tinggal menunggu yang lain untuk makan siang bersama.


  "Sekarang Zaiden bersih bersih dulu!Mommy juga akan mandi sebelum Daddy pulang dan kita makan bersama!"Joya mengajak putra nya naik dan membiarkan anak nya mandi bersama pelayan.


 *******


Zalia menedang kaleng kosong yang tergeletak di jalan.Pikiran nya benar benar kacau sekarang di sekolah dia di bully teman teman nya apalagi setelah kejadian saat dia di tolong Hans maka tersebar di sekolah bahwa dia adalah seorang simpanan.Lengkap sudah penderitaan Zalia bahkan ada teman nya yang terang terangan mengajaknya menghabiskan malam bersama.


   Kini Zalia berada di bawah pohon menenangkan pikiran nya yang kalut.Ibu nya juga di rawat di rumah sakit sekarang,sudah dua hari dan dia belum punya uang untuk membayar biaya rumah sakit yang mahal itu.Sementara Ayahnya hanya pengangguran yang gemar berjudi dan sering pulang dengan keadaan mabuk.


"Huffttt Dimana aku bisa mendapatkan uang untuk biaya oprasi ibu,pihak rumah sakit hanya bisa menunggu sampai dua hari.Akhhhh...!!"Erang Zalia frustasi.Entah sudah berapa kali dia menarik rambutnya karena bingung.


"Gimana apa sudah menentukan keputusan mu?Jika kau mau maka aku bisa melunasi biaya rumah sakit ibu mu kau hanya perlu datang ke hotel Glady star malam ini,kutunggu jika pukul sembilan kau tak datang maka aku tak bisa membantu mu lagi!"Suara tegas Gerald membuyarkan lamunan Zalia.Pria itu tamoak menjilat bibirnya saat menatap Zalia.Gerald seornag pemuda tampan teman Zalia di sekolah,dia adalah anak seorang pejabat yang cukup terkenal tapi sayang minum akhlak.

__ADS_1


Zalia tidak menanggapi ucapan Gerald bahkan sampai pemuda itu meninggalkan Zalia sendiri.


"Tidak,aku tidak mau tidur dengan nya!!"Gumam Zalia menguatkan dirinya sendiri.


Zalia meraih tasnya yang teronghok di sebelahnya lalu bangkit dan berjalan kembali menuju rumahnya untuk berganti pakaian dan menjenguk ibunya.'Semoga tidak bertemu ayah'bagin Zalia.


Kini zalia menatap pintu rumah yang sangat sederhana,masih tertutup rapat.


"Heh kau sudah pulang rupanya.Kenapa tidak segera masuk hah?Cepat buatkan makanan untuk ayah!"pekik Ayah Zalia dengan keras bahkan Zalia yakin jika tetangga sekitar juga pasti mendengar teriakan Ayah nya.


Zalia masuk kedalam rumah dengan malas lalu mengganti pakaian nya dan kembalj berjalan ke dapur melihat ada bahan apa yang bisa dia masak "Tidak ada apapun yang bisa ku masak.Sebaiknya ayah pergi dan cari uang agar aku bisa membayar biaya rumah sakit ibu!"Zalia keluat dari daour dilihatnya Ayah nya sedang memagang botol minuman kesukaan nya.


"Dengar bocah,aku tidak peduli dengan wanita merepotkan itu.Sudah kau saja yang pergi cari uang untuk membeli makanan ayah sudah lapar!"Pria setengah mabuk itu menunjuk wajah Zalia.


Mata Zalia memanas entah kenapa rasanya tetap sakit jika ayah nya mengatai ibunya yang bukan bukan"Entah dimana ibi bertemu pria tidak bertanggung jawab seperti mu!"Zalia masuk ke kamar nya berniat mengambil tas nya lalu pergi menjenguk ibunya namun tiba tiba.


Rambut Zalia di tarik dari belakang hingga membuag kepalanya mendongak ke atas tanpa di minta pun airmata itu pasti tumpah.


"Jaga bicara mu anak sampah!Harus nya kau bersyukur aku masih mau mengakui mu sebagai anak dari pada pria yang hanya tahu menanamkan benih nya dan pergi tanpa melihat kebelakang lagi."Maki Pedro ayah Zalia tanpa melepaskan rambut Zalia.


Mata Zalia menatap sengit ayahnya.Zalia tidak tahu apa maksud dari ucapan ayah nya tentang pria yang hanya bisa menanam benih lalu pergi.


Pedro mendekatkan wajahnya pada wajah Zalia"Apa sebaiknya aku minta bayaran ku saja sekarang?Selagi wanita merepotkan itu sedang terbaring di rumah sakit.Kau bisa membayat jasaku selama ini."Bau alkohol membuat perut Zalia mual serta ucapan Pedro membuat Zalia terbelalak.


'Aku harus bisa keluar dari rumah ini.Lebih baik menerima tawaran Gerald dari pada tidur dengan tua bangka jelek ini'Zalia dengan sekuat tenaga menendang kaki nya kebelakang dan berharap jika tendangan nya bisa mengenai aset Pedro.

__ADS_1


"Akhhh..Kurang ajar kau bajingan kecil!"Maki Pedro saat merasakan bagian tengah pahanya di tendang Zalia,dia tidak menyangka jika Zalia punya tenaga yang kuat seperti itu.Bagaiman tidak tiap hari di jadikan samsak teman teman nya dan pulang pergi dengan berjalan kaki tentu otot Zalia sangat kuat.


Zalia melepaskan diri dari Pedro mengambil kesempatam saat Pedro mengerang sakit.Sekuat tenaga Zalia mendorong Pedro yang sudah setangah mabuk itu hingga pria itu tersungkur di lantai barulah Zalia kabur keluar rumah nya.


Entah sudah berapa lama Zalia berlari yang pasti saat dia melihat kebelakang tidak ada ayah nya yang mengejarnya barulah Zalia berjalan pelan dan menetralkan nafasnya yang memburu.Nyaris saja dia akan menjadi korban ayah nya sendiri.Tapi ucapan ayah nya tentu mengganggu Zalia dan dia harus menanyakan nya nanti pada ibunya.


Kembali ke mansion Anderson.


Seluruh anggota keluarga tampak sudah duduk di meja makan untuk makan siang.Aneka masakan yang di buat Joya dan Zaiden terlihat menggugah selera.


"Dad,kami membuatkan masakan special buat Daddy!"Ucap Zaiden bangga.


"Wah.Benarkah.Mana masakan mu?Daddy akan mencicipinya?"Tanya Max bersemangat ingin mencicipi masakan special dari Zaiden bahkan jika rasanya hancurpun Max pasti akan menghabiskan nya.


"Ini Dad.!"Zaiden menyerahkan sepiring telur dadar dengan campuran banyak sayur disana terlihat juga ada tomat dan sedikit cabai.Terlihat cantik dari segi penampilannya.Sementara yang lain takjub dengan usaha Zaiden.Max melihat sekilas pada Joya yang menganggukkan kepalanya sedikit.


"Wah ini terlihat enak."Puji Maxim.Padahal.dia takut dengan cabai yang ada di dalam telur dadar itu tapi demi membuat Zaiden senang maka Max harus memakan nya.


"Hah....!"


Bersambung...


Terima kasih Reader.Jangan lupa baca juga novel Author yang berjudul AIR MATA PEMBASUH LUKA.


Jangan lupa juga tinggalkan jejak jejak cinta biar author makin semangat buat update nya ya.

__ADS_1


Terima kasih💙💙💙


__ADS_2