Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 101.Melihat siluet nya.


__ADS_3

Satu hari di negara I membuat Zaiden tidak sabar untuk mengajak Mommy serta Daddy Georg nya untuk jalan jalan.Bocah itu terus berceloteh dengan riang,Bibi Ramia menjadi pendengar yang baik.


"Aku sungguh tidak sabar ingin jalan jalan disini.Tapi Mommy terua mengatakan jika dia sibuk dan ada masalah di kantor.Lalu apa,bukan kaj kita kemari untuk liburan?Tidak bisakan Mommy tinggalkan sebentar saja pekerjaan Mommy dan menikmati waktu ini.Mommy sudah bekerja keras."Zaiden protes pada Mommy nya yang sedari tadi sibuk dengan laptop kerja nya .Baru beberapa menit yang laku asistennya menghubungi dirinya jika ada seauatu yang perlu persetujuan nya.


Georg tersenyum mendengar protes panjang dari keponakan nya itu"Ohh anak muda yang tidak sabaran.Diam dan tunggu Mommy mu jika kau terus berisik maka pekerjaan Mommy mu akan semakin lama dan lagi apa kau mau jika Mommy mu selesai dengan pekerjaan nya lalu kembali tapi tidak mengenali putra nya yang cerewet ini??"Georg membawa Zaiden ke pangkuan nya lalu mencubit gemas hidung bocah itu.


Zaiden mengerutkan alisnya tidak mengerti dengan perkataan Daddy nya"Apa maksud Daddy,kenapa Mommy tidak mengenaliku?Aku ini putra nya sudah pasti Mommy akan mengenaliku."Tanya Zaiden yang semakin penasaran bahkan kini dia lupa jika dia tengah kesal dengan Mommy nya.Disana Bibi Ramia hanya tersenyum melihat kelucuan Zaiden.


"Tentu saja karena kau selalu marah marah maka wajah mu akan berubah menjadi tua dan keriput.Jadi Mommy mu tidak akan mengenalimu !Apa kau mau??"Tanya Georg memandang raut wajah Zaiden yang seketika mengerutkan alisnya tampak sekali jika bocah itu tengah berpikir.


"Apa akan seperti ,Bibi Ramia?"Tanya Zaoden polos.Sementara bibi Ramia menunjuk dirinya sendiri,apakah dia sudha setua itu dan berkeriput?Sepertinya dia harus sedikit melakukan perawatan.


"Hahaha..Tentu lebih keriput dari itu!"Jawab Georg tertawa seraya melihat bibi Ramia memeganv wajah nya.


"Aku belum sekeriput itu!"Protes bibi Ramia.Kemudian meninggalkan dua pria beda generasi itu yang masih terkekeh.


"Dia marah Dad.Hihihi...!!"Bisik Zaiden menutup mulut nya yang terkekeh.


"Itu salah mu!!"


Zaiden mencebikkan bibir nya Daddy nya terlalu terbuka jika ingin menyalahkan nya.


"Mom..!!'Pekik Zaiden yang melihat Mommy nya sudah turun dengan wajah yang lebih segar.


"Ya sayang!'

__ADS_1


"Apa kita bisa pergi jala jalan sekarang?Ke taman bermain di sekitar sini juga tidak masalah jika Mommy masih sibuk dan tidak punya banyak waktu!"Ajak Zaiden.


Gea mengerutkan alisnya heran,putra nya jadi sepengertian ini."Dia baru saja membuat Bibi Ramia merajuk."Jawab Georg dengan tersenyum jahil.


"No Mom,Aku tidak mengatakan dia tua dan keriput.Daddy yang mengajariku!!"Zaiden tidak mau kalah,anak itu malah menunjuk kearah Georg yang semakin melebarkan tawanya.


"Astaga,jangan mengajarinya hal yang tidak benar kak.Apalagi membuat orang sakit hati!!"Gea berbicara serius dia tidak ingin putra nya terbiasa dengan keburukan.


"Tidak Nona,tuan muda tidak membuat ku skait hati.Apa kau tahu aku harus berterima kasih padanya karena sudha mengatakan nya jadi aku bisa sedikit merawat wajah ku!"Bibi Ramia ternyata mendengar percakapan ibu dan anak itu.Di tangan nya dia membawa teh hangat serta camilan tak lupa pula segelas susu.


Zaiden menangkup wajah ibu nya,karena sekarang dia berada dalam gendongam Gea"Aku anak baik Mom.Jadi sekarang bisa kita jalan jalan?"


.Gea mengangguk"Baiklah tapi kita minum dulu teh dan susu yang telah di siapkan bibi Ramia!!'


Dengan semangat Zaiden turun dari gendongan Gea lalu meraih gelas susu dan meminumnya dengan cepat membuat Georg dan Gea serta bibi Ramia tersenyum gemas.


"Mommy akan mengambil tas Mommy dulu,kau pergilah dulu bersama Daddy dan tunggu Mommy di mobil!!"Perintah Gea pada Zaiden.


Di dalam mobil Zaiden terus berkomentar dengan apa yang dia lihat di luar jendela mobil.Suara nyaring nya sangat ramai padahal dia bercerita sendiri Gea dan Georg hanya menanggapi sesekali saja.


Mereka tiba di sebuah tempat wisata yang banyak menyediakan wahana permainan untuk anak anak,sebuah taman dan juga restorant tak jauh dari tempat itu.


"Wahhh...Tempat ini indah sekali Mom."Zaiden sangat antusias melihat keindahan tempat wisata itu Dia terus melompat dan berlari sesuka hatinya untung ini bukan hari libur jadi suasana di tempat wisata itu tidak terlalu ramai.


"Dad,Zaiden ingin naik wahan itu.Ayo temani!!!"Zaiden menarik tangan Georg sebuah wahana biang lala menjadi pilihan pertama Zaiden.

__ADS_1


"Apa kau ingin ikut?"Tanya Georg pada Gea.


Gea menggeleng"Tidak kak,aku takut!!"Lirih Gea,entah kenape melihat ketinggian itu rasanya keoala nya sudah pusing duluan.


"Baiklah kau tunggu disini dan jangan kemana mana!!"


Setelah mendapat anggukan dari Gea,Georg lalu menggendong Zaiden lalu membawanya menaiki wahana yang di inginkan nya.Wajah bocah itu sangat bahagia,bibir nya terus saja melengkung senang.Sementara Gea berencana mencari cemilan sambil menunggu Georg dan Zaiden selesai mencoba wahana wahana itu.


Sebuah standa cemilan yang mejual kentang gogerng dengan toping keju dan sebagainya menarik perhatian Gea.Wanita itu segera berjalan mendekat untuk membeli cemilan itu.


Di restoran seorang pria tanpa sengaja juga mengamati stan yang sama.Mata pria itu tak berkedip sedikit pun melihat siluet seorang wanita yang sangat dia rindukan,setelah merasa yakin pria itu segera berjalan keluar meninggalkan meeteng yang masih berjalan.Dengan langkah lebarnya dia menyebrang di ikuti Hans yang tergopoh membawa semua berkas berkas yang di tinggalkan Max tanpa perasaan.


Bruggg....


Bersambung...


Terimakasih buat pembaca setia ku.


Jangan lupa mampir juga di Novelku yang lain ya.


Novel pertama tamat.Judulnya


MENCINTAI PEMBUNUH SUAMIKU.


Dan Novel yang baru yang berjudul"AIR MATA PEMBASUH LUKA.

__ADS_1


Terimakasih..💙💙💙


__ADS_2