Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 91.Tolong..Jangan sakiti putraku.


__ADS_3

"Apa..?"


Bianca tersenyum"Jangan dengarkan dia nak.Dia wanita gila hahhaha...Emm tapi bagaimana ya??"Bianca mengetuk ngetukkan jari telunjuk ke dagu nya sendiri mengambil fose tengah berpikir keras.


"Mom,apa yang terjadi sebenarnya kenapa kau menculik anak mu sendiri?Apakah mereka mengancam mu??"Meski ragu dengan pertanyaan nya sendiri tapi Max tetap bertanya.Gestur Mommy nya sama sekali tidak menunjukkan jika dia sedang di ancam oleh seseorang.



"Kau mau dengar cerita Max?Dulu saat masih kecil kau selalu senang jika Mommy membacakan cerita untuk mu.Jadi kali ini Mommy akan menceritakan sebuah kisah padamu,dengarkan baik baik ya!!'Bianca menarik nafasnya,bersiap menceritakan sesuatu agar Max dan Jihan mendengar nya.


"Dulu,ada seorang gadis miskin yang berteman dengan gadis kaya raya.Seorang putri dari pengusaha terkenal.Pada suatu hari si gadis miskin ada dalam masalah dan meminta bantuan pada sahabat nya tapi kau tahu Max apa yang dia dapatkan?Sakit hati..Ya itulah yang gadis miskin itu dapatkan.Hingga dengan sangat putus asa si gadis miskin mengakhiri hidup nya namun jangankan merasa bersalab gadis kaya itu justru tidak datang saat pemakaman nya."Bianca menjeda cerita nya dan matanya berkaca kaca menatap Jihan yang diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Gadis miskin itu mempunyai seorang adik,dan adik nya itu membalaskan dendam kakak nya pada gadis kaya yang sombong.Dengan segala upaya akhirnya adik gadis itu bisa menjerat kakak si gadia kaya dan kau tahu Max apa selanjut nya?"Ekor mata Bianca menatap Max sekilas lalu kembali menatap Jihan.


"Dia berhasil membunuh suaminya yang tak lain adalah kakak si gadis kaya.Satu lagi gadis miskin itu menukar putra pertama si gadia sombong dengan anak yang sudah mati.Hingga kini bodoh nya mereka tidak tahu itu.Hahahaha...."Tawa kesedihan terdengar nyaring di telinga setiap orang yang ada dalam ruangan itu,tidak terkecuali Rebeca yang baru masuk ke ruangan itu.


"Ada yang seru sepertinya."Potong Rebeca.


"Kau tahu siapa adik gadis miskin itu?Itu aku..Lihat itu aku Max.Hahahaha...Jihan kau lihat kan aku berhasil memporak porandakan keluarga mu.Semua salah mu karena kau kakak ku mengakhiri hidupnya dan aku hidup sebatang kara."Emosi Bianca meluap,dia mendatangi Jihan yang masih terikat di kursi dengan air mata yang tidak berhengi sedari tadi.


"Kau salah Bianca.Aku tidak pernah bertemu dengan nya apalagi mengatakan sesuatu yang membuatnya sakit hati.Saat dia datang dulu aku sedang tidak ada di mansion.Itu sebab nya aku juga tidak hadir saat pemakaman nya Bianca.Aku juga kehilangan dirinya,dia sahabat terbaik ku.Jangan mengatakan kebohongan untuk membenarkan tindakan mu!!"Jawab Jihan yang tidak menyangka jika kesalahan masa lalu itu yang kini menjadi petaka dalam hidup mereka


Plaakkk plaakkkk

__ADS_1


Dua tamparan mendarat di pipi Jihan,rasanya snagat panas dan perih tapi Jihan tidak bisa melakukan apapun walau sekedar mengusap pipinya.


"Mom,hentikan jangan sakiti bibi!!"Max tidak tega melihat Jihan yang tak berdaya,ada sudut hatinya yang ikut merasa kan nyeri saat wanita di hadapan nya ini menangis.


"Oh,sang anak tampak nya tidak rela jikan Mommy nya kesakitan.Hemm ikatan yang menakjupkan..Hahahhaa..."


"Mom,apa maksud mu aku??"Max tidak sanggup melanjutkan kata kata yang nyaris mencekit tenggorokan nya,rasanya tidak percaya jika ternyata wanita yang selama ini di panggil Mommy itu bukan lah ibu kandung nya tapi sebalik nya wanita yang di panggil Bibi itu adalah...


Max menatap Mommy serta bibi nya bergantian,Bibinya mengangguk lemah dalam deraian air mata dan itu cukup bagi Max menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi.


"Kau putra ku nak.Putra kandung ku yang di tukar Bianca karena dendam yang seharusnya tidak ada jika dia mau mencari tahu semua nya terlebih dahulu!Mommy tahu saat Leo mendonorkan darah nya,golongan darah kalian sama nak."Tangis Jihan terdengar sangat mengiris hati namun tidak bagi Bianca,Jeremy dan juga Rebeca.


Jeremy datang menghampiri Max dan menyerahkan selembar kertas"Tanda tangai surat ini agar urusan kita segera selesai.Aku muak melihat drama kalian!!'


Max terus memberontak,sekuat tenaga dia melawan pria yang terus memegangi dia dengan erat.


"Aku tidak akan menandanganinya.Jangan harap kalian mendapatkan apa pun dari ku!!"Tolak Maxim.Tangan nya terus mengepal sebagai bentuk penolakan.


"Pukul dia!!"


Bughh bughh


Ughhh.

__ADS_1


"Jangan..Jangan pukul anak ku!!"Jihan berteriak histeris melihat Maxim di pukuli anak buah Jeremy.


"Bagaimana,kau masih menolak menandatanganinya?"


"Sampai magi pun,aku tidak akan membiarkan kalian mendapatkan apa yang kalian mau!Cihh...!!"Max tetap pada penderian nya.Menolak menandatangani surat yang ada di hadapannya


"Bugh bughh...!"


Ughhhh..


Sudut bibir Maxim sudah mengeluarkan darah tapi anak buah Jeremy masih terus memukul Maxim.


"Tolong...Jangan sakiti anak ku!!"Lirih Jihan yang tidak tega melihat ke adaan Maxim semakin melemah apalagi Maxim belum sepenuhnya pulih.


Maxim yang mendengar lirihan Jihan pun mendongak,menatap wanita yang kini menangisi keadaan nya,yang pelukan nya jujur sangat Max rindukan.Sudut bibir Maxim terangkat,menunjukkan pada Jihan jika dia baik baik saja.


"Jangan khawatir ,Aku baik baik saja Mom!!"Ucap Maxim dengan senyum yang teduh menatap Jihan.


Jihan yang mendengar Max memanggil dirinya dengan sebutan Mom pun semakin deras air matanya,rasa haru menyeruak ke dalam hatinya.Sumpah jika bisa dia ingin berlari dan memeluk putra yang selalu dia tangisi sepanjang malam.


"Maxim,anak ku!!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2