Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 120.Hari apes Hans


__ADS_3

Hari ini Joya di nyatakan boleh pulang karena kondisinya yang sudah sangat baik.Namun Joya sendiri belum tahu kemana dia akan pulang apakah ke rumah Max atau akan kembali ke rumah yang dia tempati bersama Georg kemarin.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi,tidak ada siapa oun di ruangan selain dirinya sendiri,hatinya berdebar menunggu kedatangan Max atau orang tuanya.


Ceklekk..


Pintu ruangan nya terbuka menampilkan sosok tampan dengan senyum yang sangat menawan bahkan pria yang kini jauh lebih matang itu terlihat sangat mempesona.Empat tahun tidak melihat wajah nya kini Maxim semakin menggairahkan.Itu pandangan Joya.


"Sayang,apa kau sudah siap?"Tanya Maxim menghampiri Joya yang sudah menunggunya sedari tadi bahkan Joya sudah mengganti pakaian nya dan terlihat sangat cantik.


"Hemm kenapa lama,aku sudah bosan disini?"Joya langsung menerima uluran tangan Max yang membawa nya ke dalam pelukan hangat suaminya.Kecupan ringan pun di berikan Max pada Joya tidak seperti dulu yang canggung dan lebih menyembunyikan perasaan tapi sekarang mereka tidak malu lagi.Berpisah selama empat tahun membuat mereka menyadari jika mereka slaing mencintai.


"Maaf membuatmu bosan menunggu.Tadi ada rapat mendadak dan aku harus hadir sebentar tapi sekarang jangan khawatir aku sudah disini dan menyerahkan semua nya pada Hans.Pria malang...!"Kekeh Max yang lucu mengingat ekspresi Hans saat dia tinggal di sebuah restoran bersama klien yang agak kolot.


"Jangan seperti itu,jika dia bosan dan meninggalkan mu maka kau akan kerepotan mencari penggantinya!"


Max menuntun istrinya,menggandeng tangan Joya agar wanita itu tidak terjatuh"Dia tidak akan bisa meninggalkan ku!Jangan pikirkan itu."Sombong Maxim.


Joya mencebikkan bibirnya"Tampak nya aku punya saingan."


Max terkekeh mendengar ucapan Joya,walau itu hanya sekedar candaan hati Max sangat senang karena Joya terlihat cemburu.


Cupp


Max gemas dan mengecup bibir Joya tanpa permisi.


"Max jangan melakukan nya di tempat umum!!"Joya tidak menyangka jika Max akan kekanakan seperti itu,mereka bukan remaja tapi ornag yang sudah berumur dan mempunyai seornag anak yang sebentar lagi akan berusia empat tahun.


"Hahaha..Tak masalah,kau istriku jika ada yang berkomentar maka akan aku congkel matanya agar tak bisa melihat kemesraan kita!!"Siapa Max yang mau peduli dengan omongan orang,yang dia tahu kini dunia nya sangat penuh warna dan dia menyukainya.

__ADS_1


Joya hanya bisa menyembunyikan wajah nya.Posisi Joya yang berada dalam gendongan Max membuat Joya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


Max tersenyum melihat rona merah di wajah istrinya.


Setelah memastikan Joya aman di tempat nya kini Max menempatkan dirinya di sebelah Joya duduk tenang bersanding bersama istrinya karena supir yang akan membawa mereka.


.Max mwraih ponselnya menguhubungi Hans yang entah bagaimana sekarang.


"Hallo Bagaimana Hans??"Tanya Max namun senyum licik di wajah Max sangat terlihat.Joya hanya menggelengkan kepalanya entah kenapa Max terlihat seperti Zaiden sekarang.


"Baiklah ku tunggu kau di mansion,segera datang karena ada sesuatu yang harus kita bicarakan!!"Kali ini Max terdengar serius.


"Kita kemana?"Tanya Joya yang penasaran.


Max menggeser tubuhnya menatap istri tercintanya"Tantu saja kita akan pulang ke rumah sayang.Kau istriku dan harus ikut kemanapun aku berada!!"Bisik Max lalu kembali mencium Joya,Joya yang masih belum terbiasa mendapat kecupan mendadak sering kali terkejut jadinya dan wajah terkejut Joya itu membuat Max sangat ketagihan.


"Zaiden?"


Joya kerkekeh mendengar sikap Max seperti itu Sungguh di cintai secara berlebihan juga tidak enak.


******


Di sebuah restorant


Hans tengah terburu buru setelah mendapat telepon dari Maxim.Pertemuan yang menyebalkan membuat wajah Hans tidak sedap di pandang,pria yang usia nya sama dengan Max itu terlihat sednag merapikan berkas berkas yang masih berantakan lalu memasukkan nya menjadi satu ke dalam tas nya.


Brukkhh.


"Maaf..!".

__ADS_1


Hans memejamkan matanya bukan karena menikmati adegan tubrukan anatara dia dengan seorang gadis muda dengan seragam putih abu abu.


"Om Maaf,Saya tidak sengaja!"Gadis itu terlihat takut saat melihat wajah Hans yang sudah memerah,dengan gerakan cepat gadis bernama Zalia itu meraih tisu yang tersedia di meja lalu menyeka kemaja Hans yang basah karena tumpahan es kopinya.


Hans semakin menggeeam saat tubuhnya di sentuh."Hentikan..!!"Bentak Max menepis kasar tangan Zalia yang menempel di dadanya.


Zalia tersentak,tak pernah dirinya di bentak dengan kasar oleh ornag tuanya.Matanya memanas dan tak lama airmatanya sudah menetes.Tadi Zalia tidak sengaja menabrak Hans karena gadis itu sudah di tunggu teman teman nya dan jika terlambat maka dia akan semakin di bully tapi sekarang tidak hanay terlambat Zalia justru harus memesan ulang eskopi pesanan nya dan di tambah menghadapi kemarahan pria tua di depan nya ini.


"Maafkan aku Om!Sungguh aku tidak sengaja melakukan nya,jangan memintaku untuk ganti rugi karena aku hanya gadis miskin!"Dengan mata yang berlinang airmata Zalia memohon pada Hans dengan posisi sudah berada di bawah memegang kaki Hans.


Hans memijit pelipisnya jika saja dia Max mungkin gadis ini sudah berakhir di lantai dingin dengan kondisi mengenaskan.


"Pergilah!"Hanya itu yang bisa Hans lakukan.Memang apa yang harus dia lakukan bahkan gadis di yangkini masih memegang kakinya masih terlalu kecil untuk mendapat tendangan nya.


Dari bawah Zalia mendongak menatap Hans tidak percaya,semudah itu?Zalia masih berpikir pendengaran nya bermasalah.Sampai matanya bertubrukan dengan mata Hans yang melihatnya


'Astaga,posisi ini membuat otak ku yang lama beku kini traveling!'Batin Hans berteriak frustasi.


"Pergi sekarnag atau aku akan berubah pikiran lalu menedangmu keluar dari sini!!"Hans tak lagi bisa mengontrol emosinya melihat gadis itu yang tak bergerak.


Zalia setelah mendengar benatakan Hans pun segara lari keluar dan lupa dengan eskopi perminataan Mita teman sekelasnya yang selalu membullynya.Entahlah bagaimana nasib Zalia nanti bahkan Zalia sendiri tidak memikirkan nya,sekarang yang terpenting dia menghilang dari pandangan pria mengeramkan itu.


Hans mengusap wajahnya kasar,sepertinya ini adalah hari buruk bagi Hans karena sejak pagi tadi Max sudah merusuinya memberi klien yang sangat alot walau pada akhirnya Hans berhasil tapi tetap menguras emosi dan kini kemeja nya kotor sementara Max menyuruhnya untuk segera menemuinya.


Bersambung...


Jangan lupa like komennnya ya.Biar author makin tambah semangat up nya.


Baca juga AIR MATA PEMBASUH LUKA.juga ok.Tinggalkan jejak juga.

__ADS_1


Terimakasih💙💙💙


__ADS_2