Gadis Kecil Milik Tuan CEO

Gadis Kecil Milik Tuan CEO
Bab 115.Memberi mu keringanan


__ADS_3

Briyan menepikan mobil nya di sebuah bar yang buka dua puluh empat jam.Dirinya memang sudah biasa datang ke tempat itu apalagi sejak Miranda berhasil mengambil kembali perusahaan yang Briyan rebut dengan cara curang,ternyata Miranda bukanlah tipe wanita yang akan menyerah begitu saja di balik sikap nya yang diam tak berkutik Miranda merencanakan semua ini.


Masuk ke dalam bar Briyan mengedarkan pandangan nya,dirinya langaung menuju ke meja bartender.Senyuman nya mengembang setelah tadi dia berhasil menabrak Joya,awalnya dia tidak yakin jika wanita itu adalah Joya karena penampilan wanita itu sangat berbeda dari terakhir dia melihatnya.Setelah memastikan nya dan benar saja dia adalah Joya putri Miranda.


Rencana jahat langsung tersusun di kepala Briyan,dendam nya pada Maxim dan Miranda membuat Briyan ingin mencelakai Joya dan kesempatan itu datang begitu cepat,saat melihat Joya ingin menyebrang Briyan memanfaatkan situasi sekitar yang sepi untuk menbrak Joya dengan keras.Bahkan Briyan sempat berhenti sesaat lalu melihat dari spion mobil nya bagaimana keadaan Joya lalu kemudian berlalu dari sana sebelum ada orang yang menangkap nya.


"Kau tampak bahagia sekali siang ini?"Tanya Bartender yang memang mengenal Briyan saking sring nya pria itu datang.


Briyan meneguk minuman nya lalu memejamkan matamya sesaat lalu mengangguk"Hemm,aku sangat bahagia."Jawab nya singkat.Sejak dia jatuh miskin dan Jeny keguguran wanita itu tidak lagi mau hidup bersama nya.Kecelakaan yang terjadi memang tidak langsung membuatnya kehilangan bayinya namun beberapa bulan setelah nya terjadi masalah dan Jeny kehilangan bayi yang sangat dia nantikan itu.


Namun tak berapa lama,beberapa ornag berpakaian hitam melesak masuk.Para bodyguard bar yang berjaga tak dapat mencegah pria berpakian hitam itu.Briyan sendiri masih belum sadar jika dirinya sedang terancam.


Salah seorang pria berkaca mata hitam itu memberi kode pada teman nya lalu mereka berjalan mendekati Briyan yang masih sibuk dengan minuman nya.


Tanpa basa basi pria berpakaian hitam yang tak lain adalah anak buah Maxim pun langsung meringkus Briyan.


"Hei lepaskan aku,apa yang kalian lakukan?Lepaskan!!Aku tidak mengenal kalian!"Briyan terus memberontak,belum ada satu jam sejak dia menabrak Joya tapi pria itu kini sudah tertangkap.


"Hei.."


"Bughh..!"


"Kau terlalu berisik!!"Salah seorang bodyguard Max memukul tengkuk Briyan yang menyebabkan pria itu langsung pingsan.Temannya yang lain hanya terkekeh melihat nya.

__ADS_1


"Kau terlalu kasar sob!!"


"Hemm cecunguk ini membuatku geram.Dia berani mencelakai wanita padahal sekali pukul saja langsung tumbang!"Ejek pria yang membuat Briyan pingsan.


Teman nya tetap terkekeh,entah apa yang membuat teman nya ini sangat marah.


Mereka menggotong Briyan seperti karung beras dan melemparkan begitu saja tubuh pria itu hingga kepala Briyan mengenai atap mobil tapi mereka tidak peduli yang penting tidak mati lagi pula nanti Briyan akan mendapatkan lebih dari ini.


Briyan tersadar dan tergagap karena wajahnya di semprot dengan selang.Bangun dan kaget membuat kepala Briyan menjadi pening apalagi tadi dia sempat beberapa gelas minuman.


"Hei bajingam lepaskan aku.Apa mau kalian??"Briyan meronta tapi sayang nya tangan nya terikat pada sebuah tali yang tersambung dengan dua buah tiang.


Bukan dalam ruangan atau gudang tapi Briyan di ikat di bawah terik matahari dengan tubuh bagian atas yang tidak mengenakan baju lagi sentara bagian bawahnya hanya mengenakan boxer saja.


"Akkhh glekk...!!"Briyan langsung menutup mulut nya saat lagi lagi mereka menyemprotkan air dari selang itu kewajah nya.


"Bagaimana?"Tanya Max.


"Selamat datang bos!"Sapa mereka serentak saat menyadari ternyata Max sudah berada disana.


"Seperti yang anda lihat.Dia masih berjemur!"Jawab Bodyguard yang tadi memukul Briyan sampai pingsan.


Briyan yang menyadari kehadiran Max menjadi gemetar,dia tidak menyangka jika Max akan dengan cepat menemukan nya.Briyan menyesali perbuatan nya yang tidak langsung bersembunyi.

__ADS_1


"Nyali mu cukup besar karena berani mencelakai istriku!Tapi aku senang karena pada akhirnya dia bisa mengingatku."Kata Max dengan sangat datar,dia kepalanya sedang banyak menyusun rencana menghukum Briyan.


"Lepaskan aku,aku tidak sengaja!!"Briyan berteriak,berharap Max akan percaya dengan apa yang di ucapkan nya.


Max tersenyum namun lebih tepatnya dia menyeringai"Baiklah,karena kau istriku jadi mengingatku maka aku akam memberimu keringanan."Kata Max lagi


Bodyguard yang berada di dekat Max menatap Max heran.Tidak biasanya bos nya memberi keringanan seperti ini.


"Ya,bahkan seharus nya kau berterimakasih padaku!Istrimu tidak melupankan mu lagi."Briyan seakan bangga dengan perbuatan nya itu.


Max melepas kaca matanya lalu berjalan sedikit mendekat ke Briyan"Maka dari itu aku akan meringankan hukuman mu.Tetaplah disini sampai besok menunggu hukuman mu yang sesungguhnya!"Kata amax membuat Briyan melongo tak percaya,sementara bodyguard nya yang lain tersenyum mengejek pada Briyan."Jangan beri dia makan,pakaian dan air hingga besok!!"Sambung Max pada bodyguard nya.


Tanpa menghiraukan teriakan Briyan yang terus memakinya,Max meninggalkan Briyan sendirian karena anak buah nya juga pergi mereka akan mengawasi Briyan dari tempat yang lebih sejuk sambil minum minuman dingin yang menyegarkan.Bisa di pastikan jika Briyan tidak akan bisa kabur karena markas mereka terletak di dalam hutan yang mana hutan itu adalah milik Max pribadi.


"Akhh bajingan kau,aku akan membunuh mu jika aku lepas dari sini!!"Briyan terus menendang angin karena tangan nya yang terikat kuat.


Max sendiri setelah memastikan Briyan berada di tangan nya dia ingin kembali ke rumah sakit.Rindu,ya Max sudah merindukan Mimi nya.Mengingat nama panggilan itu membuat Max tersenyum seperti orang gila,sementara Hans acuh saja dia masih ingin menjadi waras tentunya.


Max belum mengabari Mommy nya,biarlah dia akan membawanya jika masalah nya dengan Joya sudah selsai semua.Sekarang Max harus meminta Marcel menceraikan Joya karena pernikahan Marcel tidak sah,setidak nya itulah yang ada dalam pikiran Max.Membayangkan mereka bercinta membuat kepala Max berdenyut apalagi sampai mempunyai seorang anak.


"Brengsek..!!"Umpat nya tiba tiba.Hans yang sedang fokus menyetir pun kaget padahal baru beberapa detik yang lalu Max tersenyum lalu sekarang pria itu marah marah.


"Aku tidak ingin jatuh cinta!"Kata Hans dalam hati.Ya terserah Hans saja tapi dia belum tahu bagaimana indahnya jatuh cinta.

__ADS_1


Dilirik nya Max yang suasana hatinya kembali kacau,Hans sendiri tidak ambil pusing dia yakin Max mampu mengatasinya.


Bersambung....


__ADS_2