Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 66.Mengunjungi Kakek.


__ADS_3

Joya menatap pantulan dirinya di cermin,beberapa kali dia menvoba membenahi pemanmpilan nya yang sederhana agar terlihat pantas di depan kakek Marco walau pria tua yang hangat itu tidak pernah mempermasalahkan nya.


Joya kembali melirik jam yang ada di atas nakas,sudah mendekati jam pulang kerja Max,di lihat nya lagi tampilan nya tampak sudah pantas baju yang sopan tanpa riasan karena Joya tidak bisa menggunakan make up.



"Nyonya supir sudah datang!"Suara Marry menyentak Joya.


"Baik,terima kasih Bi.''Jawab Joya lalu bergegas keluar dan berjalan keluar menaiki mobil yang akan membawanya menemui kakek Marco.Sementara Max akan langsung ke rumah kakek Marco dengan Hans jika pekerjaan nya selesai.


Mobil membelah jalanan,Joya menatap keluar jendela menikmati hidupnya yang jauh berbeda dari sebelum nya.Pikiran nya kembali ke masa lalu dimana saat dirinya hanya menerima umpatan,cacian dan hukuman saja setiap harinya tetapi Joya merasa bersyukur karena dengan kejadian itu kini Joya bisa hidup dengan baik walau pun terkadang Max bersikap kasar atau terkadang marah namun itu tidak sesering saat dia tinggal bersama mama nya sendiri.


"Bagaimana keadaan nya sekarang,apakah dia sudah menikah dengan pria itu atau sebaliknya?''Batin Joya,mengingat mamanya yang tidak pernah mencintainya.


"Biarlah setidaknya sekarang aku bukan lagi beban nya.''Joya kembali menepis rasa rindu yang ada di hatinya untuk mamanya.Walau seperti apapun kejam nya mamanya namun tidak bisa mengubur fakta bahwa dia di lahirkan dari rahim wanita itu.


''Kita sudah sampai Nyonya!''Kembali Joya tidak sadar jika ternyata mereka sudah sampai karena terlalu memikirkan mamanya yang entah bagaimana sekarang.


"Terimakasih pak.''Ucap Joya dengan senyum manisnya,dirinya sama sekali tidak membedakan dirinya dan pelayan di rumah Max karena Joya beranggapan hanya pekerjaan nya saja yang berbeda tapi sejatinya semua manusia itu sama di mata Tuhan nya.

__ADS_1


Turun dari mobil Joya bisa melihatjika Max sudah menunggu dirinya di depan pintu.Senyum hangat Max menyambut kedatangan Joya,tampan,gagah dan sangat menawan itulah yang ada di pikiran Joya tentang Max walau terkadang Max bersikap nyeleneh namun tidak mengurangi kadar kharisma seorang Max.


"Selamat datang Mimi..Bagaimana perjalanan mu?'''Tanya Max meraih tangan Joya membawanya dalam genggaman nya.


"Lancar tidak ada kendala.''Jawab Joya seadanya saja,karena jika tidak di jawab maka Max pasti akan kesal.


Max tersenyum''Bagus karena jika.terjadi sesuatu padamu maka aku akan mencincang supir itu!''Ucap Max.


Joya hanya mengangguk menanggapi ucapan Max,dirinya masih merasa canggung untuk banyak terlibat pembicaraan panjang dengan Max.


"Wahh cucuku sudah sampai ternyata.Mari masuk sudah lama aku menunggu mu!''Kakek Marco kembali menarik tangan Joya memisahkan nya dari genggaman Max.


Max kesal,wajah nya terlihat masam lagi lagi kakek nya mengambil Joya dari tangan nya namun dia tidak bisa berbuat apa apa karena tidak mungkin dia mengangkat tangan atau senjata nyapada kakek nya sendiri.


Kakek Marco tersenyum"Tidak masalah,jangan di pikirkan.Duduklah ada yang ingin kakek bicarakan pada kalian!''


Max yang dari tadi hanya mengekor menuruti ucapan kakek nya untuk duduk,namun dia segera mengambil posisi di sebelah Joya membuat Joya tersenyum malu pada kakek Marco.


"Ishh kau ini?''Gumam Kakek Marco.

__ADS_1


"Dia istriku,sudah seharusnya aku duduk di sebelahnya.''Max tentu tidak mau kalah dari kakeknya.


Kakek Marco mendengus"Terserah kau saja.Baiklah karena kalian sudah disini,kakek ingin memberikan ini untuk kalian berdua!''Kakek Marco menyerahkan sebuaj amplop berwarna coklat kepada Max.


Sementara Max dan Joya saling tatap dan bingunv dengan hadiah apa yang disiapkan kakek Marco untuk mereka.


"Apa ini?''Tanya Max.


"Sudah buka saja!''Perintah kakek.


Max membuka pelan pelan amplop itu.''Tiket?''Max mengeryitkan alisnya.


"Ya itu tiket bulan madu.Kau hatus membawa Joya berbulan madu,itu sebab nya aku memberimu tiket itu jika menunggumu yang membeli sendiri maka itu tidak akan pernah terjadi.''Omel kakek Marco.


Max tersenyum memgerti dirinya kembali membayangkan malam panas yang telah dia lewati dengan tempo hari.Rasanya masih terasa dan kali ini kejutan yang di berikan kakek nya membuatnya sangat senang.


Sementara Joya sendiri merasa malu,wajah nya memerah dia juga mengingat bagaimana kondisi Max setelah mereka melakukan nya bahkan punggung Max sampai merah merah bekas cakaran kukunya Ya kemarin Max akhirnya menu jukkan punggung nya yang perih.


"Bagaimana?"Tanya kakek Marco yang menatap bingung cucu cucunya yang hanya diam saja.

__ADS_1


Max tersenyum menatap kakek nya"Terimakasih kakek.Tentu kami menerimanya dengan senang hati."Jawab Max sangat antusias.


Bersambung...


__ADS_2